File video sejak dahulu memiliki filesize yg sangat besar. Semakin berkembangnya teknologi kamera membuat resolusi video menjadi semakin tinggi, sehingga menyebabkan filesize pun juga semakin besar. Saat ini satu video beberapa menit bahkan bisa berukuran ratusan Megabytes hingga sekian Gigabytes. Ini tentu memunculkan masalah storage device yang cepat penuh, dimana hampir semua orang pernah mengalaminya.
Produk video compression yg ada di dunia sejauh ini terpaku dalam 2 hal : 1) Jika prosesnya otomatis maka video harus diupload ke server sehingga memakan bandwidth yang sangat besar serta memunculkan masalah privasi, dan 2) jika prosesnya manual offline, maka perlu technical expertise yg tinggi, yaitu skill tentang video & audio transcoding, dimana 90% orang tidak paham sama sekali tentang hal tsb.
Inovasi yang diciptakan ini merupakan teknologi hybrid "efficient client side video compression", yaitu sebuah terobosan dimana kita bisa mengurangi filesize video hingga 80%++ reduksi dalam resolusi yg sama (video 4K tetap 4K, 1080p tetap 1080p, dst), dengan sangat mudah tanpa perlu mengkonfigurasi apapun. Tinggal pilih video, tunggu prosesnya, lalu simpan. Semua processing dilakukan secara local dalam device tanpa upload ke server (client-side), sehingga hemat bandwidth & privasi pengguna tetap terjaga. Dari sisi kompresi maupun proses, ini merupakan terobosan yang sangat efisien.
Teknologi ini sudah live dan bisa digunakan di https://pixelmin.com. Sejauh ini statistik request pengguna berasal dari berbagai negara di belahan dunia. Mudah-mudahan inovasi ini bisa bermanfaat luas serta membawa nama Indonesia ke kancah internasional.
A. Masalah : "Storage Full" karena Video, tapi Existing Kompresi Video yg ada Malah Membuat Masalah Baru atau Tidak Menyelesaikan Masalah.
1. Ukuran Video Semakin Hari Semakin Besar.
Sejak dahulu video memang berukuran besar, tetapi semakin hari ukuran file video bukannya semakin kecil, melainkan malah semakin besar. Hal ini dikarenakan teknologi kamera akan terus menghasilkan gambar/video dengan resolusi yang semakin tinggi, yang berdampak pada semakin besarnya ukuran file video.
2. Saking Besarnya Ukuran Video, Orang jadi Enggan Merekam Video, Meskipun Kamera Tersedia di Genggaman Tangan
Bahkan saat ini, banyak kamera smartphone yang membutuhkan ratusan Megabytes hingga sekian Gigabytes hanya untuk merekam video beberapa menit. Hal ini menjadikan banyak orang enggan untuk merekam video di momen-momen yang penting, padahal video merupakan media utama dalam dokumentasi yg hidup.
3. Keterbatasan Produk Kompresi Video yang Ada Saat Ini
Kalaupun ingin melakukan Kompresi Video, saat ini yg tersedia opsinya hanya ada 2 jenis kompresi video :
a) Cara Relatif Mudah (Online), tapi Video Harus Diupload
Kekurangan :
- Memakan terlalu banyak kuota internet. Bila video berukuran 500MB, maka perlu 500MB utk upload + sekian MB untuk download hasilnya.
- Video diupload ke server, memunculkan masalah privasi.
- Meskipun lebih mudah, tetap tidak sepenuhnya zero-config, dimana kita masih harus memilih presets dll.
b) Manual (Offline), tapi perlu technical expertise sangat tinggi
Kekurangan :
- Perlu keahlian tentang video & audio transcoding + algoritma codec + muxer & demuxer + eksekusi command-line via terminal
- 90% lebih orang jelas tidak paham.
- Diantara sedikit orang yang paham, mereka pun juga perlu waktu yang sangat lama hanya untuk mencari konfigurasi yg tepat, belum processingnya itu sendiri juga memerlukan waktu lama.
B. Solusi : Terobosan "Highly Efficient Client-side Video Compression" dengan Kapabilitas Kompresi hingga 80%++ Reduksi yg Privacy-friendly
Terobosan inovasi teknologi ini hadir untuk menyelesaikan masalah global yang belum bisa diselesaikan oleh existing solution saat ini.
