MODAL NEKAT (MODEL GAME PUZZLE EDUKATIF ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN GENERAL LIFE SKILL (GLS) ANAK AUTIS) BERBASIS ARDUINO

Pertumbuhan penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 1,4 % dan diperkirakan akan bertambah hampir 3 juta orang pertahun. Proses pertumbuhan dan perkembangan terbagi dalam beberapa tahapan berdasarkan usia. Salah satu fasenya adalah masa prasekolah yaitu anak berusia 3-5 tahun. Anak-anak yang berusia 2,5 hingga 5 tahun mengalami peningkatan dalam pengucapan kata, anak mulai memproduksi ujaran yang lebih panjang, kadang secara gramatik kadang tidak. Namun terdapat beberapa anak yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara sempurna atau yang sering disebut dengan anak berkebutuha khusus. Salah satu anak yang berkebutuhan khusus adalah anak autis. Anak penyandang autis mempunyai gangguan dalam bidang interaksi sosial, yaitu tidak tertarik untuk bermain bersama teman, lebih suka menyendiri, senang menarik tangan orang lain, tidak peduli dengan kondisi di sekitar, dan minimnya kontak mata. Apabila kondisi ini tidak diatasi maka penderita autis akan mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan sosialisasi dengan orang lain sehingga dibutuhkan strategi baru untuk meningkatkan General Life Skill (GLS). Berdasarkan permasalahan tersebut perlunya solusi melalui PERI. PERI merupakan alat yang dilengkapi dengan switch/tombol yang dipasang pada papan puzzle, switch/tombol ketika ditekan, maka secara otomatis akan mengeluarkan suara seperti do’a sehari-hari. Model Games ini bermanfaat untuk memusatkan perhatian anak penderita autis terutama balita karena model desain yang menarik. Model games puzzle islami berbasis arduino Uno yang berbunyi do’a sehari-hari ini, dapat menjadi sarana bagi anak autis untuk meningkatkan General Life Skill kearah yang lebih baik. Puzzle ini bermanfaat untuk memusatkan perhatian anak penderita autis terutama balita karena model desain yang menarik. Melalui model games puzzle islami berbasis arduino Uno yang berbunyi do’a sehari-hari ini, dapat menjadi sarana bagi anak autis untuk meningkatkan General Life Skill kearah yang lebih baik. Harapannya dengan adanya puzzle ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutama anak autis. Keyword : Pertumbuhan dan Perkembangan, Anak Autis, General Life Skill (GLS), Puzzle.

