PENINGKATAN DAYA SAING, KREATIFITAS DAN INOVASI PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL LANSIA MELALUI BATIK LIPAT SHIBORI

Pandemi covid-19 memberikan dampak signifikan pada perekonomian. Salah satunya pada masyarakat desa dan lanjut usia yang tidak memiliki penghasilan tetap. Produktivitas masyarakat lanjut usia perlu mendapat perhatian dari banyak pihak seperti pemerintah desa, kelompok masyarakat, dan juga keluarga. Sehingga mengurangi pandangan bahwasannya masyarakat lanjut usia hanya menjadi beban keluarga. Pemberdayaan masyarakat lanjut usia juga dapat mengurangi tingkat depresi dan gangguan kejiwaan, sehingga dapat memperpanjang umur. Strategi yang digunakan dalam pemulihan ekonomi masyarakat yaitu dengan melakukan kegiatan membatik dan sekaligus mengembangkan paket wisata edukasi dengan tema “membatik dengan hati”. Tujuan program ini adalah (a) menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19; (b) meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat lanjut usia sehingga  tidak muncul segment negative; (c) meningkatkan branding batik sebagai icon desa dan kearifan lokal yang harus dikembangkan dan dilestarikan; (d) mengembangkan kemampuan masyarakat dalam eduwisata; (e) dan membangun sinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan UMKM di desa. Dengan melibatkan unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu melakukan komitmen untuk mengembangkan potensi lokal Desa dan kawasan perdesaan.

Desa Kenteng merupakan salah satu desa di wilayah Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang yang merupakan destinasi wisata dimana baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam memiliki potensi. Desa kenteng mempunyai luas wilayah 3,74 km2 dengan batas wilayah perkebunan Langenharjo (sebelah utara), Desa Banyukuning (sebelah selatan), Kelurahan Bandungan (sebelah timur), Desa Candi (sebelah barat). Desa Kenteng terdiri dari 7 dusun, 7 RW, dan 29 RT.

Menurut WHO yang tergolong lansia adalah orang yang sudah berusia mulai 60 tahun. Sedangkan jumlah lanjut usia dan difable di Desa Kenteng sekitar 809 jiwa dan lansia yang aktif berjumlah 351 jiwa. Karena lanjut usia merupakan warga dan asset desa yang perlu diperhatikan baik kesehatan dan keberadaannya, maka kelompok lanjut usia wajib dijaga, terlebih dari jumlah yang ada 43% merupakan lanjut usia yang potensial dimana keberadaannya tidak perlu diragukan lagi dengan motto; sehat, semangat, berdayaguna, mandiri. Dengan potensi ini menjadi dasar kelompok lanjut usia dan difable  bergerak, berkreasi dan berinovasi, membangun harapan melalui karya batik lipat Shibori sampai dengan sekarang.

Strategi pemberdayaan masyarakat lanjut usia yang diusulkan adalah “membantik dengan hati”. Membatik adalah salah satu wadah kegiatan masyarakat lanjut usia, kegiatan membatik yang dilakukan di rumah produksi dan bisa dikerjakan di rumah dengan fasilitas dari Shibori. Harapannya adalah tercipta bina usaha menghasilkan produk batik khas desa dan menjadi icon desa. Implementasi kewirausahaan sosial berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat lanjut usia dan keberlanjutan usaha sehingga dibutuhkan dukungan sektor lain untuk mengenalkan batik tersebut. Oleh karena itu dikembangkan paket eduwisata bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di desa.

Dengan melibatkan unsur Pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu melakukan komitmen untuk mengembangkan potensi lokal Desa dan kawasan perdesaan.  Sebagai pilot study program “membatik dengan hati” dan paket eduwisata dilakukan di Desa Kenteng dengan mengembangkan Batik Lipat Shibori. Segala bentuk kegiatan secara kontinu dipublikasikan di website Desa Kenteng. Program ini juga dapat mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau sustainable development goal village (SDGs village) salah satunya yaitu mengentaskan kemiskinan.

Saat ini Batik Lipat Shibori hasil karya masyarakat lansia sebanyak 2,287 potong, berkontribusi meningkatkan pendapatan masyarakat lanjut usia dan difable sebesar Rp 60.760.350,-, dan meningkatkan hasil penjualan BUMDesa (penjualan konsinyasi melalui BUMDesa).

Batik Lipat Shibori adalah perkawinan dua budaya yang menghasilkan karya seni budaya dengan teknik baru yaitu membatik dengan teknik pencelupan pada pewarna dan teknik perlindungan kain untuk membentuk suatu motif batik. Pembuatan batik lipat shibori relative mudah dan tepat sekali dikerjakan oleh masyarakat lanjut usia. Berikut adalah keunggulan batik lipat shibori.

  1. Motifnya unik, yaitu motif batik tidak akan sama persis karena tercipta dari ketelatenan pola lipatan dalam proses pembuatannya
  2. Model lipatan, jenis kain, kekencangan ikatan, dan waktu pencelupan menjadi kunci pokok dalam pembentukan pola sehingga hasil akhir batik bervariasi
  3. Dapat dikerjakan oleh masyarakat lanjut usia dan masyarakat lainnya sehingga tidak mengenal usia.
  4. Mudah dikerjakan di rumah sebagai home industri, asalkan semua peralatan tersedia
  5. Harga jual relative kompetitif dengan batik celup lainnya
  6. Dapat dibentuk pola sesuai dengan selera dan kearifan lokal daerah

Nama : MARIA ANNA SRI W
Alamat : Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan
No. Telepon : 081215538734