INOVASI ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) RAMAH LINGKUNGAN BERBAHAN DASAR LIMBAH RUMAH TANGGA SEBAGAI SOLUSI PENANGGULANGAN KEBAKARAN SKALA RUMAH TANGGA DAN KOMUNITAS

Kebakaran skala rumah tangga di Indonesia, termasuk Jawa Tengah, kerap menimbulkan kerugian besar berupa harta benda maupun korban jiwa. Ironisnya, mayoritas rumah tangga tidak memiliki APAR karena harganya yang relatif mahal, berkisar antara Rp200.000 hingga Rp1.500.000 per tabung, ditambah rendahnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan kebakaran. Di sisi lain, limbah rumah tangga seperti pipa paralon bekas, botol plastik, dan kran yang tidak terpakai justru menumpuk dan menjadi permasalahan lingkungan tersendiri.

Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan menguji prototipe APAR berbahan dasar limbah rumah tangga (APAR-BB) yang memanfaatkan prinsip tekanan zat cair (Hukum Pascal) dengan sabun cair sebagai agen pemadam. Kandungan surfaktan dalam sabun cair terbukti mampu memutus suplai oksigen pada proses pembakaran, sehingga efektif untuk kebakaran kelas A maupun kelas B. Komponen utama alat ini meliputi pipa paralon PVC 3 inci bekas, dop paralon, kran plastik, selang kecil, lem PVC, dan larutan sabun cair komersial.

Total biaya produksi hanya berkisar Rp35.000–Rp40.000 per unit, jauh lebih terjangkau dibanding APAR komersial. Hasil pengujian menunjukkan APAR-BB mampu memadamkan kebakaran kelas A secara efektif dalam jangkauan 2–3 meter. Keunggulan lainnya adalah bahan baku mudah diperoleh, proses pembuatan sederhana sehingga dapat direplikasi secara mandiri oleh masyarakat, serta berkontribusi nyata pada pengurangan sampah plastik.

Penelitian ini diharapkan mendorong budaya kesiapsiagaan kebakaran di tingkat rumah tangga dan komunitas, sekaligus menjadi model pembelajaran berbasis proyek yang relevan diintegrasikan dalam program P5 Kurikulum Merdeka di sekolah-sekolah seluruh Jawa Tengah.

Kata Kunci: APAR, ramah lingkungan, limbah rumah tangga, sabun cair, kesiapsiagaan kebakaran, ekonomi sirkular.

Kebakaran rumah tangga merupakan ancaman nyata di Indonesia, dengan ribuan kejadian setiap tahun yang menyebabkan kerugian material dan korban jiwa. Jawa Tengah termasuk daerah dengan frekuensi tinggi, dipicu oleh korsleting listrik, kelalaian kompor gas, dan faktor lainnya.

Akar masalahnya ada dua: pertama, minimnya kepemilikan APAR karena harganya mahal (Rp200.000–Rp1.500.000 per tabung); kedua, rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesiapsiagaan kebakaran. Berbeda dengan negara maju yang mewajibkan APAR di setiap rumah, Indonesia belum memiliki regulasi serupa di tingkat rumah tangga. Akibatnya, saat kebakaran terjadi, warga seringkali hanya mengandalkan air seadanya atau menunggu armada pemadam tiba, padahal menit-menit pertama sangat menentukan besarnya kerugian.

Sementara itu, limbah plastik rumah tangga seperti pipa paralon bekas, botol plastik, dan kran yang tidak terpakai terus menumpuk tanpa pemanfaatan optimal, memperburuk permasalahan lingkungan yang sudah ada.

Berangkat dari dua realitas ini, penelitian menghadirkan APAR-BB (APAR dari Bahan Bekas) yang menjawab dua tantangan sekaligus: menyediakan alat pemadam murah yang bisa dibuat sendiri oleh masyarakat, sekaligus mengoptimalkan limbah rumah tangga. Secara teknis, alat ini memanfaatkan Hukum Pascal dengan sabun cair sebagai agen pemadam yang efektif memutus suplai oksigen pada kebakaran kelas A dan B. Biaya produksinya hanya Rp35.000–Rp40.000 per unit, jauh lebih terjangkau dibanding APAR komersial.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan dikembangkan melalui kolaborasi lintas mata pelajaran IPA, Informatika, dan Prakarya, menjadikannya model pembelajaran berbasis proyek yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah Jawa Tengah sekaligus wahana edukasi kesiapsiagaan kebakaran bagi masyarakat luas

Inovasi APAR-BB memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang membedakannya dari produk APAR konvensional yang ada di pasaran.

Biaya Produksi Sangat Terjangkau Biaya pembuatan APAR-BB hanya berkisar Rp35.000–Rp40.000 per unit, jauh lebih hemat dibandingkan APAR komersial yang harganya mencapai Rp200.000 hingga jutaan rupiah. Harga yang sangat terjangkau ini memungkinkan setiap rumah tangga, termasuk keluarga berpenghasilan menengah ke bawah, untuk memiliki alat pemadam kebakaran sendiri tanpa membebani keuangan keluarga.

Bahan Baku Mudah Diperoleh Seluruh komponen APAR-BB menggunakan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, yakni pipa paralon PVC 3 inci bekas, dop paralon, kran plastik, selang kecil, lem PVC, dan sabun cair komersial. Tidak diperlukan bahan khusus atau peralatan industri dalam proses pembuatannya.

Proses Pembuatan Sederhana APAR-BB dapat dibuat secara mandiri oleh masyarakat awam tanpa keahlian teknis khusus. Prinsip kerjanya yang bertumpu pada Hukum Pascal sederhana dan mudah dipahami, bahkan oleh pelajar sekolah menengah sekalipun, sehingga sangat potensial dijadikan proyek pembelajaran berbasis praktik.

Ramah Lingkungan Berbeda dengan APAR konvensional yang menggunakan bahan kimia berbahaya seperti dry powder atau gas CO?, APAR-BB menggunakan sabun cair sebagai agen pemadam yang biodegradable dan tidak mencemari lingkungan. Proses pembuatannya pun sekaligus mengurangi volume sampah plastik rumah tangga.

Efektif sebagai Lini Pertama Pemadaman Hasil pengujian membuktikan APAR-BB mampu memadamkan kebakaran kelas A secara efektif dalam jangkauan 2–3 meter dengan berat total hanya sekitar 1,2 kg, ringan dan ergonomis sehingga mudah dioperasikan oleh siapa saja, termasuk perempuan dan lansia.

Nama : Besaanova
Alamat : Jl. Patimura 1 A Bandarjo, Ungaran Barat 50517
No. Telepon : 081227492792