GARALI

Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Industri penggergajian kayu tentu akan menghasilkan limbah kayu yang berupa serbuk kayu dan potongan kayu (Krisdianto A, 2016). Berdasarkan pada latar belakang yang telah dijabarkan pada poin-poin sebelumnya, maka peneliti memiliki maksud penting pada penelitian ini ialah untuk menciptakan inovasi terbaru dengan memanfaatkan serbuk gergaji dan resin menjadi produk cinderamata yang bermanfaat bagi masyarakat. Terutama dalam mengangkat potensi wisata lokal Blora, seperti Noyo Gimbal dan Goa Terawang, agar lebih dikenal luas oleh Masyarakat. Manfaat dari gantungan kunci berbahan serbuk gergaji dan resin ini sangatlah banyak, terutama dalam mendukung promosi wisata lokal. Manfaat gantungan kunci ini antara lain adalah sebagai media promosi untuk memperkenalkan destinasi wisata Noyo Gimbal dan Goa Terawang kepada masyarakat luas, sebagai cinderamata unik yang menarik minat wisatawan, meningkatkan kesadaran akan pentingnya mendukung produk lokal. Produk inovasi gantungan kunci berbahan serbuk gergaji dan resin ini sengaja kami buat dengan tujuan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi wisata lokal Blora, khususnya Noyo Gimbal dan Goa Terawang, kepada khalayak umum. Hasil dari uji coba produk ini dapat menjadi dasar untuk menginovasi pemanfaatan serbuk gergaji dan resin menjadi gantungan kunci yang ramah lingkungan dan memiliki nilai jual tinggi. Produk ini tidak hanya berguna sebagai cinderamata wisata, tetapi juga dapat membuka peluang usaha baru di bidang kerajinan tangan dan produk lokal. Pada penelitian yang telah dilakukan, peneliti berharap bahwa produk gantungan kunci berbahan serbuk gergaji dan resin ini dapat berkembang di lingkungan massal dan pasar.

Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Industri penggergajian kayu tentu akan menghasilkan limbah kayu yang berupa serbuk kayu dan potongan kayu (Krisdianto A, 2016). Limbah yang dihasilkan dari industri penggergajian kayu masih belum termanfaatkan secara maksimal. Sementara ini penanganan limbah serbuk kayu hanya dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan (Saptari et.al, 2016). Salah satu solusinya adalah memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi sederhana (Mulana et.al 2011).

                Pengolahan limbah kayu sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan. Ini karena serbuk kayu, salah satu bahan sisa dari produksi kayu, sering terbuang begitu saja dan dapat menyebabkan banyak masalah. Limbah yang berasal dari industri pengolahan kayu biasanya tidak terpakai karena tidak memiliki nilai jual yang ekonomis (Andriana dkk., 2022).

            Resin adalah getah yang berasal dari tumbuhan, karakternya cepat membeku, membentuk massa yang padat. Resin termasuk bahan komposit yang tidak dapat mengalirkan arus listrik (bersifat sebagai isolator) (Ahmad Yani, 2018). Resin bersifat transparan, tidak dapat dilarutkan oleh air, dan mudah terbakar. Resin sudah digunakan sejak zaman dahulu. Menurut beberapa sumber, resin organik digunakan sebagai pernis atau perekat, contoh getah resin damar sebagai pembuatan patung, dengan perkembangan teknologi ditemukanlah resin berbahan kimia, yang kegunaannya seperti melamin, epoxy, akrilik dan sebagainya. Resin dipakai orang terutama sebagai perekat, pelapis makanan agar mengkilat, bahan campuran farfum, pernis dan sebagainya (Dwi Asmi, Agung Abdi Kiswandono, 2016).

Gantungan kunci atau disingkat ganci adalah gantungan kecil yang digunakan untuk mengaitkan suatu benda kecil dengan lubang kunci. Gantungan kunci biasanya terbuat dari logam, plastik, atau karet. Gantungan kunci biasanya dijadikan oleh-oleh atau alat iklan, misalnya alat iklan perguruan tinggi swasta, perusahaan swasta, dan tempat wisata. Sebuah iklan standar gantungan kunci akan membawa informasi dari apa yang terdapat dalam gantungan kunci tersebut. Penulis memiliki ide memanfaatkan limbah serbuk gergaji yang biasanya terbuang sia-sia atau belum dimanfaatkan diubah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis yaitu garali (gantungan kunci ramah lingkungan).

