Optimalisasi Penjualan Golden Berry Melalui Pembuatan Produk KRENIS

Golden berry merupakan buah yang mengandung banyak khasiat kesehatan. Namun, rasanya yang asam membuat golden berry kurang diminati masyarakat dan kurangnya pengetahuan masyarakat akan kandungan gizi yang terdapat pada buah golden berry menjadi faktor rendahnya keberadaan golden berry. Oleh karena itudiperlukan upaya pemanfaatan golden berrymenjadi produk KRENIS sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalahmengolah golden berry menjadi produk KRENIS yang optimal dalam meningkatkan nilai jual, mengetahui bahwa kerupuk golden berry (KRENIS) diminati masyarakat, khususnya di Kabupaten Purworejo, dan mengetahui kandungan gizi yang terdapat dalam golden berry tidak hilang setelah diolah menjadi produk KRENIS.Metode penelitian ini, yaitu eksperimental dan uji laboratorium. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa  produk KRENIS optimal dalam meningkatkan penjualan golden berrydan kandungan gizi yang terdapat pada golden berry tidak hilang setelah diolah menjadi produk KRENIS. Hal itu dibuktikan dengan tingginya minat konsumen terhadap produk KRENIS, sehingga nilai jual golden berry meningkat setelah diolah. Selain itu, pada kerupukmatang (KRENIS) mengandung Vitamin C 5,83 mg/100 gr, Vitamin E (+), Lemak 21,58 gr/100 gr, dan Protein 4,68 gr/100 gr. Harga jual golden berry mentah seberat 400 gram, yaitu Rp16.000,00,setelah menjadi produk KRENIS terjual dengan harga Rp75.000,00 (30 kemasan).Kesimpulan dari penelitian ini adalaholahan golden berry  menjadi produk KRENIS diminati oleh masyarakat Kabupaten Purworejo.

 

Kata kunci : golden berry, produk KRENIS, optimal

Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan semakin tinggi. Salah satunya, yaitu penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat juga perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi karena memiliki efek jangka panjang terhadap kesehatan. Makanan yang dikonsumsi hendaklah makanan yang bergizi. Puspadewi et.al. (2014) menyatakan bahwa gizi  yang  baik  diperoleh  dari  pangan  sehat.  Pangan  yang  sehat  adalah  pangan  yang mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin, serta bebas dari kuman, bahan berbahaya, bahan cemaran dan bahan tambahan makanan yang  tidak  diperbolehkan  seperti  formalin,  boraks, dan lain-lain. Menurut Notoatmodjo (2010) persepsi seseorang akan memengaruhi sikap dan perilakunya,  seperti  dalam  penelitian  Lake et al. (2007)  bahwa  persepsi  berhubungan  secara bermakna  dengan  kebiasaan  perilaku.  Persepsi remaja  terhadap  pangan  sehat  diduga  akan  berpengaruh  terhadap  pemilihan  pangan  yang  akan dikonsumsi,  sehingga  akan  menentukan  kebiasaan makan sehatnya (Lake et  al., 2007).

Makanan  yang  sehat  adalah makanan  yang  mengandung  gizi  seimbang. Yang  dimaksud  dengan  gizi  seimbang  adalah makanan yang dikonsumsi mengandung beraneka ragam zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur   dalam   takaran   porsi   makan   yang   sesuai   dengan   kebutuhan   tubuhnya   (Sri Adiningsih,  2010).  Makanan  yang  sehat  adalah  makanan  yang  seimbang,  baik  dari  segi kualitas  maupun  kuantitasnya. Tubuh  manusia  membutuhkan  makanan  seimbang  yang  bisa dikonsumsi  dan  diserap,  serta  menggantikan  zat-zat  yang  hilang  darinya.  Makanan alami merupakan bahan makanan yang mengandung banyak khasiat. Salah satunya, yaitu makanan nabati yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

