Pengaruh Penambahan Abu Daun Jati dan Sampah Organik Terhadap Kuat Tekan dan Daya Serap Air Pada Batu Bata Merah

Jati (Tectona grandis) adalah tumbuhan yang tumbuh alami di Asia Selatan dan Tenggara. Tectona grandis memiliki sebaran alam yang luas tetapi terputus mulai dari India, Myanmar, Laos, Kamboja, Thailand, dan Buma. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan abu daun jati dan sampah organik sebagai campuran batu bata merah sebagai bentuk inovasi pembuatan batu bata merah. Penelitian ini menggunakan sampel uji berbentuk balok dengan ukuran panjang 20 cm, lebar 10 cm, dan tinggi 5 cm, dengan komposisi abu daun jati dan abu sampah organik yang bervariasi. Pembuatan batu bata merah dengan campuran tanah liat, air, abu daun jati dan abu sampah organik, dalam proses pengeringan dilakukan selama 7 hari, kemudian pembakaran di dalam tanur dengan menggunakan suhu 900 0C selama 12 jam. Pembuatan batu bata ini terbagi menjadi beberapa tahap yaitu pengumpulan bahan baku, pengeringan, penghalusan, pencampuran, pencetakan, dan pembakaran. Komposisi bahan penyusun menggunakan 5 sampel, yaitu : S1 (70% abu daun jati, 30 % abu sampah organik); S2 (60% abu daun jati, 40 % abu sampah organik), S3 (50% abu daun jati, 50 % abu sampah organik), S4 (40% abu daun jati, 60 % abu sampah organik), S5 (30% abu daun jati, 70 % abu sampah organik). Parameter uji yang telah dilakukan melputi pengujian kekuatan, daya tekan dan daya serap air. Hasil penelitian ini, limbah daun jati dapat digunakan sebagai inovasi campuran dalam pembuatan batu bata yang memiliki daya tekan dan daya serap air yang baik. Kata kunci: abu daun jati, sampah organik, batu bata
 

Di Pekalongan banyak terdapat pabrik textile, dimana tiap pabrik menggunakan batu bara untuk bahan bakar. Alhasil banyak limbah dari sisa pembakaran batu bara tersebut yang berupa abu. Hal ini membuat kami berupaya untuk memanfaatkan abu batu bara tersebut sebagai bahan campuran batu bata. Akan tetapi, sulitnya akses dan izin untuk mendapatkan abu batu bara ke pabrik, membuat kami memutar otak mencari inovasi lain untuk menggantikan limbah abu batu bara dengan limbah yang lebih mudah didapat salah satunya yaitu daun jati kering dan sampah kertas. Limbah daun jati di Kecamatan Warungasem jumlahnya sangat melimpah. Daun jati kering sangat mudah ditemukan dipinggir jalan terutama daerah persawahan. Cenderungnya masyarakat acuh tak acuh akan keberadaan sampah daun jati kering yang bertebaran dipinggir jalan. Begitupun dengan sampah kertas yang biasanya dibiarkan begitu saja oleh masyarakat karena tidak tahu cara mengolahnya. Padahal dengan inovasi lain, sampah daun jati dan kertas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat sesuatu sehingga bermanfaat. Dari penjelasan di atas pada akhirnya kami memanfaatkan limbah daun jati kering dan sampah organik untuk dijadikan campuran pembuatan batu bata sebagai inovasi baru
 

KEUNGGULAN “Batu Bata Abu Daun Jati Dan Abu Sampah Organik”


1.  Memanfaatkan Limbah
“Batu Bata Abu Daun Organik” merupakan produk dari bahan alami berupa daun jati dan kertas sebagai bentuk pemanfaatan limbah. Gabungan dari abu daun jati dan abu kertas setelah diteliti ternyata kandungan didalamnya mampu melebihi sekam padi. Oleh karena itu batu bata ini bisa bersaing dengan batu bata pada umumnya yang menggunakan sekam padi. Selain itu batu bata ini bisa dijadikan inovasi kedepanya dalam proses pemanfaatan limbah.


2.  Keterseediaan Bahan Baku yang melimpah

Bahan baku dari “Batu Bata Organik” antara lain : sampah organik dan daun jati. Bahan tersebut merupakan bahan yang mudah ditemui di berbagai instansi maupun pelosok desa di Indonesia. Terutama sampah organik berupa kertas, Ketersediaanya sangat melimpah.


3. Hasil Uji

Hasil uji dari “Batu Bata Organik” yang meliputi uji kekuatan, daya tahan, dan serap air lebih unggul dari pada bata bata merah biasanya, Oleh karena itu batu bata ini dapat bersaing dengan batu bata merah pada umumnya.


4. Mengoptimalkan Fungsi

Produksi dari “Batu Bata Organik” mempunyai fungsi :
• Untuk produsen, dengan diproduksinya “Batu Bata Organik” akan diperoleh profit yang dapat meningkatkan kesejahteraan
• Untuk masyarakat, dapat mendorong terbentuknya budaya kreatif dan inovatif yang lebih baik lagi dan mampu meningkatkan nilai jual dari batu bata.
 

Nama : Salsabila Ayu Fatmasari dan Shofie Azizah
Alamat : Desa Kalibeluk, Rt 10 Rw 5 Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang
No. Telepon : 0857 8638 6821