REWAX-IoT: TEKNOLOGI PEMULIHAN DAN DAUR ULANG MALAM BATIK BERBASIS INTERNET OF THINGS

Batik merupakan tekstil khas Indonesia warisan leluhur dan menjadi identitas bangsa. Batik juga telah diperkenalkan di dunia fashion hingga mancanegara. Hal tersebut menyebabkan peningkatan minat dan permintaan batik pada beberapa industri batik. Peningkatan jumlah permintaan batik ini juga memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Lasem merupakan salah satu sentra industri batik rumahan yang proses produksinya sudah mulai beralih menggunakan pewarna sintetis  yang dapat menghasilkan limbah padat batik dengan jumlah yang banyak hingga 40 kg dalam satu bulan. Oleh karena itu, diperlukan mekanisme  pengolahan limbah batik yang mampu mengatasi permasalahan pada limbah batik dengan efisien, ramah lingkungan , serta ekonomis untuk industri.  Peneliti mengembangkan alat pengolahan limbah batik “REWAX-IoT” yang menerapkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) sehingga data terukur secara otomatis. Sebelum merangkai alat, langkah pertama adalah menyiapkan coding pada mikrokontroler beserta elemen yang diperlukan mulai dari heating, sensor suhu, hingga sensor jarak pada tangki pemisahan. Hasil pengolahan limbah menggunakan alat REWAX-IoT memiliki viskositas, daya lekat, fleksibilitas, serta titik leleh yang sama baiknya dengan malam baru. Namun, malam daur ulang memiliki pH yang lebih baik dari malam baru dan limbah malah yaitu 7,34. pH malam daur ulang sangat aman untuk lingkungan sesuai standar.

Kata Kunci : Limbah Batik, Malam, Mikrokontroler, IoT

Batik merupakan tekstil khas Indonesia dan menjadi identitas bangsa yang mempunyai nilai seni tinggi. Batik menjadi lebih terkenal dan lebih membudaya setelah diakui UNESCO pada tahun 2009 yang menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan, dan ditetapkan Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.  Keberagaman tersebut dapat dilihat dari seragam sekolah hingga instansi pemerintah menetapkan untuk berbusana batik. Hal tersebut menyebabkan peningkatan minat dan permintaan batik pada beberapa industri batik. Peningkatan jumlah permintaan batik ini juga memiliki dampak yang tidak baik bagi lingkungan. Lasem merupakan salah satu sentra industri batik rumahan yang proses produksinya memerlukan waktu yang lama karena menggunakan cara manual. Berdasarkan data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Rembang sebanyak 103 unit pelaku usaha batik tulis Lasem dan yang masih aktif 74 unit. Pada umumnya, industri batik skala rumah tangga dapat menghasilkan limbah dengan jumlah yang banyak yang belum diolah. Limbah cair dapat diolah menggunakan alat “LAFIBIOL” yang dikembangkan oleh inventor dari SMP Negeri 1 Lasem. Namun, untuk limbah padat belum ditemukan solusi untuk mengatasinya sesuai hasil sosialisasi yang dilakukan oleh tim “LAFIBIOL” kepada komunitas pengusaha batik tulis. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh inventor di beberapa pengusaha batik tulis Lasem dan Pancur, jumlah limbah lilin dalam satu bulan rata-rata sebanyak 40 kg atau 480 kg/tahun. Besarnya pemakaian lilin batik (malam) yang menimbulkan limbah, maka diperlukan teknologi daur ulang agar limbah lilin batik (malam) dapat dipergunakan kembali dan tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Alat pengolahan limbah padat yaitu lilin batik dengan harga yang lebih murah menjadi solusi yang ditunggu oleh para pemilik usaha batik tulis. Pelaku usaha batik perlu membeli alat seharga 80 juta rupiah guna memisahkan limbah malam dan cair namun belum dilakukan pengolahannya. Maka diperlukan solusi untuk mengolah limbah padat dengan efektif dan efesian dengan alat “REWAX-IoT”: Teknologi Pemulihan dan Daur Ulang Malam Batik Berbasis Internet of Things.

1. Penggunaan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau proses pengolahan secara real time

Penelitian ini memberikan kontribusi pada inovasi produk pengolahan limbah padat batik yang dihasilkan industri rumahan dengan memanfaatkan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau proses pemanasan dan pemisahan limbah secara real time. Proses pelorotan batik pada industri batik rumahan menggunakan pemanasan tungku api sehingga pemanasannya tidak stabil. Pemanasan yang tidak stabil menyebabkan zat pengotor pada limbah menjadi gosong dan menempel pada limbah padat. Hal tersebut berdampak pada kualitas daur ulang malam yang dihasilkan. Oleh karena itu, inventor menggunakan teknologi berbasis IoT dengan menerapkan mikrokontroler yang dihubungkan pada heater dan sensor suhu agar proses pemanasan terkontrol. Alat akan mematikan sistem secara otomatis jika proses pemanasan melebihi suhu yang ditetapkan. Pelaku usaha akan terbantu dengan proses pengolahan secara otomatis. 

2. Sistem Recycle Wax

Sistem recycle wax pada penelitian ini menggunakan proses pemanasan dengan suhu yang dikontrol menggunakan mikrokontroler, proses pemisahan limbah padat dan cair agar tidak ada kandungan air dalam limbah padat, serta proses recycle waste menggunakan “LAFIBIOL” untuk limbah cair dan menambahkan beberapa bahan pada komposisi tertentu untuk limbah padat. Recycle wax yang dihasilkan dapat digunakan kembali untuk proses membatik sehingga menguntungkan bagi pelaku usaha industri batik rumahan karena dapat menekan biaya produksi.

3. Biaya

Proses pengolahan limbah padat menjadi produk recycle wax yang siap digunakan pada proses membatik dapat membantu pelaku usaha untuk menekan biaya produksi. Biaya yang dialokasikan untuk membeli malam baru dapat dikurangi dengan menggunakan malam hasil pengolahan limbah batik yang dihasilkan. Maka, inovasi ini sangat membantu mengurangi biaya produksi pada pelaku usaha batik tulis rumahan.   

4. Perawatan Alat

Alat REWAX-IoT hanya perlu pengecekan mikrokontroler dan rangkaian listrik dalam satu tahun sekal. Jika ditemukan kerusakan pada komponen, baru dilakukan penggantian komponen yang rusak. Namun, jika semua komponen masih berfungsi dengan baik, hanya perlu dilakukan pembersihan saja. Maka, alat ini mudah untuk perawatannya sehingga tidak memerlukan dana operasional yang besar.

Nama : Ummi Roihana Zulfa
Alamat : Jalan Sultan Agung No. 1, Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang
No. Telepon : 081237066302