Krisis global akibat mikroplastik dan bahan kimia karsinogenik semakin mengancam kesehatan manusia serta keberlanjutan ekosistem. Industri kosmetik berkontribusi melalui penggunaan polimer sintetis pada sampo cair dan limbah botol plastik, sementara kamfer rumah tangga berbahan naftalena melepaskan senyawa volatil beracun yang berisiko bagi sistem respirasi. Penelitian ini menawarkan solusi berbasis ekonomi sirkular melalui biorefineri upcycling limbah kulit buah (jeruk, nanas, dan apel) dengan bantuan inokulan probiotik Lactobacillus spp.
Proses biokonversi menghasilkan dua produk komoditas hijau, yaitu Combo Bar (sabun-sampo-conditioner padat 3-in-1) dan bio-kamfer alami. Fermentasi menghasilkan Alpha-Hydroxy Acid (AHA) alami dan bioserum kaya antioksidan yang diformulasikan menjadi solid bar untuk menutrisi rambut dan kulit, sekaligus menghilangkan penggunaan mikroplastik dan kemasan plastik pada sampo cair. Sisa fermentasi dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri seperti limonene dan terpenoid melalui distilasi ramah lingkungan, kemudian dikristalisasi menjadi bio-kamfer hidrofobik yang berfungsi sebagai pengusir serangga dan antijamur biodegradable pengganti naftalena.
Analisis finansial menunjukkan efisiensi biaya tinggi dengan HPP sabun Rp4.850 dan HPP kamfer Rp3.100 serta potensi keuntungan premium di pasar global. Inovasi ini mendukung pengurangan mikroplastik dan substitusi bahan kimia berbahaya, sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Permasalahan pencemaran mikroplastik dan kontaminasi bahan kimia karsinogenik menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan karena berdampak langsung terhadap kesehatan manusia dan keberlanjutan lingkungan. Salah satu sektor yang berkontribusi besar terhadap permasalahan tersebut adalah industri kosmetik, khususnya melalui penggunaan sampo cair konvensional yang mengandung polimer sintetis sebagai mikroplastik primer. Selain itu, penggunaan kemasan plastik sekali pakai pada produk sampo turut menghasilkan mikroplastik sekunder yang sulit terurai di lingkungan. Di sisi lain, produk rumah tangga seperti kamfer umumnya masih menggunakan naftalena berbahan dasar petrokimia yang dikategorikan sebagai senyawa karsinogenik Grup 2B oleh IARC dan dapat melepaskan gas volatil berbahaya bagi sistem respirasi manusia.
Kondisi tersebut menunjukkan perlunya inovasi produk ramah lingkungan yang mampu mengurangi sumber pencemaran sejak dari hulu (source reduction). Salah satu pendekatan yang potensial adalah pemanfaatan limbah organik melalui konsep biorefineri dan ekonomi sirkular. Limbah kulit buah seperti jeruk, nanas, dan apel memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan kembali melalui proses biokonversi menggunakan inokulan probiotik Lactobacillus spp. Proses fermentasi ini mampu menghasilkan Alpha-Hydroxy Acid (AHA) alami, bioserum kaya antioksidan, serta minyak atsiri seperti limonene dan terpenoid yang bernilai ekonomi tinggi.
Melalui pendekatan tersebut, limbah kulit buah dapat diolah menjadi produk inovatif berupa Combo Bar (sabun-sampo-conditioner padat 3-in-1) yang bebas mikroplastik dan minim kemasan plastik, serta bio-kamfer alami yang biodegradable sebagai alternatif pengganti naftalena sintetis. Selain memberikan manfaat ekologis dan kesehatan, inovasi ini juga memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
| Nama | : | Tri Suhartini, S.Si |
| Alamat | : | Jalan Sempor 4 No C/13, Lembah Hijau Dsn. Seneng Ds Banyurejo, Kec. Mertoyudan |
| No. Telepon | : | 081328859773 |