SISTEM PELAPORAN NILAI KRITIS PATOLOGI KLINIK (SI PELARI PANIK)

Tahapan Inovasi : Penerapan
Inisiator Inovasi : Mau Membatalkan Pinjaman Shopee Pinjam, segera hubungi CS melalui WhatsApp 0813-6119-882 Atau Telpon
Jenis Inovasi : Digital
Bentuk Inovasi : Inovasi pelayanan publik
Urusan Inovasi : kesehatan
Rancang Bangun dan Pokok Perubahan Yang Dilakukan :

DASAR HUKUM

  • Keputusan Direktur RSUD Dr. Moewardi Nomor: 188.4/16.87597/2023 tentang Standar Prosedur Operasional Pelaporan Nilai Kritis Laboratorium Patologi Klinik.

  • SK Direktur RSUD Dr. Moewardi Tahun 2023 tentang pembentukan Tim Implementasi Inovasi SI PELARI PANIK.

  • Tata Kerja Komite Mutu No. 188.4/11222/2023 tentang Struktur tata kerja komite mutu rumah sakit umum daerah Dr. Moewardi


PERMASALAHAN MAKRO

RSUD Dr. Moewardi adalah rumah sakit rujukan tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan lonjakan pasien rawat jalan dari 451.949 (2023) menjadi 520.360 (2024) dan pasien rawat inap dari 51.949 menjadi 59.646. Beban layanan meningkat signifikan, termasuk kebutuhan layanan laboratorium yang cepat dan akurat, khususnya pelaporan nilai kritis.


PERMASALAHAN MIKRO

Sebelum inovasi, pelaporan nilai kritis dilakukan manual melalui telepon, mengakibatkan:

  1. Ketepatan pelaporan nilai kritis <30 menit hanya 89,36–96,64%, di bawah standar nasional 100% (Kepmenkes 2022).

  2. Rata-rata waktu pelaporan hasil kritis mencapai 728 menit.

  3. Risiko miskomunikasi dan tidak terdokumentasi.

  4. Ketergantungan tinggi pada keberadaan petugas.

  5. Tidak ada sistem notifikasi real-time kepada DPJP.


ISU STRATEGI

Inovasi “SI PELARI PANIK” selaras dengan sasaran strategis peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien dalam Renstra RSUD Dr. Moewardi dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, serta mendukung pencapaian indikator nasional Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) 2.


TAHAPAN INOVASI

Pengembangan sistem dilakukan mulai Desember 2023 dengan kerja sama antara Sub Instalasi Patologi Klinik, tim Sistem Informasi Rumah Sakit, dan vendor LIS.

Tahapan implementasi:

  1. Hasil laboratorium dianalisis dan divalidasi oleh petugas laboratorium.

  2. Sistem LIS secara otomatis mengidentifikasi hasil kritis.

  3. Data dikirim melalui bridging system ke WhatsApp DPJP secara real-time.

  4. DPJP menerima notifikasi tanpa perantara dalam <5 menit.

  5. DPJP segera melakukan intervensi medis berdasarkan data nilai kritis.

  6. Komite Mutu memonitor dan mengevaluasi pelaporan melalui SIMAKMU.


KEUNGGULAN DAN KEBAHARUAN

Keunggulan Manajerial:

  • Sistem pelaporan otomatis menggantikan metode telepon manual.

  • Pelaporan terdokumentasi, efisien dan dapat ditelusuri.

  • Mengurangi ketergantungan pada operator manual dan meningkatkan akuntabilitas.

Keunggulan Teknis:

  1. Terintegrasi antara LIS–HIS–WhatsApp.

  2. Pelaporan otomatis <5 menit setelah validasi hasil laboratorium.

  3. Sistem tidak memerlukan perangkat keras baru.

  4. Memiliki dokumentasi digital sebagai bukti pelaporan.

  5. Kompatibel untuk diadaptasi oleh fasilitas layanan lain.

Keunggulan Ekonomi:

  • Efisiensi operasional hingga 20%.

  • Mengurangi biaya komunikasi manual dan tenaga kerja.

  • Pendapatan laboratorium meningkat 12% (2023).


METODE PEMBAHARUAN

Dampak setelah inovasi:

  1. Pelaporan nilai kritis <30 menit mencapai 100% (sebelumnya 89–96%).

  2. Waktu pelaporan menurun dari 728 menit menjadi 303 menit.

  3. Waktu respon tindakan medis DPJP turun dari 42 menit menjadi 20 menit.

  4. Efisiensi beban kerja laboratorium meningkat 58,4%.

  5. Sistem sudah menangani >2.000 hasil kritis secara otomatis pada 2023–2024.

  6. Inovasi mendukung pencapaian transformasi JATENG NYAMAN, SIGAP, dan MAKMUR.

Tujuan Inovasi :

