Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi banyak anak dan membutuhkan penanganan yang tepat, termasuk melalui terapi. Salah satu pendekatan terapi yang terbukti bermanfaat adalah terapi berbasis permainan Jenga. Di sisi lain, limbah serbuk kayu dari industri perkayuan di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkanlah inovasi "JENGA PLANTS", yaitu permainan Jenga berbahan dasar limbah serbuk kayu yang dipadukan dengan biji tanaman. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai media terapi anak dengan ASD dan ADHD, tetapi juga sebagai media tanam ramah lingkungan setelah masa penggunaan berakhir. Jenga Plants dirancang untuk melatih motorik halus, konsentrasi, dan emosi anak, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.
Kata Kunci: Terapi motorik, ASD, ADHD, Limbah serbuk kayu, Jenga Plants, Media tanam
Autism Spectrum Disorder (ASD) dan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah dua gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi pada anak-anak. Anak dengan ASD menunjukkan kesulitan dalam komunikasi sosial dan perilaku repetitif, sedangkan anak dengan ADHD mengalami kesulitan dalam konsentrasi, hiperaktivitas, dan impulsivitas. Keduanya juga memiliki gangguan koordinasi motorik halus dan kasar yang berdampak pada aktivitas sehari-hari. Terapi yang terstruktur dan menyenangkan diperlukan untuk membantu anak-anak ini berkembang secara optimal, salah satunya melalui permainan seperti Jenga.
Jenga sebagai media terapi terbukti dapat meningkatkan koordinasi, konsentrasi, pengendalian emosi, serta kemampuan eksekutif anak. Namun, kebanyakan permainan Jenga yang beredar masih berbahan baku kayu baru yang diproduksi secara massal tanpa mempertimbangkan aspek lingkungan. Sementara itu, limbah serbuk kayu dari industri perkayuan di Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal dan justru menjadi sumber pencemaran.
Limbah serbuk kayu banyak ditemukan di daerah Blora. Hal tersebut dikarekankan Kabupaten Blora terkenal dengan hasil kayu jati dan kerajinan yang terbuat dari kayu jati. Sehingga masalah limbah serbuk gergaji kayu jati banyak ditemui di Kabupaten Blora. Sejauh ini, limbah yang dihasilkan dari industri penggergajian kayu masih belum termanfaatkan secara maksimal. Limbah serbuk kayu hanya dibiarkan membusuk, ditumpuk dan dibakar yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah serbuk kayu perlu dilakukan untuk mengurangi pencemaran lingkungan, dan menambah nilai ekonomis dari limbah yang terbuang. Salah satu upaya pemanfaatan limbah serbuk kayu yakni dengan menjadikannya sebagai barang kerajinan tangan.
Kerajinan tangan adalah barang hasil dari seni kriya yang memiliki nilai keindahan. Bahan kerajinan tangan dapat berasal dari bahan apapun.
Berdasarkan permasalahan tersebut, lahirlah inovasi Jenga Plants sebagai solusi alternatif. Produk ini memanfaatkan limbah serbuk kayu untuk menciptakan blok Jenga yang ramah lingkungan dan edukatif. Tidak hanya digunakan untuk terapi, Jenga Plants dilengkapi dengan biji tanaman yang tertanam di dalamnya, sehingga setelah masa pakai selesai, blok JENGA dapat ditanam menjadi tanaman yang bermanfaat. Dengan pendekatan ini, terapi tidak hanya membantu perkembangan anak, tetapi juga mendidik kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pelestarian alam.
Beberapa keunggulan dari produk Jenga Plants yang tim kami hasilkan antara lain:
1. Bidang Ekonomi
Produk ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha kreatif lokal, terutama di daerah penghasil limbah kayu. Dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu yang selama ini tidak memiliki nilai ekonomis tinggi, biaya produksi Jenga Plants menjadi lebih rendah dibandingkan dengan produk mainan edukatif komersial lain.
2. Bidang Kesehatan dan Terapi
Jenga Plants dirancang sebagai alat bantu terapi untuk anak-anak dengan ASD dan ADHD. Produk ini mendukung pengembangan motorik halus, konsentrasi, kesabaran, dan pengendalian emosi anak. Melalui permainan yang menyenangkan, anak-anak dapat menjalani terapi tanpa tekanan psikologis yang biasanya muncul dalam proses terapi konvensional.
3. Bidang Lingkungan
Penggunaan serbuk kayu sebagai bahan utama pembuatan Jenga Plants berkontribusi dalam mengurangi jumlah limbah industri perkayuan yang seringkali hanya dibakar atau ditimbun. Selain itu, setiap balok Jenga Plants mengandung biji tanaman yang dapat ditanam setelah masa pakai habis, sehingga produk ini tidak berakhir sebagai limbah baru, tetapi menjadi media pelestarian lingkungan.
4. Bidang Pendidikan
Produk ini berfungsi sebagai media edukatif tentang pentingnya daur ulang, konservasi lingkungan, serta memperkenalkan konsep permainan berkelanjutan kepada anak-anak dan masyarakat umum.
| Nama | : | Altair Raihan Laksamana |
| Alamat | : | Desa Sendangharjo, Kelurahan Medang, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora |
| No. Telepon | : | 089531681721 |