Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan berat seperti truk sering kali disebabkan oleh faktor kelelahan dan pengaruh alkohol pada pengemudi. Masalah ini semakin diperburuk oleh jam kerja yang panjang dan kurangnya sistem monitoring kondisi fisik pengemudi secara real-time. Oleh karena itu, penelitian ini merancang sebuah sistem Smart Drowsiness & Alcohol Detector berbasis sensor untuk meningkatkan keselamatan supir truk dan mencegah potensi kecelakaan. Sistem ini mengintegrasikan sensor MAX30102 untuk mendeteksi denyut jantung dan variabilitas detak jantung (HRV) sebagai indikator kantuk, sensor MQ-3 untuk mendeteksi kadar alkohol dalam napas, serta modul GPS dan dashboard berbasis SAFTRAC sebagai alat pemantauan lokasi dan status pengemudi secara langsung. Data yang dikumpulkan dianalisis secara otomatis untuk memberikan peringatan dini jika ditemukan gejala kantuk atau alkohol. Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi penurunan HRV yang signifikan selama kondisi kantuk dan dapat mengidentifikasi keberadaan alkohol secara cepat. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung regulasi keselamatan berkendara dan menekan angka kecelakaan akibat human error pada sektor transportasi logistik.
Kata kunci: deteksi kantuk, alkohol, HRV, MAX30102, MQ-3, keselamatan truk, kecelakaan lalu lintas.
Transportasi di Indonesia telah berkembang pesat seiring dengan globalisasi dan kemajuan teknologi. Selain itu transportasi jadi kebutuhan primer bagi masyarakat untuk mobilitas sehari hari dan memiliki fungsi sangat penting dalam pembangunan nasional (Saputra dkk.,2022). Seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas manusia maka jumlah transportasi yang digunakan juga semakin meningkat, hal ini sejalan dengan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Berdasarkan data Laka Korlantas Porli pada tahun 2023 terjadi 116.411 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal 24.671, korban luka berat 12.475 , dan korban luka ringan 137.342 .
Tinggi nya jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi menyebabkan kerugian dalam berbagai aspek, yaitu aspek kesehatan, ekonomi,dan lingkungan. selain itu dampak pada beberapa aspek tersebut yaitu, dampak aspek kesehatan cedera ringan hingga berat, kematian, dan gangguan psikoloogis, dampak aspek ekonomi biaya pengobatan, kerugian kendaraan dan properti, dan biaya sosial negara, dampaak lingkungan pencemaran tanah dan air karna tumpahan bahan bakar, kerusakan fasilitas umum, dan kemacetan. Selain itu ada beberapa faktor resiko yang terkait dengan peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas adalah faktor manusia (61%) yang terkait dengan karakter serta kemampuan pengemudi yang salah satu nya adalah mengonsumsi alkohol saat berkendara dan kelelahan (Cociu et al.,2023) Kelelahan tersebut dapat disebabkan oleh kurang tidur, obat-obatan yang mengganggu tidur, dan konsumsi alkohol. Karena hal tersebut mengemudi dengan rasa kantuk dan mengonsumsi alkohol dapat berbahaya dan menjadi penyebab kecelakaan fatal ( Kundinger., 2021).
Mengantuk adalah kondisi dimana seseorang ingin tidur. Namun kondisi kantuk yang tidak tepat dapat membahayakan dan berakibat fatal. Mengantuk apat disebabkan oleh beberapa faktor lain, yaitu kelelahan bekerja, kurang nya istirahat, dst. Kondisi mengantuk terdapat beberapa macam sehingga dapat dikategorikan seseorang sedang mengantuk atau tidak. Kondisi mengantuk dapat dilihat dari kondisi kelopak mata yang mulai berat, pandangan yang mulai kabur, serta kepala yang mulai tak seimbang menahan beban sehingga mengharuskan untuk berbaring dan istirahat ( Maslikah.,2020). Supir truk mengalami kantuk disebabkann jam kerja yang ketat. berdasarkan peraturan Departemen Perhubungan RI tahun 2020 yaitu 14 jam untuk menyelesaikan hari kerja dan 11 jam untuk mengemudi dengan 30 menit istirahat setelah 8 jam mengemudi berturut turut. Namun pada kenyataan nya masih banyak sopir truk yang menghadapi jam kerja lebih dari batas peraturan yang tertera, hal tersebut yang menyebab kan semakin meningkat nya jumlah kecelakan yang terjad Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum memiliki solusi yang komprehensif dan efektif untuk mengatasi masalah pengemudi yang mengantuk saat berkendara, terutama di kalangan sopir truk. Meskipun kecelakaan akibat kantuk telah terbukti menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia, kebijakan yang ada masih terbatas pada imbauan umum dan pengawasan waktu kerja yang minim, tanpa adanya sistem pemantauan yang terintegrasi untuk mendukung penggunaan teknologi deteksi kantuk secara luas. Kurangnya kesadaran, regulasi yang lemah, serta belum adanya penerapan wajib teknologi pemantau kondisi pengemudi menjadikan masalah ini terus berulang dan berkontribusi terhadap jumlah kecelakaan yang di jalan raya.
Untuk permasalahan tersebut di butuhkan nya solusi yang dapat memantau kondisi pengemudi secara real-time dan memberikan peringatan dini sebelum terjadinya kecelakaan. Salah satu solusi inovatif adalah S-DROW: Smart Drowsiness & Alcohol Detector, yaitu sistem berbasis teknologi cerdas yang dirancang untuk mendeteksi tanda tanda kantuk dan kadar alkohol dalam tubuh pengemudi. Sistem ini bekerja dengan menggabungkan beberapa sensor, yaitu Heart Rate Variability (HRV) untuk mendeteksi kantuk dari detak jantung, da GPS untuk mendeteksi lokasi kendaraan yang pengemudinya dalam kondisi mengantuk atau mabuk, jika terdeteksi adanya tanda-tanda kantuk atau mabuk mak sistem akan memberikan alarm supaya supir menyentuh\merespon sensor, apabila tidak ada respon akan ada notifikasi pemberitahuan. Inovasi ini diharapkan dapat menekan kan secara signifikan angka kecelakaan yang terjadi akibat kelelahan dan mengonsumsi alkohol saat mengemudi. Heart Rate Variability (HRV) untuk mendeteksi kantuk dari detak jantung, dan juga GPS untuk mendeteksi kantuk atau mabuk dan mendeteksi lokasi kendaraan, jika terdeteksi adanya tanda-tanda kantuk atau mabuk maka sistem akan memberikan alarm supaya supir menyentuh\merespon sensor, apabila tidak ada respon maka akan ada notifikasi pemberitahuan. Diharapkan dengan alat ini angka kecelakaan lalu lintas akibat kelelahan dan konsumsi alkohol dapat ditekan secara signifikan.
1. S-DROW dapat mendeteksi tanda-tanda awal kondisi mengantuk dari Heart Rate Variability (HRV), untuk mabuk sensor MQ-3 mendeteksi kadar alkohol dalam napas secara instan.
2. S-DROW juga memonitoring secara real-time dari mulai data yang di kumpulkan lalu dikirimkan ke website SAFTRAC dan ditampilkan secara lengkap pada website.
3. Dengan adanya S-DROW angka kecelakaan akan menurun karena ada nya deteksi dini untuk mencegah kecelakaan, dan dapat memudahkan audit dan menurunkan biaya asuransi.
| Nama | : | Ahmad Edi Darmawan, S.Si. |
| Alamat | : | Jl. AKBP Agil Kusumadya No.2, Cobowo, Ploso, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59348 |
| No. Telepon | : | +62 859-3014-7441 |