RANCANG BANGUN THERMO ELEKTRIC GENERATOR: GENERATOR LISTRIK DARI MINYAK JELANTAH

Limbah minyak jelantah berpotensi termal tinggi sebagai energi alternatif, tetapi pemanfaatannya lewat generator termoelektrik (modul Peltier) terkendala efisiensi rendah dan risiko kerusakan komponen akibat suhu di atas 150°C. Penelitian ini menginovasikan penggunaan media pasir sebagai thermal buffer untuk meratakan dan mengontrol distribusi panas hasil pembakaran jelantah menuju 8 modul Peltier yang disusun seri, dikombinasikan dengan sistem pendingin air 1 liter.

Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menjaga stabilitas daya selama lebih dari 90 menit dan menghasilkan daya puncak sebesar 24,12 mW pada menit ke-60. Penggunaan pasir terbukti efektif melindungi modul Peltier dari panas berlebih tanpa melampaui ambang batas material. Inovasi ini berhasil menciptakan model generator mikro yang murah, stabil, dan aplikatif untuk konversi limbah domestik menjadi energi listrik mandiri.

Masalah dan Kebutuhan Masyarakat
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, masyarakat modern masih menghadapi dua tantangan besar yang saling berkaitan: manajemen limbah domestik dan kemandirian energi. Minyak goreng bekas atau jelantah telah menjadi limbah rumah tangga yang sulit dikelola. Di Indonesia, pembuangan jelantah ke saluran air secara sembarangan menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius dan penyumbatan infrastruktur drainase. Di sisi lain, ketergantungan pada energi fosil pusat sering kali menyulitkan masyarakat di daerah pelosok atau saat terjadi bencana alam untuk mendapatkan akses listrik cepat dan murah. Terdapat kebutuhan mendesak akan alat penghasil listrik mikro yang dapat dioperasikan secara mandiri dengan biaya operasional mendekati nol menggunakan bahan bakar yang ada di lingkungan sekitar.
Solusi yang Ditawarkan
Produk inovasi "Rancang Bangun Thermoelectric Generator (TEG) Minyak Jelantah" hadir sebagai solusi ganda (double-impact solution). Inovasi ini menawarkan teknologi konversi energi panas dari pembakaran limbah jelantah menjadi listrik menggunakan modul Peltier yang disusun secara seri. Keunggulan utama solusi ini terletak pada sistem Thermal Buffer Pasir. Berbeda dengan generator termoelektrik pada umumnya yang sering gagal karena modul terbakar, penggunaan pasir berfungsi untuk meredam api langsung dan mendistribusikan panas secara merata di bawah ambang suhu 150O C. Solusi ini tidak hanya menyediakan sumber listrik alternatif untuk pengisian daya ponsel atau lampu darurat, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan ekologis pada limbah minyak jelantah.
Sejarah Inovasi dan Pengembangan Produk
Pengembangan produk ini berawal dari pengamatan terhadap rendahnya durabilitas alat berbasis Peltier yang ada di pasar DIY (Do It Yourself), di mana modul sering kali mengalami penurunan performa (degradasi) atau pecah akibat thermal shock.
a)    Tahap Awal: Pengembangan dimulai dengan percobaan api langsung yang menghasilkan tegangan tinggi namun hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum modul rusak.
b)    Tahap Optimasi: Inovasi kemudian diarahkan pada manajemen termal dengan menguji berbagai media perantara. Penggunaan pasir ditemukan sebagai metode paling efektif dan murah untuk menjaga stabilitas suhu dibandingkan penggunaan pelat logam murni.
c)    Tahap Final: Pengembangan terakhir berfokus pada efisiensi daya dengan menyusun 8 modul secara seri untuk meningkatkan tegangan output dan integrasi sistem pendingin berbasis air (1 liter) yang bersifat replaceable (mudah diganti). Evolusi ini memastikan bahwa alat tidak hanya berfungsi sebagai bukti konsep, tetapi juga menjadi instrumen yang tahan lama dan aplikatif untuk digunakan oleh masyarakat awam.

Inovasi ini memiliki keunggulan utama pada sistem Thermal Sand-Buffer (media pasir) yang mampu meratakan panas pembakaran minyak jelantah dan melindungi modul Peltier dari risiko terbakar di atas suhu 150°C. Selain itu, alat ini mengoptimalkan tegangan secara stabil melalui susunan seri 8 modul, menggunakan sistem pendingin air 1 liter yang ekonomis tanpa memakan daya generator, serta murni memanfaatkan limbah minyak jelantah sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular yang murah dan ramah lingkungan.

Nama : Bahra Ahmad Fawas Arrazqi
Alamat : Gang Cempaka 2, Kemirijero, Magelang Tengah, Kota Magelang
No. Telepon : 089612638746