Gas metana dan karbon dioksida merupakan gas rumah kaca yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Bahkan dalam satu dekade terakhir dinyatakan sebagai dekade terpanas menurut World Meteorological Organization (WMO) yang disebabkan oleh meningkatnya gas rumah kaca global. Menurut Food and Agriculture Organization (FAO) produksi gas rumah kaca di peternakan global menyumbang sekitar 14,5% emisi gas rumah kaca dunia, yang setara dengan gas rumah kaca yang dihasilkan oleh transportasi di seluruh dunia. Dalam satu tahun peternakan dapat menghasilkan 7,1 gigaton karbon dioksida-ekuivalen dan menghasilkan gas metana sebesar 65-85 juta ton, yang mana telah meningkat dua kali lipat dalam 200 tahun terakhir sejak zaman revolusi industri. Hal ini menjadi masalah serius karena dengan meningkatnya emisi gas rumah kaca tiap tahunnya akan menyebabkan masalah masalah lingkungan serius dan lebih intens. Dari masalah tersebut kami ingin mengurangi gas rumah kaca dengan cara menangkap dan memprosesnya menjadi produk, dengan menggunakan alat GRISSFA 2.0 (Greenhouse Emission Processor In Farm) yang dapat menangkap gas rumah kaca menggunakan metode venturi water scrubber kecuali gas metana, untuk diproses menjadi pupuk organik cair dan untuk gas metana akan diolah menjadi biogas. Alat ini akan menjadi kunci permasalahan produksi gas rumah kaca berlebih di peternakan dan kedua hasil akhir alat ini akan menjadi produk yang bernilai ekonomis untuk membantu menyejahterakan kehidupan peternak.
Produksi gas rumah kaca yang berlebih di masyarakat adalah masalah yang patut untuk dilirik. Dikarenakan masalah ini sering dianggap remeh atau tidak disadari oleh banyak orang disekitar. Contohnya di peternakan, banyak peternak yang tidak sadar ataupun meremehkan masalah gas rumah kaca ini. Padahal peternakan sendiri menyumbang gas rumah kaca yang cukup signifikan untuk produksi gas rumah kaca global. Setara dengan produksi gas rumah kaca seluruh kendaraan di dunia, yakni 14,5% menurut Food and Agriculture Organization (FAO). Selain itu sektor peternakan yang menjadi penyumbang utama gas metana dunia yakni sebesar 40% menurut International Energy Agency(IEA), hal itulah yang menjadi fokus utama kami. Sebab gas metana adalah gas rumah kaca yang lebih sulit diproses timbang gas rumah kaca lainnya.
Dari permasalahan itulah kami mengambil tema peternakan yang sering tidak disadari oleh para peternak ataupun masyarakat di sekitarnya. Berdasarkan masalah diatas kami ingin mengurangi produksi gas rumah kaca di peternakan menggunakan temuan kami yakni GRISSFA 2.0 (Greenhouse Emission Processor In Farm). Alat ini dapat menangkap semua gas rumah kaca menggunakan metode yang sangat efektif yaitu venturi water scrubber yang dimana gas rumah kaca akan ditangkap oleh air lalu gas rumah kaca yang tertangkap akan diolah menjadi pupuk organik cair menggunakan bakteri, kecuali gas metana. Untuk gas metana yang memiliki karakteristik lebih susah diolah akan dikumpulkan dan dikompres untuk menjadi biogas.
Awalnya alat kami ini memiliki ukuran yang relatif besar, efisiensi penangkapan gas yang kurang, penggunaan air yang terlalu berlebihan dan susah untuk di mobilisasi, namun di GRISSFA 2.0, alat kami ini sudah hadir dengan penangkapan gas yang lebih efisien, mobilisasi yang mudah, penggunaan air yang lebih efisien dan bentuk yang lebih minimalis. Dengan alat ini peternak akan lebih mudah untuk mengelola gas rumah kaca dengan lebih efisien dan menaikkan taraf hidup peternak dengan produk akhir yang bernilai ekonomis yaitu pupuk organik cair dan biogas.
Menerapkan prinsip zero-emission.
Fleksibel dan portabel.
Pemantauan secara real-time dengan aplikasi berbasis IoT (Internet of Things).
Perawatan yang mudah.
Harga terjangkau.
| Nama | : | Azzam Fadhil Baihaqi |
| Alamat | : | Jl. Ngadirojo - Giriwoyo, Bulurejo, Kec. Nguntoronadi, Kab. Wonogiri |
| No. Telepon | : | 085129603757 |