INOVASI SMART-DOMASI (Smart Water Filter dengan Eceng Gondok, Arang Mangrove & Siwalan Berbasis IoT) dalam Menanggulangi Limbah Cair di Kabupaten Rembang

INOVASI SMART-DOMASI

SMART WATER FILTER DENGAN ECENG GONDOK, ARANG MANGROVE DAN SIWALAN BERBASIS IOT (INTERNET OF THINGS) DALAM MENGATASI LIMBAH CAIR DI KABUPATEN REMBANG

Abstrak

Kabupaten Rembang memiliki sektor industri perikanan yang pesat, namun hal ini tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat akan munculkan tumpukan limbah cair di laut. Limbah cair yang menumpuk berasal limbah domestik (rumah tangga) dan limbah industri (pabrik pengolahan seafood). Limbah yang menumpuk di laut menyebabkan pencemaran dan mengganggu kelangsungan hidup organisme laut.

Selain kaya akan sumber laut, Rembang juga terkenal sebagai penghasil siwalan dan mangrove namun pemanfaatannya belum maksimal. Siwalan bermanfaat sebagai penyerap partikel halus dan mangrove dapat dimanfaatkan batangnya menjadi arang karena dapat menyerap bau, warna dan logam kimia. Pada penelitian ini juga digunakan eceng gondok untuk menstabilkan pH air, menyerap logam berat. Bahan tersebut cocok digunakan sebagai alat filtrasi. pada penelitian ini juga digunakan teknologi IoT agar data yang dihasilkan lebih akurat.

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif eksperimen. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, eksperimen, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa limbah domestik yang diuji menghasilkan pH 8,5 tingkat kekeruhan 3,30 NTU, aroma menjadi tidak menyengat yang berarti menunjukan kategori jernih dan memenuhi standar air bersih. Sedangkan hasil limbah industri setelah diuji pH sebesar 8,37 turbidity ~1 NTU, aroma menjadi tidak menyengat yang berarti menunjukan kategori jernih dan memenuhi standar air bersih.

Manfaat penelitian ini adalah pencemaran air menjadi berkurang dan menjaga ekosistem perairan.

Keyword: IoT, siwalan, arang mangrove, eceng gondok

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2020, Indonesia menghasilkan sekitar 67,8 juta ton limbah domestik setiap tahunnya. Selain itu pada tahun 2021, sekitar 70% industri di Indonesia membuang limbah cair tanpa melalui proses pengolahan yang memadai. Hal ini juga terjadi di Desa Banyudono. Pada wilayah tersebut, limbah cair hasil industri dan domestik langsung dibuang ke laut sehingga berpotensi mengandung logam berat. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa logam berat dapat terakumulasi dalam jaringan tubuh ikan dan memberikan dampak toksik kronis bagi manusia jika dikonsumsi dalam jangka panjang (Safira., 2026). Dampak lain yang tidak kalah mengganggu adalah bau busuk yang dihasilkan oleh cairan limbah. Aroma dari limbah domestik maupun industri tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Banyudono tetapi warga sekitar hingga ke SMA Negeri 2 Rembang. Di sisi lain, Kabupaten Rembang juga memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, seperti siwalan, arang mangrove, dan eceng gondok. Menurut penelitian Azami et al., 2023 menyatakan bahwa kulit siwalan mempunyai kadar selulosa 68% yang berfungsi untuk menyerap zat pencemar dalam limbah. Arang kayu bakau sangat penting peranannya sebagai absorben warna dan penyaring partikel ukuran lebih kecil (Alaydrus et al., 2020). Eceng gondok berfungsi penetral zat kimia, penyerap logam berat, penstabil pH air, sehingga eceng gondok dapat dijadikan teknik fitoremediasi dalam penjernihan air. Pengembangan juga dilakukan pada sistem operasional, dari yang manual menjadi sistem otomatis IoT. IoT (internet of things) adalah sistem otomatis berbasis internet. Penggunaan sistem Internet of Things (IoT) mampu memberikan hasil monitoring kualitas air yang lebih akurat dan efisien secara real-time. (Fathurahman et al., 2023). Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang dikombinasikan dengan sensor kualitas air, seperti sensor pH, turbidity (kekeruhan), ketinggian air, dan sistem re-filtrasi. Penggunaan mikrokontroler ESP32 didasari oleh keunggulan-keunggulan seperti kapasitas yang lebih besar, dapat diintegrasikan dengan WiFi dan bluetooth, serta processor yang lebih cepat dari mikrokontroler lain.

KEUNGGULAN

a. Kecanggihan

Inovasi SMART-DOMASI memanfaatkan teknologi IoT yang berperan dalam penerapan sistem refiltrasi otomatis. Jika dalam pengujiannya terdeteksi air limbah hasil penyaringan yang belum memenuhi standar kelayakan air bersih, maka air limbah hasil penyaringan akan terdeteksi oleh sistem IoT sehingga air hasil penyaringan tersebut dapat dipompa kembali ke bak filtrasi untuk dilakukan penyaringan ulang (refiltrasi).

b. Praktis/ dapat dimonitor dari jarak jauh

Dengan adanya instalasi Internet of Things memungkinkan pengguna untuk mengakses atau me-monitor aplikasi secara real-time. Selain itu, data-data parameter seperti Tingkat pH dan turbidity dapat diakses secara praktis lewat gawai (smartphone) maupun display antarmuka sebagai tampilan fisik di alat filtrasi yang memudahkan pengguna dalam mengawasi kinerja sistem kapan saja.

c. Bahan mudah ditemukan

Dalam proses pembuatannya, produk SMART-DOMASI memanfaatkan bahan-bahan yang cenderung mudah ditemui di lingkungan seperti kerikil, pasir, tisu, sekam padi, spons, dan kain katun. Produk ini dikembangkan dengan tujuan sebagai inovasi yang berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah lokal seperti sabut dari kulit siwalan yang menumpuk di lingkungan sekitar.

d. Efisiensi wakatu dan tenaga

Umumnya, pembuatan alat filtrasi dibuat secara manual dengan sistem yang masih sangat sederhana, yaitu dengan membuat susunan bahan yang dimanfaatkan untuk menyaring air kotor. Namun, SMART-DOMASI menggunakan pendekatan yang berbeda dengan memanfaatkan teknologi berbasis IoT yang bersifat otomatis sehingga sangat membantu dalam hal efisiensi waktu dan tenaga.

e. Hasil lebih akurat

Penggunaan teknologi IoT meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengukuran kualitas hasil penyaringan air. Hasil dari sensor kekeruhan dan parameter pH dapat lebih akurat dengan adanya penggunaan IoT sebagai pembaca sensor dan kekeruhan. Selain itu, tingkat pH dan kekeruhan yang diatur dapat sesuai dengan standar kelayakan air bersih sesuai dengan Peraturan Kementrian Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

Nama : ENGGAL ADENIA
Alamat : Jl. Gajah Mada No 2, Pantiharjo, Kec. Kaliori, Kab. Rembang, Jawa Tengah (59218)
No. Telepon : 089604499301