KELORYBITE ( KELOR CANDY BITE ) PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL DARI DAUN KELOR

Daun kelor (Moringa oleifera) merupakan salah satu sumber pangan lokal dengan kandungan zat besi, kalsium, vitamin A, C, E, protein, dan antioksidan yang krusial untuk pertumbuhan tulang, otot, dan perkembangan otak anak. 

Pemanfaatan daun kelor bagi anak-anak masih terkendala oleh aroma langu (beany flavor) yang tajam, sehingga sering kali ditolak dalam konsumsi harian. Disisi lain, angka defisiensi zat besi dan vitamin A pada usia sekolah masih tinggi, yang berdampak buruk pada pertumbuhan fisik serta konsentrasi belajar. Fenomena ini diperparah oleh dominasi camilan rendah nutrisi di lingkungan sekolah yang lebih disukai anak-anak dibandingkan pangan sehat. Ketersediaan suplemen alami dalam bentuk yang menarik pun masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pangan fungsional yang mampu menyamarkan rasa langu kelor tanpa mengurangi nilai gizinya. Kehadiran kelorybite dalam bentuk gummy candy diharapkan menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan nilai gizi harian anak melalui camilan yang sehat, lezat, dan disukai. 

Penelitian/kegiatan ini bertujuan untuk memformulasikan daun kelor ke dalam bentuk sediaan gummy candy (permen kenyal) yang praktis, memiliki rasa yang disukai anakanak, serta memiliki nilai fungsional. Produk akan diuji melalui uji coba oleh masyarakat di lingkungan sekolah (rasa, tekstur, warna, aroma) kepada para murid dan guru di sekolah. 

Hasil yang diharapkan dari proposal ini adalah terciptanya inovasi camilan sehat "kelorybite" yang memenuhi standar mutu pangan, memiliki daya simpan yang baik, serta dapat menjadi alternatif suplemen alami bagi anak-anak dan remaja dalam memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. 

Kata Kunci: kelorybite, Daun Kelor, Pangan Fungsional, Zat Besi, Inovasi Produk.

Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Batang Ketahanan pangan berbasis potensi lokal menjadi strategi utama dalam mempertahankan kedaulatan pangan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di Kabupaten Batang. Pemanfaatan pangan lokal seperti umbi, buah, ikan, biji-bijian, dan daun kelor sangat dioptimalkan untuk menekan angka stunting. Berdasarkan data e-PPGBM, prevalensi stunting di Batang sempat melonjak hingga 25% pada periode 2019-2020. Namun, melalui berbagai intervensi gizi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), perbaikan sanitasi (ODF), dan konvergensi program, angka stunting berhasil turun drastis menjadi 7,79% pada akhir 2024. Capaian ini melampaui target nasional (14%) dan menempatkan Kabupaten Batang di peringkat ketiga terbaik se-Jawa Tengah.Inovasi Kelorybite dari SMA Negeri 2 BatangGuna menjaga keberlanjutan pencegahan stunting, siswa-siswi SMA Negeri 2 Batang menciptakan inovasi pangan kreatif bernama Kelorybite (Kelor Candy Bite). Produk ini memanfaatkan daun kelor yang kaya akan zat besi, kalsium, vitamin A, C, E, protein, serta antioksidan yang krusial bagi pertumbuhan tulang, otot, dan perkembangan otak anak. Meski potensinya besar, pemanfaatan daun kelor di masyarakat Batang saat ini masih terbatas pada olahan sayur tradisional, bahkan sebagian warga belum familier dengan manfaatnya.Proses pembuatan Kelorybite meliputi pengeringan, penghalusan, perebusan, pencampuran bahan, hingga pencetakan permen. Melalui pendekatan industri kreatif subsektor kuliner, daun kelor dikemas ulang menjadi produk permen sehat (edible candy) yang modern, menarik, dan bernilai jual kompetitif. Didukung desain kemasan edukatif dan strategi pemasaran kreatif, Kelorybite bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap pangan lokal. Inovasi ini berpotensi menjadi produk unggulan daerah yang tidak hanya memperbaiki gizi anak, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal Kabupaten Batang.

Inovasi kelorybite memiliki keunggulan dan kebaharuan dibandingkan dengan gummy maupun candy kemasan lainnya. Berikut adalah beberapa keunggulan dan kebaruan dari inovasi ini: 
1.Membantu Mengatasi Anemia dan Stunting 
 Formulasi gummy daun kelor terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri dan ibu hamil penderita anemia, serta bermanfaat sebagai camilan sehat untuk mencegah stunting pada anak. 
2.Aman dan Kaya Antioksidan 
Kandungan antioksidan yang tinggi dari ekstrak daun kelor membantu melawan radikal bebas dalam tubuh. 
3.Kaya Nutrisi dan Zat Aktif (Superfood) 
Daun kelor dikenal sebagai tanaman ajaib yang mengandung zat besi, kalsium, protein, dan antioksidan yang tinggi. Permen kelor mampu memberikan nutrisi ini dalam bentuk camilan.

Nama : ARRAFI CAHYANING PUSPA
Alamat : Jl. Pemuda GG. Arjuna RT.01 RW.10 Kauman Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah
No. Telepon : 087752828854