Para petani di Desa Krandegan dengan luas lahan pertanian sekitar 65 hektar, sering mengalami kesulitan terkait irigasi. Para petani sulit untuk memenuhi kebutuhan air untuk lahannya karena posisi Krandegan yang ada di ujung saluran irigasi (pethit dalam Bahasa Jawa).
Awalnya, para petani mengairi sawahnya dengan cara menyedot air tanah melalui sumur dengan pompa air berbahan bakar minyak. Tahap berikutnya, sekitar tahun 2013, Pemerintah Desa Krandegan mencoba membantu para petani dengan menyedot air sungai dengan pompa air besar bertenaga 18 dan 25 PK. Biaya untuk BBM dalam sehari semalam bisa mencapai 400 ribu Rupiah, Angka yang sangat besar, apalagi tidak bisa didanai dengan dana desa.
Sekitar tahun 2022, Desa Krandegan mencoba melakukan transisi energi dari energy fosil ke energy surya. Pemerintah Desa membangun Pembangkit Listrik
Tenaga Surya berkapasitas 18 ribu watt untuk menggerakkan pompa air tenaga surya. Setelah adanya teknologi ini, biaya yang dikeluarkan jauh lebih kecil karena tidak perlu membeli BBM sebagaimana sebelumnya.
Tetapi masalah belum selesai dan butuh solusi. Ada banyak sawah yang lokasinya jauh dari saluran air atau lokasinya tinggi, sehingga air tidak bisa menjangkau ke lokasi sawah yang tersebut. Masalah ini memacu Pemerintah Desa Krandegan mencarikan solusi. Bersama tim, akhirnya muncullah ide untuk membuat pompa air yang mobile, canggih, efisien, dan ramah lingkungan. Dari hasil diskusi, penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh tim, muncullah ide membuat Gerandong (Gerobak Surya Tenaga Dorong).
Gerandong ini tercipta dari modifikasi pompa tenaga surya yang sebelumnya telah Kami miliki. Pompa tenaga surya yang tadinya permanen dan manual dalam menghidupkan, mematikan, dan memonitor, Kami modifikasi menjadi unit yang bisa dipindahkan dan dikontrol dari jarak jauh dengan smartphone.
Inovasi ini bisa menyelesaikan salah satu permasalahan yang kerap dihadapi petani, yaitu ketersediaan air untuk lahan mereka. Sebagaimana yang Kami lakukan di Krandegan, jika sebelumnya dalam setahun hanya panen sekali atau dua kali, saat ini bisa panen setahun tiga kali. Otomatis hal ini akan meningkatkan ketahanan pangan dan tingkat ekonomi serta kesejahteraan masyarakat
Sebelum membangun Gerandong ini, Kami sudah memiliki pembangkit listrik tenaga surya yang Kami gunakan untuk irigasi bagi petani memenuhi kebutuhan air bagi tanaman padinya. Hanya saja, sistem yang Kami gunakan sebelumnya adalah sistem permanen, di mana lokasi panel surya dan lokasi pompa tidak bisa dipindah ke tempat lain. Selain itu, cara menghidupkannya pun harus manual, datang ke lokasi dan memindah tombol ke posisi on. Demikian pula saat mematikan, harus datang dan memindah saklar ke posisi off.
Dalam praktek di lapangan, sering didapati ada sawah / wilayah yang tidak bisa dijangkau dengan sistem yang ada. Air dari pompa tidak bisa sampai ke sawah karena lokasi yang tinggi atau terlalu jauh.
Dari masalah itulah, Kami mencoba mencari solusi untuk menghadirkan pompa tenaga surya yang bisa dipindahkan tempat / mobile dan bisa dihidupkan, dimatikan, serta dipantau dari jarak jauh dengan smartphone. Di sinilah letak keunikan / perbedaan dibandingkan pompa tenaga surya lainnya.
| Nama | : | DWINANTO |
| Alamat | : | DESA KRANDEGAN RT 01 RW 02KECAMATAN BAYAN, KABUPATEN PURWOREJO |
| No. Telepon | : | 081226942679 |