HYDRO PACK PINTAR: INOVASI PEMANTAUAN DETAK JANTUNG DAN LOKASI PENDAKI GUNUNG SECARA REAL -TIME DENGAN GPS DAN SISTEM PERTOLONGAN DARURAT OTOMATIS

Kegiatan mendaki gunung di Indonesia telah bertransformasi menjadi gaya hidup yang populer, namun peningkatan ini berbanding lurus dengan tingginya angka kecelakaan dan kematian akibat pengabaian kondisi kesehatan internal serta keterlambatan evakuasi di medan ekstrem. Data BASARNAS menunjukkan peningkatan insiden pendakian yang signifikan, sering kali dipicu oleh kelelahan ekstrem dan kondisi vital yang tidak terpantau. Permasalahan utama yang dipecahkan adalah bagaimana menciptakan sistem pemantauan kesehatan dan lokasi yang praktis serta otonom. Dibutuhkan integrasi teknologi yang mampu mendeteksi saturasi oksigen darah (SpO²), ritme jantung abnormal, serta insiden jatuh secara real-time untuk mengatasi keterbatasan komunikasi dan lambatnya respon bantuan medis di area pegunungan. Metode inovasi yang digunakan adalah pengembangan sistem wearable IoT “Hydro Pack Pintar” berbasis mikrokontroler ESP32-S3. Alat ini mengintegrasikan sensor MAX30102 untuk pemantauan biometrik dan MPU6050 untuk deteksi jatuh. Inovasi ini dikembangkan melalui riset eksperimental di laboratorium robotika MAN 2 Kebumen untuk menyempurnakan algoritma pengiriman data lokasi via GPS NEO-6M dan modul GSM SIM800L. Hasil inovasi menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam mendeteksi kondisi darurat dan mengirimkan notifikasi lokasi secara akurat melalui platform Blynk dan panggilan seluler. Alat ini mampu memangkas waktu pencarian korban oleh tim SAR, memberikan rasa aman bagi pendaki, serta menjadi referensi teknologi bagi instansi keselamatan seperti BASARNAS dalam mengoptimalkan operasi pertolongan.

Kata kunci: Hydro Pack Pintar, IoT, Keselamatan Pendakian, Deteksi Jatuh, ESP32-S3

Kegiatan mendaki gunung telah mengalami transformasi pesat, dari sekadar hobi menjadi bentuk rekreasi luar ruangan yang sangat populer dan menjadi gaya hidup masyarakat di Indonesia. Fenomena peningkatan jumlah pendaki ini berbanding lurus dengan tingginya angka kecelakaan, insiden tersesat, hingga kematian yang sering kali dipicu oleh pengabaian terhadap kondisi kesehatan internal tubuh selama aktivitas fisik berat berlangsung. Menurut data dari Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan (BASARNAS), kecelakaan pendakian telah meningkat selama empat tahun terakhir. Pada tahun 2018, terdapat 23 insiden yang mengakibatkan 6 korban jiwa, 4 pendaki dilaporkan hilang, 7 pendaki jatuh sakit, dan 592 pendaki berhasil diselamatkan. Banyak pendaki mengabaikan tanda-tanda kelelahan ekstrim dan tidak menyadari betapa krusialnya memantau indikator vital seperti ritme detak jantung serta saturasi oksigen darah (SpO²) saat berada di ketinggian dengan tekanan udara rendah. Kurangnya ketersediaan alat pemantau kesehatan yang praktis dan terintegrasi langsung ke dalam perlengkapan pendakian menjadi faktor utama yang menyebabkan bantuan medis sering kali terlambat datang ketika insiden terjadi. Keterbatasan infrastruktur komunikasi di area pegunungan memperburuk keadaan, di mana perangkat komunikasi konvensional sering kali kehilangan sinyal.

Inovasi Hydro Pack Pintar hadir untuk menawarkan sistem keamanan wearable yang menggabungkan fungsi tas hidrasi dengan teknologi proteksi diri tingkat lanjut. Produk inovasi ini menawarkan fitur pemantauan biometrik secara otomatis yang mampu mendeteksi ritme jantung yang tidak normal serta kadar oksigen yang menurun drastis melalui sensor yang menempel pada tubuh pengguna. Selain pemantauan kesehatan, alat ini menawarkan proteksi fisik melalui deteksi jatuh yang akan memicu alarm lokal dan pengiriman sinyal darurat berisi titik koordinat GPS secara akurat ke pusat data. GPS merupakan kependekan dari Global Positioning System, yaitu sistem navigasi berbasis satelit yang digunakan untuk menyediakan informasi posisi atau lokasi pengguna saat ini serta data waktu dengan tingkat akurasi yang tinggi. Seluruh informasi penting ini ditampilkan melalui layar digital pada tas dan disinkronisasikan ke aplikasi smartphone agar rekan pendaki maupun tim SAR dapat memantau status keselamatan secara real-time. Memiliki desain yang ergonomis dan fungsional, Hydro Pack Pintar bertransformasi dari sekedar perlengkapan pendakian biasa menjadi sistem penyelamat nyawa otonom yang bekerja 24 jam di medan yang paling sulit sekalipun.

