ABSTRAK
Program pemerintah MBG (Makan Bergizi Gratis) menekankan produksi pangan yang aman, bergizi, dan berkualitas. Salah satu tantangan utama adalah memastikan daging yang digunakan tetap segar dan tidak mengalami kebusukan sejak tahap awal rantai pasok di SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, dikembangkan inovasi Carnis Volatile Detector (CARNOV) yang berfungsi mengidentifikasi kebusukan daging melalui gas volatil hasil awal pembusukan, seperti hidrogen sulfida (H?S) dan amonGia (NH?).
CARNOV dirancang menggunakan sensor pendeteksi warna, sensor hidrogen sulfida (H?S) dan sensor amonia (NH?), dengan bodi stainless steel 304 yang higienis dan anti karat, sehingga sesuai standar keamanan pangan. Prinsip kerja sistem adalah mendeteksi jejak gas pembusukan yang muncul pada tahap awal degradasi protein, sehingga kualitas daging dapat dipastikan sebelum masuk ke tahap produksi lebih lanjut.
Prototipe ini telah diuji di dua SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dengan hasil yang menunjukkan kemampuan mendeteksi indikasi kebusukan secara dini. Dengan demikian, inovasi ini berperan sebagai lini pertama pengawasan kualitas daging untuk mendukung UMKM produsen daging, dan meningkatkan keberhasilan program MBG.
Kata Kunci : Kualitas Daging, MBG, Pendeteksi kesegaran
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan mengatasi stunting di Indonesia justru menghadapi masalah serius dari awal kemunculannya. Sepanjang Januari–Februari 2026, data JPPI mencatat 4.755 siswa menjadi korban keracunan MBG, dengan Januari saja mencapai 2.835 orang dan Februari 1.920 orang. Kasus terbaru terjadi pada awal April 2026, di antaranya 72 siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur yang mengalami mual, muntah, dan diare setelah menyantap menu program ini. Gejala serupa juga muncul di berbagai daerah, sering kali setelah siswa mengonsumsi daging ayam tak segar, basi, atau masih mentah. [1]
Penyebab utama adalah kegagalan pengawasan kualitas daging dalam rantai pasok MBG. Daging ayam sering disimpan tanpa suhu terkontrol atau diolah di dapur yang minim higiene. Pada Maret 2026, Bareskrim Polri menyita sekitar 9–14 ton daging domba impor kedaluwarsa di Tangerang yang siap diedarkan ke pasar tradisional. Daging busuk ini lolos karena hanya mengandalkan pemeriksaan visual dan penciuman manual yang subjektif. Di sekolah, daging tak segar tetap diproses dan disajikan tanpa deteksi dini yang memadai. [2]
Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo dari UGM menyoroti bahwa akar masalah terletak pada lemahnya regulasi dan pengawasan, serta skala produksi di SPPG yang melebihi kapasitas. Sementara itu, Dr. dr. Citra Indriani dari nnnnnnnn Kedokteran Tropis UGM menekankan kesenjangan penerapan Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) dan terbatasnya pengetahuan pelaksana di lapangan. Kajian Jurnal Basicedu (2025) juga menganalisis bahwa keracunan MBG menurunkan stamina siswa, meningkatkan absensi sakit, serta menyebabkan trauma psikologis pada anak dan orang tua. [3,4]
Situasi ini bukan lagi insiden kecil, melainkan krisis berulang yang menggerus kepercayaan publik. Ribuan anak diracuni oleh program yang seharusnya melindungi mereka. Di tengah kegagalan pengawasan manual, Carnis Volatile Detector (CARNOV) hadir sebagai solusi alternatif yang inovatif. Alat ini mendeteksi senyawa gas volatil (VOC) yang dilepaskan daging saat mulai membusuk — jauh sebelum terlihat atau terbau oleh manusia. CARNOV bekerja secara real-time dalam hitungan menit, objektif, dan mudah digunakan dilini produksi, gudang chiller, maupun dapur SPPG. Dengan mengadopsi CARNOV sebagai pelengkap, daging busuk dapat langsung ditolak sebelum disajikan, sehingga risiko keracunan dapat ditekan secara signifikan.
D. KEUNGGULAN DAN PERBEDAAN DIBANDING TEMUAN SEJENIS
CARNOV hadir di pasar dengan beberapa keunggulan yang membuatnya berbeda dari inovasi sejenis:
| Nama | : | Raihan Putra Maulana |
| Alamat | : | CWHH+WHM, Area Sawah Dan Perkebunan, Pandeyan, Kec. Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah 57722 |
| No. Telepon | : | 0882005016884 |