Peningkatan pembangunan infrastruktur di Indonesia menyebabkan tingginya kebutuhan paving block yang masih bergantung pada semen dan pasir sehingga berkontribusi terhadap emisi karbon, eksploitasi sumber daya alam, dan rendahnya daya resap air di kawasan perkotaan. Di sisi lain, limbah abu ampas tebu dari industri gula Sragen masih belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkan TescoPave sebagai inovasi paving block ramah lingkungan berbasis limbah abu ampas tebu untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi sirkular. Metode inovasi dilakukan dengan memanfaatkan abu ampas tebu sebagai substitusi parsial semen dan agregat pada campuran paving block dengan rasio 4:1:1 (abu ampas tebu : pasir : semen). Kandungan silika reaksi pozzolanik yang mampu meningkatkan kepadatan dan kekuatan paving block. Produksi dilakukan melalui kolaborasi bersama mitra produsen paving lokal dan telah diproduksi secara massal sejak 2025. Hasil implementasi menunjukkan bahwa TescoPave mampu memanfaatkan hingga ±66% bahan berbasis limbah lokal, menekan biaya produksi, serta mengurangi jejak karbon konstruksi. Inovasi ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar melalui sistem produksi berbasis UMKM dan telah diaplikasikan pada beberapa lokasi di Solo Raya dengan daya tahan yang baik terhadap beban dan cuaca.
Proposal Full Terlampir
Kebutuhan infrastruktur terus meningkat seiring perkembangan zaman untuk mendukung kualitas hidup masyarakat. Investasi infrastruktur tidak hanya meningkatkan produktivitas dan membuka lapangan kerja, tetapi juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) (Adshead et al., 2019). Salah satu material yang banyak digunakan ialah paving block untuk jalan, trotoar, area parkir, dan ruang publik (Yuono et al., 2025). Paving block berfungsi sebagai penutup dan pengeras permukaan tanah dengan keunggulan berupa bentuk beragam, daya serap tinggi, tahan hingga dua dekade, serta ekonomis dan mudah dipasang (Umara, 2018). Namun, produksi paving block masih bergantung pada pasir dan semen yang meningkatkan eksploitasi sumber daya alam dan emisi karbon dioksida (CO?). Tahun 2021, produksi beton nasional mencapai 102 juta ton dengan penggunaan pasir 78 juta ton dan semen 66,21 juta ton (Anggraini and Wahyuni, 2024). Selain itu, dominasi material kedap air seperti beton dan aspal turut menghambat resapan air tanah dan meningkatkan risiko banjir di wilayah perkotaan. Ketika air hujan tidak meresap, air tersebut menjadi limpasan permukaan (run off) yang memperbesar volume air yang harus ditampung oleh sistem drainase, sehingga sering kali melebihi kapasitas dan menyebabkan genangan/banjir (Aufa et al., 2024). Diperlukan inovasi untuk mengurangi ketergantungan pada pasir dan semen tanpa mengorbankan kualitas beton, sekaligus menekan biaya produksi. Salah satu solusinya dengan memanfaatkan limbah industri, seperti limbah abu ampas tebu, sebagai bahan ramah lingkungan.
Limbah abu ampas tebu adalah limbah yang selalu ada setelah proses produksi industri gula. Sebagai contoh, Pabrik Gula Mojo di Kabupaten Sragen menghasilkan limbah ampas tebu sebesar 35–50% dari total tebu yang diolah atau sekitar 119.819–171.170 ton per tahun (Utami et al., 2017). Sebagian dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler, sisanya menumpuk dan berpotensi mencemari lingkungan. Padahal, abu pembakaran ampas tebu mengandung silika, alumina, dan peroksida yang bersifat pozzolan sehingga berpotensi meningkatkan kekuatan beton (Umara, 2018). Kandungan silika abu ampas tebu mencapai 71%, melampaui standar ASTM (70%) dan SNI 15-2049-2004 (20%), sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan campuran paving block. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan abu ampas tebu sebagai substituen parsial agregat halus mampu meningkatkan kuat tekan, ketahanan aus, dan daya tahan paving block hingga komposisi 20–25% (Thomas et al., 2021). Oleh karena itu, limbah abu ampas tebu berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan substitusi pasir dan semen pada TescoPave guna menekan limbah, mengurangi emisi karbon, serta menurunkan biaya produksi hingga 40% dibanding beton konvensional (Souza et al., 2021). Pemanfaatan limbah abu ampas tebu diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dan menekan biaya produksi tanpa mengurangi keunggulan paving block sebagai material yang mudah diaplikasikan, memiliki daya serap tinggi, dan daya tahan yang baik. Penggunaan abu ampas tebu sebagai substituen parsial semen atau agregat juga berpotensi meningkatkan kuat tekan, daya serap air, serta ketahanan termal paving block sekaligus menurunkan emisi karbon dan biaya produksi.