Pertumbuhan penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan hingga 1,4 % pertahun. Angka pertumbuhan penduduk di Indonesia diproyeksikan mencapai 0,74. Jumlah penduduk di Indonesia diperkirakan akan bertambah hampir 3 juta orang pertahun pada beberapa tahun kedepan, yang artinya banyak hal yang harus dipersiapkan oleh pemerintah. Pertambahan penduduk yang demikian besar harus direspon dengan baik oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah (Profil Anak Indonesia, 2018). Pertumbuhan dan perkembangan merupakan hal yang terus terjadi secara berkesinambungan selama kehidupan manusia (Wong, Hockenberry, Wilson, Winkelstein & Schwartz, 2009). Pertumbuhan adalah meningkatnya jumlah dan ukuran sel pada saat membelah diri dan mensintesis protein baru yang menghasilkan peningkatan ukuran berat seluruh atau sebagian bagian sel. Perkembangan adalah bertambahnya struktur, fungsi dan kemampuan manusia yang lebih kompleks (Susanto, 2011). Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita, karena pertumbuhan dasar yang akan memengaruhi dan menentukan perkembangan kedepannya. Proses pertumbuhan dan perkembangan terbagi dalam beberapa tahapan berdasarkan usia. Salah satu fasenya adalah masa prasekolah yaitu anak berusia 3-5 tahun (Wong et al., 2009). Anak-anak yang berusia 2,5 hingga 5 tahun mengalami peningkatan dalam pengucapan kata, anak mulai memproduksi ujaran yang lebih panjang, kadang secara gramatik kadang tidak (Depkes RI, 2006). Pada personal sosial anak usia pra sekolah mencakup aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, namun terdapat beberapa anak yang tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara sempurna atau yang sering disebut dengan anak berkebutuhan khusus. Salah satu anak yang berkebutuhan khusus adalah anak autis. Anak penyandang autis mempunyai gangguan dalam bidang interaksi sosial, yaitu tidak tertarik untuk bermain bersama teman, lebih suka menyendiri, tidak ada atau sedikit kontak mata atau menghindar untuk bertatapan, senang menarik tangan orang lain untuk melakukan apa yang diinginkan (Rahmawati, 2012). Penyebab terjadinya autis diantaranya yaitu faktor genetik yang mengalami mutasi (Devlin & Scherer, 2012; Elamin & Al-Ayadhi, 2015). Penyebab autis juga dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu lingkungan, gangguan sistem imun, dan inflamasi. Inflamasi terjadi karena adanya mediator yang mengganggu kerja suatu jaringan sehingga menimbulkan respon terhadap mediator tersebut (putri dkk, 2017). Perkembangan gangguan autis mengalami peningkatan selama dua dekade terakhir (WHO, 2013). Amerika Serikat adalah salah satu negara dengan jumlah penderita autis terbanyak yaitu 1:68, dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 5:1 (CDC, 2016). Peningkatan gangguan autis juga terjadi di Asia salah satunya negara Indonesia. Tahun 2011 penderita autis di Indonesia 1:1000, lebih banyak dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya (Kementrian Kesehatan RI, 2015). Anak autis lebih asyik bermain sendiri, tidak peduli dengan kondisi di sekitar, minimnya kontak mata dan tidak bisa memperhatikan dengan baik pada saat diminta untuk melihat suatu objek. Padahal kemampuan perhatian adalah langkah awal untuk melakukan suatu kegiatan, Kemampuan perhatian yang tidak baik menyebabkan kesulitan dalam hal memahami objek dan menerima materi pembelajaran. Apabila kondisi ini tidak diatasi maka penderita autis akan mengalami hambatan dalam berkomunikasi dan sosialisasi dengan orang lain sehingga dibutuhkan strategi baru untuk meningkatkan General Life Skill (GLS). General Life Skill adalah kemampuan dan pengetahuan seseorang untuk berani menghadapi problema kehidupan dan mampu mengatasi dengan berinteraksi dan beradaptasi dengan orang lain. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk memusatkan perhatian adalah dengan melakukan permainan yang menyenangkan. Permainan yang dipilih penulis adalah puzzle karena mudah dilakukan dan tidak membutuhkan banyak biaya. Permainan puzzle juga bermanfaat untuk mengasah otak, melatih koordinasi mata dan tangan, melatih nalar, melatih kesabaran, dan pengetahuan. Permainan puzzle yang kami rancang untuk meningkatkan General life skill dilengkapi dengan arduino Uno yang mampu menghasilkan bacaan doa sehari-hari, model games ini akan menarik perhatian anak autis terutama yang berusia dibawah 5 tahun untuk memainkan permainan puzzle ini. Permainan puzzle ini memiliki manfaat lain yaitu doa sehari-hari akan meningkatkan pola berfikir anak menuju hal yang positif sehingga akan meningkatkan General Life Skill yang lebih baik. Penulis memilih anak autis sebagai sasaran permainan ini karena anak autis memiliki gangguan dalam bidang interaksi sosial sehingga diharapkan dengan adanya alat ini dapat meningkatkan General life skill ke arah yang positif melalui do’a sehari-hari.

1. Papan puzzle terbuat dari bahan ramah lingkungan. 2. Menggunakan Arduino Uno sebagai pembacaan proses kerja game puzzle. 3. Ketika puzzle dipasang, secara otomatis mengeluarkan bacaan 4. Dapat digunakan oleh semua anak.

Nama : Ainun Nabilla Mariana Safitri
Alamat : Jalan Conge, Ngembalrejo, Bae, Kudus
No. Telepon : 085701521324