Sejauh ini solusi existing yang ada, pasti memiliki salah satu kekurangan berikut yang menyebabkannya kurang optimal :
- Perlu upload video sehingga memakan bandwidth internet besar, atau
- Membutuhkan technical expertise tinggi, atau
- Perlu otak atik konfigurasi preset, dimana hasil video bisa rusak, atau
- Hasil reduksinya tidak signifikan.
Sedangkan Inovasi teknologi yang ditawarkan ini :
+ Mampu mereduksi filesize video hingga 80%++ reduksi
+ Tidak memerlukan upload video untuk proses kompresinya (hemat bandwidth)
+ Fully Zero Config, tidak memerlukan technical expertise apapun (paling mudah dari yang termudah)
C. Sejarah Inovasi
Sekitar tahun 2025 inovator mengalami permasalahan yang dialami sendiri bahwa ponselnya penuh, dan untuk menghapus file-file video terasa berat karena itu adalah dokumentasi hidup atas momen-momen yang terjadi di hidupnya.
Lalu inovator berusaha melakukan kompresi video menggunakan produk kompresi video yang ada, tetapi tidak menemukan solusi yang benar-benar berhasil menyelesaikan masalah tanpa membuat masalah baru.
Muncul suatu pemikiran bahwa bila si inovator yang sudah berkecimpung di dunia IT selama belasan tahun saja kesulitan dalam masalah "Storage Full" & filesize video yg sangat besar, bagaimana dengan masyarakat lain yang awam terhadap IT?
Maka dari itu di tahun 2025, inovator mulai mengembangkan suatu terobosan kompresi video yang bisa digunakan dengan mudah untuk mereduksi filesize video.
Akhirnya di bulan Maret 2026, teknologi ini berhasil dilaunch di https://pixelmin.com dan mendapat beberapa feedback, serta terus dilakukan continuous improvement. Saat ini, trafficnya berasal dari berbagai negara di belahan dunia.
1. Solusi Existing: Online Video Compression di Cloud
Contoh: veed.io, videocompress.ai, freeconvert.com, dll
Ciri khas : Video diupload untuk diproses di server pihak ketiga.
Kekurangan :
- Video perlu diupload ke server mereka
- Memakan kuota internet besar (1GB video akan memakan 1GB++ kuota internet)
- Perlu menunggu waktu upload + waktu proses + waktu download
- Memunculkan isu privasi
- Lebih mudah dibandingkan offline manual dengan video editor, tapi tidak sepenuhnya zero-config.
2. Solusi Existing: Offline Video Editor di Desktop
Contoh: Adobe Suite, Handbrake, FinalCut, VLC, DaVinci Resolve, FFMPEG, dll
Ciri khas : Tidak perlu upload video, tapi prosesnya kompleks karena termasuk aplikasi Video Editor, dan 90% orang tidak akan menggunakan aplikasi tersebut hanya untuk melakukan kompresi video.
Kekurangan :
- Perlu install aplikasi yang besar,
- Perlu technical expertise yang tinggi (paham tentang video & audio transcoding, muxer + demuxer, manual editing, dan mungkin command-line prompt)
- Learning curve paling tinggi
- Aplikasi offline lebih kearah video editor dan bukan video compression
3. Solusi Existing: Offline Video Compressor di Mobile App
Contoh: Compress Video Size Compressor App, Panda Video Compress & Convert App, Video Compress App.
Ciri khas : App yang bisa digunakan, tapi banyak yang menilai mobile apps semacam itu cenderung berkualitas rendah.
Kekurangan :
- Manual, masih harus mengutak-atik dan mencoba berkali-kali berbagai konfigurasi preset.
- Hasil kurang optimal
- Terdapat iklan yang mengganggu (intrusive-ads),
- Patut berhati-hati bila ads mengandung jebakan/malware yang dapat merusak atau menghack device.
4. Terobosan Inovasi: "Efficient Client-side Video Compression"
Keunggulan :
(+) Sangat efisien, bisa mereduksi hingga 80++ reduksi dengan resolusi yang sama (4K tetap 4K, 1080p tetap 1080p, dst)
(+) Tidak perlu upload video
(+) Fully Zero Config & otomatis, tidak perlu utak-atik macam-macam.
(+) Tidak perlu technical expertise apapun (paling mudah dari yang termudah)
(+) Dari sisi teknologi kompresi, lebih efisien & lebih baik daripada yang solusi existing mobile app.
| Nama | : | Priya Bagus Sasikirono (ACIK) |
| Alamat | : | Perum DepKes D1/33, Kramat Utara, Kota Magelang |
| No. Telepon | : | 085331472147 |