Daftar Pustaka Terlampir
TescoPave memiliki keunggulan dari sisi konsep serta kebermanfaatannya bagi masyarakat. Adapun aspek inovasi yang dimaksud meliputi:
1. Keunikan Inovasi
TescoPave menawarkan pendekatan yang berbeda dibandingkan solusi konvensional. Keunikan utamanya terletak pada:
2. Status Kesiapan Inovasi
Tahapan persiapan TescoPave diawali dengan penentuan konsep dan perancangan produk. Konsep produk disesuaikan dengan ide setiap anggota tim berkaitan dengan permasalahan limbah abu ampas tebu lingkungan maupun di Industri. Koordinasi internal tim bersama dosen pembimbing dilakukan untuk menganalisis SWOT dan pematangan konsep produk. Desain kemudian dibuat melalui bantuan aplikasi SketchUp. Formulasi TescoPave dibuat melalui MixDesign TescoPave.
3. Spesifikasi Teknis Inovasi
TescoPave menggunakan pendekatan mix design yang terukur, komposisi bahan disusun secara optimal khususnya dalam aspek kuat tekan dan daya serap air. Produk TescoPave memiliki 3 jenis produk ditunjukkan pada gambar 2 dan 3 yaitu hexagon, holland, dan cacing yang dipilih berdasarkan tingginya kebutuhan pasar.
Gambar 2. Produk TescoPave
Gambar 3. Jenis TescoPave tiap Pack
Gambar 4. Alur Produksi TescoPave
Alur produksi ditunjukkan pada gambar 4. Proses pembuatan TescoPave diawali dengan tahap persiapan, yaitu penentuan konsep produk. Selanjutnya dilakukan perancangan desain produk menggunakan perangkat lunak seperti SketchUp untuk memastikan bentuk dan ukuran sesuai kebutuhan pasar. Pada tahap produksi, bahan baku yang digunakan terlebih dahulu disaring menggunakan saringan tertentu untuk memastikan ukuran partikel yang seragam. Pasir dan abu ampas tebu yang telah disaring kemudian dicampurkan dalam molen hingga homogen, dilanjutkan dengan penambahan semen dan air secara bertahap. Proses pencampuran dilakukan hingga seluruh bahan tercampur secara merata dan menghasilkan adonan dengan konsistensi yang sesuai. Adonan yang telah siap kemudian dimasukkan ke dalam cetakan sesuai variasi bentuk yang diinginkan, yaitu holland, hexagon, atau cacing. Selanjutnya dilakukan proses pemadatan menggunakan alat pengepres untuk memastikan kepadatan material dan mengurangi rongga udara dalam produk. Setelah proses pencetakan, paving block dikeluarkan dari cetakan dan dikeringkan selama dua hari sebagai tahap awal pengerasan.
Tahap selanjutnya adalah proses curing atau perawatan material yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan produk. Paving block direndam dalam air selama tiga jam dengan dua kali pengulangan dalam dua hari, kemudian dilanjutkan dengan proses penyiraman dan penutupan permukaan selama 21 hari. Proses ini penting untuk memastikan reaksi hidrasi semen berlangsung secara optimal sehingga menghasilkan produk dengan kualitas yang maksimal. Setelah proses curing selesai, dilakukan pemantauan kualitas (quality control) melalui uji kuat tekan dan uji daya serap air. Pengujian ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan serta memiliki performa yang kompetitif dibandingkan paving block konvensional.
4. Uji Inovasi
TescoPave telah melalui beberapa tahap pengujian, uji kuat tekan dan uji daya serap air yang dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil dan UPT Lab Terpadu UNS. Hasil uji menunjukkan bahwa TescoPave memiliki potensi yang sangat baik dengan hasil kuat tekan rata-rata yaitu 220 kg/cm3 yang setara dengan paving standar mutu K225. Hal ini menunjukkan bahwa TescoPave mampu menahan beban dengan kekuatan 220 kg/cm3 . Dengan demikian, berpotensi tinggi dalam komersialisasi dan penerapan lebih lanjut. Hasil uji ditunjukkan pada Gambar 5.
Gambar 5. Hasil Uji Kuat Tekan Skala Laboratorium
5. Sertifikasi
TescoPave sudah memiliki beberapa sertifikat Hak Kekayaan Intelektual dan Sertifikat Nomor Izin Berusaha
| Nama | : | Ardita Ayu Wulandari |
| Alamat | : | Donowarih Rt 04/ Rw 03, Bulakan, Sukoharjo |
| No. Telepon | : | 081575782485 |