GeCaci "Galantine Cikra-Cikri sebagai Home Industry"

ABSTRAK/RINGKASAN EKSEKUTIF

 

Cikra-cikri merupakan tanaman perdu yang sering ditemukan di pagar-pagar rumah dan terselip  di antara pagar-pagar tanaman. Cikra-cikri sering digunakan sebagai lalapan ataupun daunnya direbus lalu airnya diminum. Sayangnya, masyarakat hanya menggunakannya sebatas itu saja. Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk membuat sebuah inovasi di bidang olahan pangan dalam bentuk galantine yang berbahan dasar daun cikra-cikri dan hanya mengandung sedikit ayam, namun tetap memiliki rasa yang enak sehingga galantine cikra-cikri memiliki peluang sebagai home industry.

 Latar Belakang

 

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati. Di antara keanekaragaman hayati tersebut, terdapat berbagai macam tanaman  perdu. Salah satu tanaman tersebut adalah daun cikra-cikri (Polyscias fruticosa (L.) Harms) . Cikra-cikri dapat juga disebut kedondong laut, berlangkas, ataupun cakra-cikri. Tanaman cikra-cikri dapat dimanfaatkan sebagai lalapan dan tanaman obat. Meskipun demikian, kebanyakan masyarakat masih belum mengetahui manfaat dari daun cikra-cikri ini. Di negara-negara Asia,  daun dari tanaman ini digunakan sebagai penghilang bau badan. Sementara itu, akarnya juga digunakan sebagai diuretic, antidisentri, dan untuk menyembuhkan rematik. Namun, hingga kini kegunaannya yang paling banyak adalah sebagai ornament juga bumbu (Hidayat & Napitupulu, 2015 ). Cikra – cikri merupakan tanaman perdu yang tumbuh di pekarangan maupun di lahan kosong.

Masyarakat yang mengkonsumsi daun cikra-cikri sebagai makanan pada umumnya mengkonsumsi dalam bentuk lalapan. Dalam kenyataannya di masyarakat, tidak semua orang menyukai makanan dalam bentuk lalapan. Untuk mengatasi hal ini penulis mencoba mencari terobosan baru agar daun cikra-cikri lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat, yaitu dengan menyajikannya tidak dalam bentuk lalapan tetapi memadukannya dengan daging ayam, yaitu galantine. Hal tersebut dikarenakan galantine disukai oleh bayak disukai dari segala kalangan, baik anak – anak, dewasa, maupun orang tua. Selain itu, galantine juga dapat diolah lagi menjadi berbagai masakan maupun hanya digoreng saja. Dalam bentuk galantine, diharapkan lebih banyak masyarakat yang mau mengkonsumsi daun cikra-cikri.

Mengingat daun cikra-cikri mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, dan tidak semua orang mau mengkonsumsinya dalam bentuk lalapan, maka penulis tertarik untuk melakukan inovasi berupa penyajian daun cikra-cikri dalam bentuk galantine sebagai upaya menambah variasi olahan pangan. selain itu pembuatan produk galantine daun cikra – cikri juga berpeluang menjadi home industry dibidang olahan pangan karena keuntungan dari produksi galantine daun cikra – cikri cukup besar dan proses produksinya sederhana.

Keunggulan yang ditawarkan dan perbedaan bila dibandingkan dengan penemuan sebelumnya yang sejenis:

 

  • Daun cikra – cikri merupakan tanaman lokal yang mudah didapatkan

Daun cikra – cikri merupakan tanaman lokal yang biasa di temukan di Derah Jawa Barat. Namun, daun cikra – cikri juga dapat ditemukan di daerah selain Jawa Barat. Namun, masyarakat dari luar Daerah Jawa Barat jarang mengetahui apa itu daun cikra – cikri. Daun cikra – cikri dapat ditemukan di pekarangan maupun lahan kosong bahkan daun cikra – cikri juga dapat dibudidayakan sendiri. Pertumbuhan daun cikra – cikri sendiri relatif cepat.Dan salah satu dari tujuan pembuatan produk ini yaitu memperkenalkan daun cikra – cikri pada masyarakat umum.

  • Berpeluang untuk dijadikan home industry

Galantine daun cikra-cikri ini dapat dijadikan Home industry karena cara pembuatan galantine yang mudah, bahan – bahan untuk produksi yang mudah didapat,proses produksi yang sederhana, serta keuntungan dari penjulan galantine  daun cikra – cikri juga cukup besar.

  • Memiliki kadar kolesterol rendah

Galantine dun cikra – cikri memiliki kadar kolestrol yang rendah karena ayam yang digunakan lebih sedikit dari pada daun cikra – cikri. Pada kemasan pertama,daun yang digunakan adalah daun segar dengan perbandingan ayam dan daun cikra – cikri yaitu 1:2 (39 gr ayam dan 78 gr daun cikra – cikri segar). Sedangkan pada kemasan kedua,digunakan tepung daun cikra – cikri dengan  perbandingan ayam dan daun cikra – cikri yaitu 5:7 (35 gr ayam dan 25 gr  tepung daun cikra – cikri)

  • Memiliki harga yang lebih murah

Galantine daun cikra – cikri memilik harga yang lebih murah karena ayam yang digunakan sedikit dan daun cikra – cikri sendiri mudah untuk di dapatkan di pekarangan maupun lahan kosong  bahkan bisa dibudidayakan sendiri. Serta, bahan – bahan yang lainnya memiliki harga sesuai standar pasar.

No.

Jenis Galantine

Harga per 800 gram

1.

Galantine daun cikra-cikri

Rp 32.000,00

2.

Galantine biasa

Rp 48.000,00

Nama : Lusia Dara Sari
Alamat : Jl. Adi Sucipto No.40, Kerten, Kec. Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57143
No. Telepon : 08562876752