Tujuan inovasi ini adalah mempercepat dan meningkatkan efisiensi pelaporan nilai kritis laboratorium dengan target waktu kurang dari 30 menit pada Turnaround Time (TAT) mencapai 100%. Terobosan ini merupakan solusi atas keterlambatan komunikasi kepada DPJP melalui pemanfaatan teknologi informasi. Inovasi ini juga mendukung kepatuhan terhadap standar akreditasi serta menunjang visi RSDM sebagai rumah sakit unggulan bertaraf internasional.
Outcome yang diharapkan setelah penerapan inovasi ini adalah tercapai kondisi pascapelaksanaan berupa 100% pelaporan hasil kritis dalam waktu <30 menit. Indikator strategisnya mencakup peningkatan keselamatan pasien melalui percepatan penatalaksanaan, peningkatan mutu layanan medis, dan kepatuhan terhadap indikator mutu.
Output dari inovasi ini adalah pelaporan nilai kritis secara real time melalui aplikasi WhatsApp resmi rumah sakit dan notifikasi otomatis masuk kepada DPJP dalam waktu <5 menit yang sebelumnya mencapai 15 menit setelah verifikasi hasil oleh analis. 

Manfaat Yang Diperoleh :

Inovasi Si Pelari Panik (Sistem Pelaporan Nilai Kritis Patologi Klinik) yang dikembangkan oleh RSUD Dr. Moewardi Surakarta membawa manfaat besar dalam peningkatan mutu layanan laboratorium sekaligus menjawab tantangan keselamatan pasien. Melalui sistem pelaporan otomatis yang terintegrasi langsung antara sistem informasi laboratorium (LIS), sistem informasi rumah sakit (SIMRS), dan aplikasi WhatsApp, inovasi ini berhasil memotong waktu pelaporan hasil laboratorium kritis secara signifikan. Jika sebelumnya pelaporan dilakukan secara manual melalui telepon dan rata-rata membutuhkan waktu hingga 728 menit, kini dengan Si Pelari Panik, waktu pelaporan menurun menjadi 303 menit dengan capaian pelaporan <30 menit meningkat dari 15% menjadi 100%. Hal ini berimplikasi langsung pada percepatan tindakan medis, penurunan waktu respons dokter dari 42 menit menjadi 20 menit, serta peningkatan stabilisasi awal pasien sebesar 35% dalam satu jam pertama.

Selain berdampak klinis, inovasi ini juga menghadirkan efisiensi sistemik. Dengan menghilangkan ketergantungan pada komunikasi manual yang rawan miskomunikasi dan tidak terdokumentasi, proses kerja menjadi lebih cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Inovasi ini juga bersifat hemat biaya karena memanfaatkan infrastruktur digital yang sudah tersedia, sehingga tidak memerlukan pengadaan alat baru. Penerapannya mengurangi beban kerja petugas, menekan biaya operasional pelaporan manual, dan bahkan meningkatkan pendapatan layanan laboratorium sebesar 12% pada tahun 2023. Keunggulan lain dari Si Pelari Panik adalah kesederhanaan ide dan sistem yang mudah direplikasi, menjadikannya solusi relevan bagi rumah sakit lain yang mengalami kendala serupa.

Lebih dari sekadar solusi digital, Si Pelari Panik mencerminkan transformasi tata kelola layanan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Inovasi ini mendukung tiga pilar utama pembangunan daerah: Jateng Nyaman melalui peningkatan kualitas dan keselamatan layanan, Jateng Makmur melalui efisiensi dan peningkatan pendapatan rumah sakit, serta Jateng Sigap lewat sistem yang responsif dan terdokumentasi secara real-time. Dengan dukungan regulasi internal, tim lintas sektor, serta strategi keberlanjutan yang matang, inovasi ini tidak hanya berdampak jangka pendek tetapi juga menjadi model transformasi digital pelayanan publik di bidang kesehatan yang berkelanjutan dan dapat diperluas secara nasional.

Hasil Inovasi :

Inovasi Si Pelari Panik terbukti berdampak optimal dalam meningkatkan mutu pelayanan laboratorium di RSDM. Sebelum inovasi, pelaporan hasil kritis rata-rata 728 menit dengan ketepatan pelaporan <30 menit hanya 15%. Setelah inovasi, waktu pelaporan turun menjadi 303 menit dan mencapai 100% ketepatan pada April 2024. Efisiensi meningkat 58,4%. Outcome terukur menunjukkan waktu respons tindakan medis menurun dari 42 menit menjadi 20 menit, serta peningkatan stabilisasi awal pasien sebesar 35?lam satu jam pertama, mencerminkan percepatan penanganan dan peningkatan keselamatan pasien.
Secara kuantitatif, sistem ini telah melayani lebih dari 2.000 kasus hasil kritis sepanjang 2023–2024. Penerapan inovasi juga meningkatkan efisiensi biaya operasional hingga 20% karena mengurangi beban komunikasi manual dan mendukung dokumentasi otomatis.

Waktu Uji Coba Inovasi : 12-12-2023
Waktu Implementasi : 12-12-2023