Tumbuhan golden berry dapat tumbuh secara liar dan subur di area persawahan tanpa adanya perlakuan khusus. Namun, buah golden berry belum dimanfaatkan secara optimal di Wilayah Kabupaten Purworejo. Golden berryadalah salah satu buah yang mengandung banyak khasiat dan berasal dari bahan alami tumbuhan. Menurut Nisa (2019), golden berry atau yang dikenal dengan istilah ciplukan dikalangan masyarakat merupakan buah yang memiliki nilai gizi yang baik (vitamin A, C dan E, potasium, fosfor dan kalsium), serta diketahui memiliki manfaat kesehatan. Ciplukan umumnya di komersialisasikan sebagai produk segar, buahnya juga digunakan dalam saus, sirup, marmalades dan produk dehidrasi (mirip dengan kismis anggur). Pada ciplukan yang mengandung pro vitamin A terdapat β-Karoten sebesar 76,8% yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi 78% (Hassanien, 2008), namun sampai saat ini golden berry belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat karena kurangnya pengetahuan akan kandungan gizi golden berry. Selain itu, golden berry kurang diminati karena rasanya yang asam. Oleh karena itu akan dilakukan pemanfaatan buah golden berry menjadi salah satu produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai gizi tinggi sebagai jajanan sehat bagi anak-anak, yaitu KRENIS.

KRENIS adalah inovasi produk dari buah golden berry berupa kerupuk yang memiliki varian rasa, antara lain original, pedas, daun jeruk, dan bawang goreng, sebagai upaya pemanfaatan bahan alami dari daerah lokal. Kerupuk dipilih sebagai produk inovasi dari buah golden berry, karena kerupuk merupakan salah satu makanan yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai lauk makan maupun camilan.Selain itu, dalam produk KRENIS tidak mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan)

Produk KRENIS yang kami jual seharga Rp2.500,00 perpouch. Harga tersebut sangat terjangkau untuk semua golongan masyarakat, terlebih kerupuk golden berry mengandung banyak khasiat bagi kesehatan. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi kerupuk golden berry, masyarakat akan mendapat banyak khasiat kesehatan, dan dapat meningkatkan penjualan golden berry. Rumusan masalah dalam penelitian ini :

  1. Apakah produk KRENIS optimal dalam meningkatkan penjualan golden berry?
  2. Apakah kerupuk golden berry diminati oleh masyarakat Kabupaten Purworejo?
  3. Apakah kandungan gizi yang terdapat dalam golden berry tidak hilang setelah diolah menjadi produk KRENIS?

Berbagai penelitian belakangan ini menemukan, bahwa buah golden berry dapat dimanfaatkan menjadi selai, teh, sirup, kismis, dan foodbar. CimplukanFoodbar (CHIPBAR) adalah hasil inovasi mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.CHIPBAR hadir untuk merespon pergerakan konsumen di Indonesia yang mulai mengarah pada gaya hidup sehat. Salah satunya, melalui camilan-camilan yang bisa mengenyangkan dalam sekali makan.

Selain itu, terdapat penemuan lain dari empat orang mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM) membuat produk minuman olahan dari golden berry. "Kami mencoba membuat produk ini karena golden berry sudah banyak digunakan sebagai ramuan obat diantaranya diabetes," ungkap Denok dalam acara Research Week 2012 di Graha Sabha Pramana UGM, Jumat (20/7/2012).

Berdasarkan hasil penelusuran kami belum terdapat produk inovasikerupuk golden berry. Untuk itu kami mengkreasikan goldenberryuntuk diolah menjadi kerupuk, karena kerupuk mudah dibuat, harganya terjangkau disukai olehsemua golongan masyarakat, serta terdapat 4 varian rasa menarik, yaitu rasa original, pedas, daun jeruk, dan bawang goreng. Disamping untuk makanan pendamping, kerupuk goldenberry juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Penjualan produk KRENIS terbukti mampu meningkatkan penjualan golden berry. Hal itu dapat dilihat dari laba yang diperoleh setelah buah golden berry diolah menjadi produk KRENIS. Harga golden berry berkisar Rp16.000 per400 gram. Setelah diolah, golden berry seberat 400 gram dan dicampur dengan bahan lainnya menghasilkan 30 pouch produk KRENIS dengan total harga Rp75.000,00. Sehingga, produk KRENIS dapat menjadi olahan inovatif yang menguntungkan.

Nama : Annisa Dwi Anggraeni
Alamat : Desa Megulung Kidul, RT 03/RW 02, Kecamatan Pituruh Kabupaten Purworejo
No. Telepon : 0895376675459