Serbuk kayu adalah limbah yang diperoleh dari hasil penggergajian kayu yang menggunakan mesin maupun manual. Industri penggergajian kayu tentu akan menghasilkan limbah kayu yang berupa serbuk kayu dan potongan kayu (Krisdianto A, 2016). Limbah yang dihasilkan dari industri penggergajian kayu masih belum termanfaatkan secara maksimal. Sementara ini penanganan limbah serbuk kayu hanya dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang kesemuanya berdampak negatif terhadap lingkungan (Saptari et.al, 2016). Salah satu solusinya adalah memanfaatkan limbah tersebut menjadi produk yang bernilai tambah dengan teknologi sederhana (Mulana et.al 2011).

                Pengolahan limbah kayu sangat penting untuk mencegah pencemaran lingkungan. Ini karena serbuk kayu, salah satu bahan sisa dari produksi kayu, sering terbuang begitu saja dan dapat menyebabkan banyak masalah. Limbah yang berasal dari industri pengolahan kayu biasanya tidak terpakai karena tidak memiliki nilai jual yang ekonomis (Andriana dkk., 2022).

            Resin adalah getah yang berasal dari tumbuhan, karakternya cepat membeku, membentuk massa yang padat. Resin termasuk bahan komposit yang tidak dapat mengalirkan arus listrik (bersifat sebagai isolator) (Ahmad Yani, 2018). Resin bersifat transparan, tidak dapat dilarutkan oleh air, dan mudah terbakar. Resin sudah digunakan sejak zaman dahulu. Menurut beberapa sumber, resin organik digunakan sebagai pernis atau perekat, contoh getah resin damar sebagai pembuatan patung, dengan perkembangan teknologi ditemukanlah resin berbahan kimia, yang kegunaannya seperti melamin, epoxy, akrilik dan sebagainya. Resin dipakai orang terutama sebagai perekat, pelapis makanan agar mengkilat, bahan campuran farfum, pernis dan sebagainya (Dwi Asmi, Agung Abdi Kiswandono, 2016).

Gantungan kunci atau disingkat ganci adalah gantungan kecil yang digunakan untuk mengaitkan suatu benda kecil dengan lubang kunci. Gantungan kunci biasanya terbuat dari logam, plastik, atau karet. Gantungan kunci biasanya dijadikan oleh-oleh atau alat iklan, misalnya alat iklan perguruan tinggi swasta, perusahaan swasta, dan tempat wisata. Sebuah iklan standar gantungan kunci akan membawa informasi dari apa yang terdapat dalam gantungan kunci tersebut. Penulis memiliki ide memanfaatkan limbah serbuk gergaji yang biasanya terbuang sia-sia atau belum dimanfaatkan diubah menjadi produk yang lebih bernilai ekonomis yaitu garali (gantungan kunci ramah lingkungan).

Beberapa keunggulan yang dapat disimpulkan dari inovasi produk kami adalah sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan serbuk gergaji dan resin sebagai bahan utama pembuatan gantungan kunci yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
  2. Mengubah limbah serbuk gergaji yang biasanya terbuang menjadi produk yang memiliki nilai guna dan daya tarik sebagai cinderamata wisata.
  3. Produk ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan limbah dengan cara yang lebih kreatif dan bermanfaat.
  4. Gantungan kunci yang dihasilkan memiliki desain yang menarik dan dapat dijual dengan harga yang terjangkau, memberikan potensi ekonomi yang menguntungkan.
  5. Sebagai salah satu solusi untuk mengolah limbah serbuk gergaji yang biasanya dianggap negatif menjadi produk yang bernilai positif dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Nama : Hylda Rahma Nur Susanti
Alamat : Jl. Rembang Blora No.Km 4, Sendangklampok, Karangjati, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
No. Telepon : 0895428918401