AUTOMATIC WATERING SYSTEM (Sistem Penyiraman Otomatis Untuk Perawatan Tanaman Efektif dan Efisien)



AUTOMATIC WATERING SYSTEM (Sistem Penyiraman Otomatis Untuk Perawatan Tanaman Efektif dan Efisien)

A. Abstrak

Penulisan proposal perancangan alat “Automatic Watering System“ ini dilatar belakangi dari permasalahan kurangnya penggunanaan teknologi untuk membantu merawat tanaman di rumah, di sekolah dan di tempat umum, seperti taman kota. Dalam merawat tanaman, banyak ditemukan kasus tanaman yang mati karena kekurangan air sehingga mengurangi keasrian lingkungan. Dapat diketahui salah satu faktor penyebab kematian tanaman ialah tanaman kekurangan air. Hal ini dikarenakan jika kurangnya penyiraman tanaman oleh pembudidaya yang kekurangan waktu untuk merawat tanaman. Sedangkan, intensitas yang diberikan ke tanaman seharusnya mecukupi kebutuhan tanaman. Salah satu upaya yang tim penulis tawarkan mengenai problema tersebut adalah “Automatic Watering System“. Alat ini memiliki spesifikasi bagian yang mengandalkan 2 perintah system yaitu selenoid water valve dan sensor kelembapan tanaman. System 1 yaitu Selenoid water valve diperintah oleh alarm hp dan di gerakkan dengan bantuan tenaga surya sehingga dapat membuka selenoid water valve yang menjadi akses keluarnya air. Kemudian, system 2 mengandalkan sensor basah kering yang menyesuaikan kondisi kelembapan tanaman sehingga apabila kondisi tanah sudah basah maka otomatis alat ini tidak melakukan fungsinya (penyiraman otomatis). Penggunaan panel surya menjadikan teknologi alat ini ramah lingkungan. Apabila matahari menyinari efektif 8 jam perhari, panel surya mampu menghasilkan 8,88 Ah lalu disimpan dalam accu yang berkapasitas 120 Ah dan dapat mengaktifkan controller yang bisa mengaktifkan timer dari smartphone, solenoid water valve, dan sensor kelembapan tanaman. Timer dari smartphone akan menghasilkan bunyi yang diubah menjadi sinyal listrik untuk mengaktifkan solenoid water valve. Kemudian, air akan keluar dari solenoid water valve sesuai perintah dari timer 2 smartphone. Namun, ketika tanaman sudah basah atau kondisi hujan maka sensor kelembapan tanaman akan merespon kondisi tanaman tersebut. Estimasi harga yang ditawarkan dalam pembuatan alat ini adalah seharga Rp. 1.717.500,00. Jika dibandingkan dengan Automatic watering konvensional yang membutuhkan listrik, alat ini memiliki keunggulan yaitu tidak membutuhkan listrik PLN karena menghasilkan listrik dari solar cell dan perawatan dari alat ini murah daripada Automatic watering konvensional.

