eMOTCare (Edukasi dan Motivasi Minum Obat TB): Pendekatan Digital sebagai Solusi Pengelolaan Kepatuhan Terapi Tuberkulosis

Latar belakang: Akselerasi pengentasan tuberkulosis (TB) nasional merupakan prioritas program Quick Win Presiden Prabowo. Tantangan yang dihadapi dalam pengentasan TB adalah proses pengobatan yang lama dan tingkat kepatuhan pengobatan yang rendah. Dalam praktiknya, pasien TB harus mengonsumsi obat selama 6–22 bulan. 
Permasalahan yang akan dipecahkan: Durasi pengobatan lama dan munculnya efek samping obat, kerap menimbulkan kejenuhan dan kelelahan psikologis pasien. Kondisi ini meningkatkan risiko ketidakpatuhan terapi dan menghambat keberhasilan penyembuhan.
Metode inovasi: Platform digital berbasis smartphone Edukasi dan Motivasi Minum Obat TB (eMOTCare), aplikasi pintar untuk mendampingi pasien tuberkulosis dalam menjalani terapi secara patuh yang mengintegrasikan lima fitur; (1) pengingat minum obat, (2) pencatatan terapi, (3) konseling penyelesaian efek samping obat, (4) konseling keluhan penyakit, dan (5) edukasi-motivasi digital. Integrasi lima layanan dalam satu platform digital eMOTCare sebagai pendamping terapi pada pasien TB untuk menurunkan risiko putus obat. Invensi ini mengedepankan pendekatan microlearning melalui serial edukasi–motivasi video harian sebagai inti pemberdayaan pasien dalam menjaga kepatuhan minum obat. 
Hasil/dampak: Prototipe EMOTCare telah memenuhi tingkat kesiapan teknologi (TKT) 3. Ujicoba secara terbatas berlangsung pada 12 pasien TB dan 5 tenaga kesehatan di Balkesmas Magelang selama 1 bulan. Sebagai umpan balik, pengguna menyatakan aplikasi memberi rasa nyaman, merasa diperhatikan, dan lebih bersemangat minum obat karena adanya reminder dan video motivasi. Kelompok tenaga kesehatan menyatakan aplikasi ini memudahkan pemantauan kepatuhan pasien dan mendukung komunikasi dua arah. Pengembangan platform yang adaptif terhadap kebutuhan pengguna berkontribusi pada pembangunan kesehatan melalui pengembangan teknologi sebagaimana misi asta cita ke-empat Pemerintah Nasional.
 

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan nasional serius. Indonesia menempati peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia dengan lebih dari 1 juta kasus setiap tahun. Salah satu tantangan terbesar dalam pengobatan TB adalah rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi jangka panjang yang dapat berlangsung selama 6–22 bulan. Banyak pasien mengalami kejenuhan, kelelahan psikologis, lupa minum obat, hingga takut terhadap efek samping obat sehingga meningkatkan risiko putus obat dan resistensi antituberkulosis.

Di sisi lain, tenaga kesehatan masih menghadapi keterbatasan dalam melakukan pemantauan kepatuhan pasien secara berkelanjutan. Sistem pencatatan dan pendampingan terapi yang belum terintegrasi menyebabkan proses monitoring menjadi kurang efektif dan membutuhkan waktu yang besar.

Berdasarkan kondisi tersebut, dikembangkan inovasi eMOTCare (Edukasi dan Motivasi Minum Obat TB), yaitu aplikasi pendamping terapi TB berbasis smartphone yang mengintegrasikan pengingat obat, pencatatan terapi, edukasi digital, motivasi harian, pelaporan efek samping, dan komunikasi dua arah pasien dengan tenaga kesehatan dalam satu platform yang mudah digunakan.

Inovasi ini dikembangkan sebagai solusi yang lebih sederhana, murah, dan adaptif dibandingkan inovasi sebelumnya yang masih bergantung pada perangkat keras khusus atau hanya berfungsi sebagai pengingat obat semata. Pendekatan utama eMOTCare adalah membangun motivasi intrinsik pasien agar tetap semangat menjalani terapi hingga tuntas.

Berbeda dengan inovasi sebelumnya yang umumnya hanya berfungsi sebagai pengingat obat atau verifikasi konsumsi obat berbasis perangkat tertentu, eMOTCare menghadirkan pendekatan yang lebih humanis, edukatif, dan adaptif.

Inovasi ini tidak hanya membantu pasien mengingat jadwal minum obat, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis dan edukatif melalui video motivasi harian, komunikasi dua arah dengan tenaga kesehatan, serta pelaporan kondisi pasien secara real-time.

Keunggulan lainnya adalah sistem dapat digunakan langsung melalui smartphone tanpa membutuhkan perangkat tambahan khusus sehingga lebih mudah diterapkan, lebih ekonomis, dan memiliki peluang implementasi yang luas pada fasilitas pelayanan kesehatan dasar maupun program pengendalian TB nasional.

Nama : Setiyo Budi Santoso
Alamat : Jalan Tidar No. 21, Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang
No. Telepon : 081220208989