INOVASI PEMBERDAYAAN KAMPUNG WAYANG KEPUHSARI

Desa Kepuhsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri yang sudah terkenal sebagai produsen wayang kulit. Sejak zaman nenek moyang, warga Desa Kepuhsari sudah menekuni profesi sebagai pelaku kesenian wayang. Wayang hasil produksi warga desa terkenal memiliki kualitas yang sangat baik.

 Di Desa Kepuhsari, wayang kulit di produksi dalam berbagai bentuk dan media. Beberapa contoh kerajinan wayang adalah wayang kulit pewayangan, souvenir wayang, vandel, hingga hiasan dinding tema wayang dalam berbagai media. Pada umumnya, hiasan dinding bertema wayang dibuat dengan bahan dasar kulit sapi atau kambing. Wayang dipahat di permukaan kulit hewan tersebut kemudian dipasang pada bingkai ukir.

Kentalnya kebudayaan dan uniknya kondisi alam serta adat istiadat yang dimiliki masyarakat Desa Kepuhsari pada akhirnya mendorong kami untuk mengembangkan semua potensi desa menjadi Desa Wisata dengan menjunjung kesenian wayang sebagai daya tarik utama. 

Desa Wisata Kampung Wayang sebenarnya merupakan wadah untuk menampung berbagai macam potensi yang dimiliki Desa Kepuhsari. Potensi yang dimaksud adalah kesenian, kebudayaan, dan alam, serta semua hal yang bernilai wisata. Keberadaan Kampung Wayang Kepuhsari merupakan kinerja dari seluruh aspek masyarakat, tidak hanya pengrajin wayang, pelaku seni, ataupun pemandu wisata alam, akan tetapi juga masyarakat lokal desa. 

Masyarakat Desa Kepuhsari sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan buruh tani. Sebagaimana pada umumnya msyarakat desa lain, sebagian warga merantau untuk mencari pekerjaan di tempat lain. Namun, terdapat keunikan di Desa Kepuhsari, yakni selain bertani, masyarakat di desa ini memiliki pekerjaan lain sebagai pengrajin wayang kulit. Pekerjaan ini cukup menunjang perekonomian masyarakat. Tidak hanya itu, jumlah pengrajin wayang yang banyak menjadi ciri khas desa ini sehingga terkenal sebagai Kampung Wayang.

Kerajinan wayang di desa ini telah diwariskan secara turun-menurun sejak abad ke-17. Kesenian wayang kulit ini sudah dikelola dengan baik oleh masyarakat Desa Kepuhsari. Hal ini ditunjukkan dengan adanya beberapa sanggar yang menjadi pusat kegiatan berkesenian tatah sungging. Sanggar wayang juga menjadi tempat produksi wayang kulit yang nantinya akan dijual pada peminat wayang kulit.Wisatawan dapat berkeliling desa melihat aktivitas seniman membuat wayang, berfoto, atau membeli langsung produk wayang dari seniman.

Selain kerajinan wayang, Desa Kepuhsari juga memiliki beberapa potensi wisata alam yang dapat menjadi destinasi wisata lainnya. Beberapa wisata alam yang terdapat di Desa Kepuhsari yaitu wisata alam “Air Terjun Banyu Nibo” yaitu sebuah air terjun yang memiliki ketinggan 50 meter dan memiliki pemandangan disekitar air terjun  yang sangat indah, wisata alam “Gunung Kotak” yaitu puncak gunung yang memiliki batu tinggi dengan bentuk datar dan kotak pada puncaknya, selain itu terdapat pemandangan yang menarik yaitu berupa pemandangan hamparan hijau dan adanya lantai dari bebatuan yang terbentuk oleh alam, wisata alam “Kampung Batu” terletak di Dusun Tlogo, Desa Kepuhsari, pada wisata ini terdapat pemandangan asri desa yang dikombinasikan dengan bebatuan karst.

Masalah yang ditemukan di Desa Kepuhsari:

  1. Infrastruktur jalan kurang memadai, Sebagian jalan desa belum dilakukan pengaspalan sehingga perlu adanya pengaspalan jalan-jalan menuju desa wisata
  2. Warga desa belum memberikan dukungan yang optimal terhadap pengembangan wisata di desa Kepuhsari
  3. Kurangnya promosi terhadap potensi wisata
  4. Investor yang masih sangat minim
  5. Sistem manajemen yang masih sangat kurang

Solusi yang dapat ditawarkan:

  1. Dilakukannya pengaspalan pada setiap jalan desa sehingga dapat meningkatkan aksesibilitas jalan terhadap obyek wisata
  2. Dilakukannya sosialisai menyeluruh terhadap warga desa untuk pengoptimalan terhadap desa wisata
  3. Melakukan promosi secara menyeluruh dengan membuat website desa wisata dan promosi di social media
  4. Mencari dan menarik investor dalam pengelolaaan obyek wisata
  5. Meningkatkan manajemen pengelolaan pariwisata yang melibatkan masyarakat dengan memakai konsep Community Based Tourism (CBT).

  1. Memiliki banyak wisata alam yang memanjakan mata dan produk local berupa wayang kulit, hiasan dinding, kerajinan tangan, dan lain sebagainya.
  2. Terdapat paket wisata dimana para wisatawan dapat mengikuti workshop pembuatan wayang kulit, menginap di homestay, belajar tatah sungging wayang, belajar melukis wayang di kaca, dan berbagai pilihan lainnya.

Nama : RETNO LAWIYANI
Alamat : Jl. Bima I No.016 Desa Kepuhsari, Kec.Manyaran, Kab.Wonogiri
No. Telepon : 085326775388