Kata Kunci : penyiraman tanaman otomatis, teknologi , Automatic Watering System

B. Pendahuluan

1. Latar Belakang

Tumbuhan merupakan hal yang penting untuk dunia ini. Hal ini dikarenakan manfaat tumbuhan yang sangat besar untuk alam ini yaitu dalam hal penyerapan CO2. Maka dari itu, tidak terlepas juga manusia harus merawatnya yaitu dengan memupuk dan melakukan penyiraman tanaman tersebut. Jika pemupukan bisa dilakukan berkala, sedangkan penyiraman tanaman harus setiap hari karena air merupakan hal terpenting bagi kehidupan tanaman (untuk melakukan fotosintesis dalam memperoleh kebutuhannya untuk tumbuh dan berkembang). Selain itu pemberian air yang cukup merupakan faktor penting bagi pertumbuhan tanaman, karena air berpengaruh terhadap kelembaban tanah. Penyiraman tanaman juga berhubungan erat dengan kebutuhan air. Semua tanaman membutuhkan air untuk bertahan hidup, tetapi kadarnya berbeda-beda. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi frekuensi dan kuantitas penyiramannya. Jika ditanam di dalam pot, tanaman yang sama (jenis dan umurnya) akan membutuhkan frekuensi penyiraman yang lebih sering dibandingkan bila tumbuh langsung ditanah. Namun, kuantitas atau banyaknya air justru lebih sedikit. Waktu penyiraman juga harus diperhatikan, karena waktu yang baik untuk melakukan penyiraman adalah pada saat pagi hari sebelum pukul 10.00 atau sore hari setelah pukul 17.00. Jadwal penyiraman juga perlu diperhatikan apakah satu kali sehari, dua kali sehari, sesuai dengan kebutuhan masing-masing tanaman.(Nasrullah, Trisanto, & Utami, 2011) Selama ini, penyiraman tanaman dilakukan secara manual. Akan tetapi, terkadang kita tidak punya cukup waktu untuk menyiram tanaman. Selain waktu, juga terkait dengan penggunaan air untuk menyiram tanaman. Persediaan air yang ada di Blora sendiri sebenarnya tidaklah banyak, sehingga kita juga memerlukan inovasi untuk bisa menghemat air dalam penyiraman tanaman. Oleh karena itu, kita membutuhkan suatu alat yang dapat membantu meringankan kegiatan menyiram tanaman dalam bentuk sistem yang dapat berkerja secara otomatis. Pemilik juga tidak bisa meninggalkan tanaman dalam kurun waktu yang lama,karena tanaman dapat kekurangan air dan dapat menyebabkan kematian. Mengingat daerah Blora yang sulit air, sehingga kita harus bisa mengatur penggunaan air secara bijak. Dengan menggunakan alat ini, diharapkan penyiraman tanaman dapat dilakukan pada waktu dan saat yang tepat, serta dapat memanfaatkan air secara efisien. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan maka kami merancang suatu sistem penyiraman tanaman yang bersifat otomatis menggunakan selenoid water valve dan sensor kelembapan tanaman. Selain menggunakan system controller yang dimanfaatkan untuk solenoid water valve tersebut, alat ini juga memanfaatkan kelembapan tanaman. Kelembaban tanaman merupakan salah satu parameter penting untuk proses hidrologi, biologi dan biogeokimia. Perancangan alat penyiraman tanaman otomatis dengan Smartphone Android berbasis selenoid water valve dan sensor kelembapan tanaman dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian/adiwiyata guna memonitor kelembaban tanah supaya dapat tumbuh dengan baik. Pembuatan alat ini memanfaatkan timer yang terdapat pada Smartphone Android yang digunakan sebagai koneksi untuk pengendali alat penyiram tanaman tersebut. Pemilihan sistem Smartphone Android karena jangkauannya lebih fleksibel dan program timernya mudah diatur. Oleh karena itu saya sebagai penulis ingin membuat “Alat Penyiraman Tanaman Otomatis dengan Smartphone Android menggunakan Selenoid Water Valve dan Sensor Kelembapan tanaman” untuk membantu pemilik tanaman megnontrol penyiraman tanaman yang dimiliki.

Pada kenyataanya Alat siram otomatis ini sudah banyak beredar, tetapi kami disini menginovasikan dari segi system rangkaian yang digunakan. Serta kami juga menambah deteksi sensor kelembapan tanaman yang jarang digunakan pada alat siram otomatis. Gambar 4 menunjukan rangkaian penguat berbasis Arduino UNO yang pada dasarnya lebih unggul dalam teknologi, tetapi rangkaiannya kurang praktis dan lebih mahal. Sedangkan, rangkaian penguat yang kita buat sendiri seperti di gambar 5 itu lebih murah dan sederhana, serta kegunaanya sama. Selain itu, jika sistem rangkaian yang digunakan adalah rangkaian Arduino UNO biasanya keseluruhan berbasis listrik, sedangkan alat kami ini berbasis panel surya untuk menghasilkan listrik.

Nama : Amelia Claudia Felicia
Alamat : Jalan Tentara Pelajar 21, Kelurahan Tempelan, Kecamatan Kota Blora, Kabupaten Blora
No. Telepon : 085215140889