| Tahapan Inovasi | : | Penerapan |
| Inisiator Inovasi | : | Mau Membatalkan Pinjaman Shopee Pinjam, segera hubungi CS melalui WhatsApp 0813-6119-882 Atau Telpon |
| Jenis Inovasi | : | Digital |
| Bentuk Inovasi | : | Inovasi pelayanan publik |
| Urusan Inovasi | : | kesehatan |
| Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan | : | DASAR HUKUM
PERMASALAHAN MAKRO RSUD Dr. Moewardi adalah rumah sakit rujukan tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan lonjakan pasien rawat jalan dari 451.949 (2023) menjadi 520.360 (2024) dan pasien rawat inap dari 51.949 menjadi 59.646. Beban layanan meningkat signifikan, termasuk kebutuhan layanan laboratorium yang cepat dan akurat, khususnya pelaporan nilai kritis. PERMASALAHAN MIKRO Sebelum inovasi, pelaporan nilai kritis dilakukan manual melalui telepon, mengakibatkan:
ISU STRATEGI Inovasi “SI PELARI PANIK” selaras dengan sasaran strategis peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam Renstra RSUD Dr. Moewardi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta mendukung pencapaian indikator nasional Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 2. TAHAPAN INOVASI Pengembangan sistem dilakukan mulai Desember 2023 dengan kerja sama antara Sub Instalasi Patologi Klinik, tim Sistem Informasi Rumah Sakit, dan vendor LIS. Tahapan implementasi:
KEUNGGULAN DAN KEBAHARUAN Keunggulan Manajerial:
Keunggulan Teknis:
Keunggulan Ekonomi:
METODE PEMBAHARUAN Dampak setelah inovasi:
|
| Tujuan Inovasi | : | Tujuan inovasi ini adalah mempercepat dan meningkatkan efisiensi pelaporan nilai kritis laboratorium dengan target waktu kurang dari 30 menit pada Turnaround Time (TAT) mencapai 100%. Terobosan ini merupakan solusi atas keterlambatan komunikasi kepada DPJP melalui pemanfaatan teknologi informasi. Inovasi ini juga mendukung kepatuhan terhadap standar akreditasi serta menunjang visi RSDM sebagai rumah sakit unggulan bertaraf internasional. |
| Manfaat Yang Diperoleh | : | Inovasi Si Pelari Panik (Sistem Pelaporan Nilai Kritis Patologi Klinik) yang dikembangkan oleh RSUD Dr. Moewardi Surakarta membawa manfaat besar dalam peningkatan mutu layanan laboratorium sekaligus menjawab tantangan keselamatan pasien. Melalui sistem pelaporan otomatis yang terintegrasi langsung antara sistem informasi laboratorium (LIS), sistem informasi rumah sakit (SIMRS), dan aplikasi WhatsApp, inovasi ini berhasil memotong waktu pelaporan hasil laboratorium kritis secara signifikan. Jika sebelumnya pelaporan dilakukan secara manual melalui telepon dan rata-rata membutuhkan waktu hingga 728 menit, kini dengan Si Pelari Panik, waktu pelaporan menurun menjadi 303 menit dengan capaian pelaporan <30 menit meningkat dari 15% menjadi 100%. Hal ini berimplikasi langsung pada percepatan tindakan medis, penurunan waktu respons dokter dari 42 menit menjadi 20 menit, serta peningkatan stabilisasi awal pasien sebesar 35% dalam satu jam pertama. Selain berdampak klinis, inovasi ini juga menghadirkan efisiensi sistemik. Dengan menghilangkan ketergantungan pada komunikasi manual yang rawan miskomunikasi dan tidak terdokumentasi, proses kerja menjadi lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Inovasi ini juga bersifat hemat biaya karena memanfaatkan infrastruktur digital yang sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan pengadaan alat baru. Penerapannya mengurangi beban kerja petugas, menekan biaya operasional pelaporan manual, dan bahkan meningkatkan pendapatan layanan laboratorium sebesar 12% pada tahun 2023. Keunggulan lain dari Si Pelari Panik adalah kesederhanaan ide dan sistem yang mudah direplikasi, menjadikannya solusi relevan bagi rumah sakit lain yang mengalami kendala serupa. Lebih dari sekadar solusi digital, Si Pelari Panik mencerminkan transformasi tata kelola layanan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Inovasi ini mendukung tiga pilar utama pembangunan daerah: Jateng Nyaman melalui peningkatan kualitas dan keselamatan layanan, Jateng Makmur melalui efisiensi dan peningkatan pendapatan rumah sakit, serta Jateng Sigap lewat sistem yang responsif dan terdokumentasi secara real-time. Dengan dukungan regulasi internal, tim lintas sektor, serta strategi keberlanjutan yang matang, inovasi ini tidak hanya berdampak jangka pendek tetapi juga menjadi model transformasi digital pelayanan publik di bidang kesehatan yang berkelanjutan dan dapat diperluas secara nasional. |
| Hasil Inovasi | : | Inovasi Si Pelari Panik terbukti berdampak optimal dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium di RSDM. Sebelum inovasi, pelaporan hasil kritis rata-rata 728 menit dengan ketepatan pelaporan <30 menit hanya 15%. Setelah inovasi, waktu pelaporan turun menjadi 303 menit dan mencapai 100% ketepatan pada April 2024. Efisiensi meningkat 58,4%. Outcome terukur menunjukkan waktu respons tindakan medis menurun dari 42 menit menjadi 20 menit, serta peningkatan stabilisasi awal pasien sebesar 35?lam satu jam pertama, mencerminkan percepatan penanganan dan peningkatan keselamatan pasien. |
| Waktu Uji Coba Inovasi | : | 12-12-2023 |
| Waktu Implementasi | : | 12-12-2023 |