BIONA 30 (Renewable Energy Biodiesel B30)


Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada tahun 2023 rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi minyak goreng 9,56 kilogram/kapita/tahun atau sekitar 3,6 - 4 liter per rumah tangga setiap bulannya. Hal ini tentunya berdampak langsung pada peningkatan jumlah minyak habis pakai (minyak jelantah) yang berpotensi mencemari lingkungan jika tidak diolah dengan baik. Tujuan Pengembangan Biona 30 yaitu untuk mengolah limbah minyak sawit habis pakai menjadi bahan bakar biodiesel yang dapat digunakan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.

Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan Biona 30 menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan alat, pembuatan produk, uji coba produk, dan evaluasi produk. Biona 30 dapat dioperasikan dengan cara hybrid yaitu dengan cara konvensional dan automatis.

Hasil evaluasi pengujian alat menunjukkan alat dapat beroperasi dengan baik dengan efisiensi rata-rata 77,5 %. Survei menunjukkan 89-90 % responden dapat mengoperasikan alat dengan baik dan memberikan respon positif terhadap biodiesel yang dihasilkan. Inovasi ini terbukti efektif dalam mendukung konsep gaya hidup berkelanjutan atau SDGs yaitu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat serta mengurangi limbah rumah tangga yang mencemari lingkungan.

Konsumsi minyak sawit dalam kebutuhan rumah tangga mengalami peningkatan, menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada tahun 2023 rata-rata masyarakat Indonesia mengonsumsi minyak goreng 9,56 kg/kapita/tahun atau sekitar 3,6-4 liter per rumah tangga setiap bulannya. Peningkatan konsumsi ini berdampak langsung pada meningkatnya jumlah minyak jelantah dari rumah tangga dan industri kuliner serta program pemerintah seperti MBG (Makan Bergizi Gratis). Sebagian besar minyak sawit habis pakai dibuang langsung ke lingkungan tanpa adanya pengolahan yang memadai. kondisi ini mencemari lingkungan air dan tanah yang tentunya akan merusak ekosistem perairan dan tanah. selain itu, penggunaan ulang minyak sawit habis pakai (minyak jelantah) untuk menggoreng dapat membentuk senyawa yang lebih kompleks dalam sehingga memicu resiko kesehatan yang serius seperti kanker, penyakit jantung, kolesterol, dan masalah pencernaan.

Permasalahan ini menunjukkan perlunya solusi inovatif untuk mengelola minyak sawit habis pakai (minyak jelantah) agar tidak mencemari lingkungan air dan tanah serta dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai jual tinggi. Minyak sawit habis pakai memiliki potensi tinggi untuk diolah menjadi biodiesel melalui proses transesterifikasi. Akan tetapi saat ini belum ada alat yang dapat digunakan secara langsung oleh masyarakat untuk mengolah limbah minyak habis pakai agar tidak mencemari lingkungan. Sehingga dibutuhkan inovasi yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk mengolah limbah minyak habis pakai yang sesuai dengan keadaan rata-rata masyarakat Indonesia saat ini.

Menjawab tantangan tersebut, maka dikembangkan Biona 30 yaitu sebuah alat yang dirancang guna mengolah limbah minyak sawit habis pakai menjadi bahan bakar alternatif biodiesel yang dapat digunakan masyarakat kembali sebagai sumber energi alternatif skala mikro di tengah krisis energi saat ini. Biona dilengkapi dengan metode Hybrid yaitu dapat digunakan menggunakan cara konvensional dan otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga, Biona 30 diharapkan dapat memberikan manfaat dalam berbagai aspek untuk menciptakan budaya masyarakat modern dengan karakter gaya hidup berkelanjutan atau bisa disebut dengan SDGs. Hal ini sesuai dengan tujuan pemerindah dan dunia untuk menciptakan masyarakat yang peduli akan lingkungan dengan konsep Blue Economy.

Keunggulan inovasi

1. Biona 30 (Renewable Energy Biodiesel) merupakan bahan bakar yang lebih ramah terhadap lingkungan dibanding bahan bakar fosil.

2. Bahan baku pembuatan Biona 30 relatif murah

3. Bahan baku yang digunakan dapat diperbaharui

4. Solusi untuk pengolahan limbah minyak sawit habis pakai menjadi bahan bakar.

5. Biona 30 memenuhi prinsip pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Nama : Nila Asmila Sari
Alamat : Rejosari RT 04/RW 00, Gabugan, Tanon, Sragen
No. Telepon : 085878395878