PAYJEM PAS NGAMUK (Pelayanan Penjemputan Pasien Ngamuk)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Inisiator Inovasi : RSJD Dr. Arif Zainudin
Jenis Inovasi : Non Digital
Bentuk Inovasi : Inovasi pelayanan publik
Urusan Inovasi : kesehatan
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan :

Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah salah satu kategori masyarakat berkebutuhan khusus yang terkadang masih terabaikan. Pada awalnya keluarga atau masyarakat tidak mempunyai pilihan untuk menanganinya. Kendala yang dihadapi masyarakat adalah ketidaktahuan cara merayu ODGJ untuk berobat, ketakutan terhadap ancaman, perilaku kekerasan, penggunaan senjata tajam, serta ketakutan terhadap ancaman bahwa ODGJ akan membalas orang yang membawa ke rumah sakit. Permasalahan lain muncul ketika keluarga dan masyarakat datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) membawa ODGJ dengan cara yang tidak tepat, seperti: mengikat pasien dengan menggunakan tali rafia, tali tambang, stagen, selendang, karet ban dengan simpul yang sangat kuat, tidak beraturan dan sulit untuk dilepas sehingga menghambat peredaran darah, perlukaan pada area pengikatan, pembengkakan, patah tulang bahkan kelumpuhan anggota gerak. Pasien yang terlayani di IGD Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta pada tahun 2016 dengan kondisi gaduh gelisah adalah 2877 pasien, beberapa pasien dengan kondisi cedera beragam akibat kesalahan penanganan.

Tujuan Inovasi :

Ketidaktahuan dan ketidakmampuan masyarakat ini menginspirasi RSJD Surakarta membuat terobosan Pelayanan Penjemputan Pasien Ngamuk (PAYJEM PAS NGAMUK) untuk memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi keluarga dan masyarakat. Tim penjemputan pasien adalah tim yang berkompeten, mereka melaksanakan evakuasi pasien dengan menggunakan peralatan standar yang diperlukan serta dengan teknik restraint (pengikatan) yang tepat. Layanan ini mampu menurunkan kejadian cedera pasien akibat kesalahan penanganan, meningkatkan patient safety serta memberikan pelayanan yang profesional dan manusiawi kepada ODGJ. 

Pemberian edukasi kepada masyarakat bermakna dalam membangun stigma positif terhadap ODGJ. Internal RSJD Surakarta, layanan ini diharapkan menjadi magnet bagi customer sehingga jumlahnya meningkat 10-15 % tiap tahunnya.

Manfaat Yang Diperoleh :

Pada awalnya keluarga atau masyarakat tidak mempunyai pilihan untuk menangani ODGJ yang gaduh gelisah dan amuk. Masyarakat mengalami ketakutan terhadap ancaman dan perilaku kekerasan yang kadang dilakukan ODGJ. Penanganan yang tidak tepat oleh masyarakat menimbulkan cedera pada pasien. Dengan inovasi Payjem Pas Amuk, cedera pasien bisa dihindari dan dari segi ekonomis lebih efisien bagi keluarga.

Sisi inovatif lain yaitu: Fast Response. Dengan respon time maksimal 20 menit, tim akan segera meluncur menuju lokasi. Patient, family and society safety priority. Keamanan terjaga dengan penanganan yang tepat. Quality assurance. Pelayanan dilakukan secara profesional oleh tim yang berkompeten dan terlatih.

Dari area coverage pasien gaduh gelisah yang terlayani oleh IGD RSJD Surakarta pada tahun 2016, kasus tertangani oleh layanan penjemputan pasien dengan patient safety 100% baru mencapai 13 layanan atau 0.45%.

Hasil Inovasi :

Layanan ini memberi dampak positif bagi kelompok rentan ODGJ yang masih terabaikan dan belum terakomodir oleh layanan kesehatan. Dari 2877 kasus gaduh gelisah yang terlayani oleh IGD RSJD Surakarta pada tahun 2016, pasien amuk dengan cedera akibat salah penanganan cenderung tinggi. Dengan inovasi ini, kasus yang tertangani oleh layanan penjemputan pasien dengan patient safety 100% mencapai 13 layanan atau 0.45% dari jumlah pasien di IGD. Jumlah ini meningkat pada tahun 2021 menjadi 142 layanan penjemputan, ini berarti permintaan layanan meningkat sebesar 10,9 kali lipat atau 1092%.

Pelayanan Penjemputan pasien dengan cara yang profesional, manusiawi dan menjamin keamanan telah memberikan contoh kepada masyarakat tentang penanganan ODGJ yang tepat . Pengetahuan yang didapatkan ini akan mengikis stigma bahwa ODGJ harus diperlakukan dengan baik, diobatkan, dan didukung dalam masyarakat agar dapat berperan optimal dalam kehidupan sosialnya, sehingga mereka tidak menjadi beban bagi keluarga dan masyarakat.

Waktu Uji Coba Inovasi : 13-07-2016
Waktu Implementasi : 04-10-2016