SERANAYA: Inovasi Sabun Fungsional Ramah Lingkungan Berbasis Minyak Jelantah

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Seranaya, sabun mandi batang berbahan
dasar minyak jelantah yang diperkaya dengan minyak sereh, minyak zaitun, dan butiran jagung
lembut sebagai solusi pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk fungsional yang aman dan
ramah lingkungan. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai pembersih kulit, tetapi juga
memberikan efek relaksasi dan pengusir nyamuk alami berkat kandungan minyak atsiri dari sereh.
Penelitian dilakukan dengan pendekatan Research and Development (R&D) yang mencakup
penjernihan minyak jelantah, formulasi sabun, uji laboratorium, serta evaluasi terhadap kualitas
dan kenyamanan produk. Hasil uji menunjukkan bahwa Seranaya memenuhi standar mutu sabun
padat berdasarkan SNI 3532:2021, baik dari segi kadar air, pH, maupun alkali bebas.
Formula Seranaya telah diimplementasikan dalam kegiatan Projek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan oleh siswa kelas 7 SMPN 1
Ambarawa pada tahun pelajaran 2024/2025. Dalam kegiatan ini, setiap kelas dibagi menjadi 6
kelompok, dan tiap kelompok memproduksi 5 sabun dari minyak jelantah yang dibawa dari rumah.
Produk dijual dengan harga Rp5.000 per batang melalui koperasi sekolah, kegiatan pameran atau
gelar karya, serta penjualan daring. Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan produksi
dan wirausaha kepada siswa, tetapi juga meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya
pengelolaan limbah dan keberlanjutan lingkungan. Seranaya diharapkan dapat direplikasi di
komunitas lain sebagai langkah konkret dalam mendukung ekonomi sirkular dan inovasi berbasis
kearifan lokal.
Kata Kunci: Seranaya, sabun alami, minyak jelantah, sereh, P5, R&D, keberlanjutan

Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang jumlahnya sangat besar namun
belum dikelola secara optimal. Berdasarkan laporan Traction Energy Asia (2021), Indonesia
menghasilkan sekitar 1,2 hingga 1,6 juta kiloliter minyak jelantah setiap tahun hanya dari rumah
tangga dan pelaku UMKM di wilayah Jawa–Bali. Sebagian besar minyak ini dibuang ke saluran
air atau tanah, menyebabkan pencemaran lingkungan yang signifikan. Menurut survei yang
dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lebih dari 55%
masyarakat membuang minyak jelantah langsung ke lingkungan tanpa pengolahan, padahal limbah
ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan baku sabun
ramah lingkungan.
Di sisi lain, Indonesia juga kaya akan tanaman aromatik lokal seperti serai (Cymbopogon
citratus), zaitun, dan jagung yang memiliki manfaat fungsional tinggi. Minyak sereh mengandung
senyawa citronellal dan geraniol yang terbukti memiliki sifat antibakteri, antifungi, sekaligus
mampu mengusir nyamuk secara alami (Yuliani dkk., 2023). Minyak zaitun memberikan efek
pelembap alami untuk kulit, sedangkan butiran jagung halus berfungsi sebagai eksfoliator lembut
yang membantu membersihkan sel kulit mati. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam
Cakra Kimia (2023), formulasi sabun yang menggunakan minyak sereh menunjukkan efektivitas
antibakteri yang signifikan terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Kombinasi
bahan-bahan ini dapat menghasilkan sabun alami yang higienis, multifungsi, dan ramah
lingkungan.
Berangkat dari permasalahan dan potensi tersebut, kami mengembangkan sabun batang
alami bernama Seranaya, yang memanfaatkan minyak jelantah, minyak sereh, minyak zaitun, dan
butiran jagung lembut. Pengembangan dilakukan melalui pendekatan Research and Development
(R&D), dengan tahapan mulai dari formulasi, uji laboratorium, hingga uji kenyamanan pengguna.
Formula Seranaya telah diimplementasikan dalam kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila (P5) bertema Gaya Hidup Berkelanjutan oleh siswa kelas 7 SMPN 1 Ambarawa pada
tahun pelajaran 2024/2025. Setiap kelas dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing memproduksi
lima sabun dari minyak jelantah yang dibawa dari rumah, kemudian menjualnya melalui koperasi
sekolah, pameran, dan platform daring seharga Rp5.000 per batang. Inisiatif ini tidak hanya
memberi solusi bagi limbah minyak jelantah, tetapi juga membentuk kesadaran lingkungan,
keterampilan kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis sekolah.

a. Ramah Lingkungan:
SERANAYA (Sabun dari Komposisi Minyak Jelantah) menggunakan bahan baku utama
dari limbah rumah tangga berupa minyak jelantah, yang secara signifikan mengurangi
pencemaran lingkungan dibandingkan produk sabun biasa yang menggunakan minyak
murni. Proses ini juga membantu mengurangi volume limbah rumah tangga.
b. Mendukung Pendidikan Berkelanjutan:
Produk ini merupakan bagian dari program pendidikan berkelanjutan di SMPN 1
Ambarawa, yang mengajarkan siswa tentang pentingnya daur ulang dan pengolahan
limbah. Hal ini memberikan nilai tambah edukatif yang tidak dimiliki oleh produk sabun
lainnya.
c. Kualitas Terjamin:
SERANAYA telah melalui uji laboratorium yang dilakukan oleh Universitas Kristen Satya
Wacana (UKSW), dan hasilnya menunjukkan bahwa produk ini memenuhi standar kualitas
sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ini memastikan bahwa SERANAYA
aman digunakan dan memiliki kualitas yang setara dengan sabun komersial lainnya.
d. Harga Terjangkau:
Dengan harga Rp5.000 per pcs, SERANAYA menawarkan produk sabun berkualitas
dengan harga yang sangat terjangkau, menjadikannya lebih ekonomis dibandingkan
dengan sabun komersial yang biasanya lebih mahal.
e. Penggunaan Sumber Daya Lokal:
SERANAYA dibuat dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia, yaitu minyak
jelantah yang dikumpulkan dari rumah-rumah di sekitar sekolah. Hal ini tidak hanya
mendukung ekonomi lokal tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan
pentingnya pengelolaan limbah.
f. Proses Produksi Sederhana dan Replikatif:
Proses pembuatan SERANAYA relatif sederhana dan dapat direplikasi dengan mudah,
sehingga memungkinkan untuk diterapkan di berbagai komunitas atau sekolah lain yang
ingin mengadopsi pendekatan serupa dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi
produk bernilai.
g. Meningkatkan Keterampilan Siswa:
Melalui proses pembuatan SERANAYA, siswa memperoleh keterampilan praktis dalam
hal pengolahan produk, kewirausahaan, dan pemasaran. Hal ini memberi mereka bekal
pengetahuan yang dapat berguna di masa depan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun
dalam dunia kerja.

Nama : Heri Setyanto
Alamat : Dsn. Namar RT2/RW7 Desa Lemahireng, Kecamatan Bawen, Kab. Semarang
No. Telepon : 085727730336