Hydro Pack Pintar memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya inovasi unggul dibandingkan alat sejenis. Salah satunya adalah kemampuannya yang tidak bergantung pada sinyal antena, melainkan menggunakan sistem satelit (GPS) sehingga tetap dapat berfungsi di daerah tanpa jaringan. Alat ini mampu mengirimkan sinyal darurat secara otomatis saat terdeteksi kondisi berbahaya tanpa memerlukan tindakan manual dari pengguna. Keuggulan lainnya adalah fungsinya yang tidak hanya untuk kepentingan individu seperti smartwatch, tetapi juga dimanfaatkan oleh berbagai pihak, seperti tim SAR, dalam memantau dan mempercepat proses evakuasi.

Namun demikian, inovasi ini juga masih memiliki beberapa kekurangan. Hydro Pack Pintar dinilai kurang tahan terhadap benturan karena komponen elektronik di dalamnya masih rentan terhadap guncangan keras. Selain itu, keberadaan kabel sensor MAX30102 yang terpasang pada tubuh pengguna dapat mengurangi kenyamanan dan mengganggu pergerakan saat pendakian. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan lebih lanjut, seperti penambahan pelindung berupa busa untuk mengurangi dampak benturan serta optimalisasi penempatan sensor agar lebih ergonomis tanpa mengurangi akurasi pembacaan data.

Inovasi Hydro Pack Pintar berawal dari inisiatif kolaboratif yang dilakukan oleh tim Robotik MAN 2 Kebumen yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu keselamatan pendakian di Indonesia. Proses pengembangan alat ini bermula dari diskusi intensif antar anggota tim yang melihat banyaknya kasus kecelakaan pendaki di berita nasional, hingga akhirnya diputuskan untuk menggabungkan keahlian robotika sekolah dengan teknologi IoT sebagai solusi preventif. Melalui kerja sama tim yang solid di laboratorium robotika, para peneliti melakukan riset mendalam mengenai integritas berbagai sensor canggih ke dalam sebuah tas pendakian yang ringan namun tangguh. Dukungan penuh dari guru pembimbing serta fasilitas riset di MAN 2 Kebumen memungkinkan tim untuk melakukan eksperimen berulang kali guna menyempurnakan algoritma deteksi jatuh dan pengiriman data posisi secara akurat. Dengan semangat kolaborasi inovasi ini, alat yang mulanya hanya berupa ide sirkuit sederhana kini telah berkembang menjadi purwarupa alat keselamatan canggih yang siap bersaing dan diimplementasikan secara nyata.

Keunggulan utama yang membedakan produk ini dengan perangkat keselamatan lainnya terletak pada sistem otomatisasi penuh yang bekerja secara independen tanpa memerlukan tindakan fisik dari pendaki saat berada dalam situasi kritis. Sering kali pada kecelakaan gunung korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri sehingga tidak mampu meminta bantuan. Hydro Pack Pintar menyelesaikan masalah tersebut dengan algoritma deteksi jatuh otomatis yang bekerja secara instan. Melalui pemanfaatan sensor MPU6050, perangkat ini mampu membedakan antara gerakan pendakian normal dengan guncangan ekstrem atau jatuh bebas yang menandakan adanya insiden serius. Penggunaan mikrokontroler ESP32-S3 memberikan keunggulan dalam hal efisiensi konsumsi daya baterai namun tetap memiliki kekuatan pemrosesan data yang sangat cepat untuk menangani berbagai input sensor secara bersamaan. Fleksibilitas sistem yang dapat terhubung ke smartphone melalui aplikasi Blynk semakin memudahkan pengguna untuk memantau status perangkat dan data kesehatan mereka secara visual dengan antarmuka yang modern, interaktif, dan informatif.

Nama : TALITA SAMANTA RAHMA
Alamat : Jalan Pemuda No. 190, Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah
No. Telepon : 085956267249