Bau tidak sedap pada toilet sekolah merupakan permasalahan umum yang sering terjadi akibat kurangnya ventilasi serta adanya pertumbuhan bakteri dan jamur. Pengharum toilet berbahan kimia yang banyak digunakan saat ini umumnya hanya menutupi bau dan berpotensi menurunkan kualitas udara dalam ruangan serta berdampak kurang baik bagi kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan solusi yang efektif sekaligus ramah lingkungan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini mengembangkan BioFresh Stone, yaitu batu penyerap bau yang dibuat dari biochar sekam padi dan bonggol jagung dengan aktivator eco-enzyme. BioFresh Stone diproduksi melalui proses pirolisis limbah pertanian sehingga menghasilkan material berpori menyerupai arang yang mampu menyerap senyawa penyebab bau. Sementara itu, eco-enzyme berperan sebagai agen biologis yang membantu proses degradasi senyawa organik dan mikroorganisme penyebab bau. Produk BioFresh Stone dibentuk menjadi batu padat agar mudah digunakan dan diaplikasikan di dalam toilet. Pengujian dilakukan dengan menggantungkan BioFresh Stone di dalam toilet untuk mengetahui efektivitasnya dalam mengurangi bau. Hasil yang diharapkan dari penggunaan BioFresh Stone adalah terjadinya penurunan intensitas bau serta peningkatan kenyamanan udara tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan dan kenyamanan lingkungan, produk ini juga memanfaatkan limbah organik pertanian sehingga mendukung prinsip ramah lingkungan, ekonomi sirkular, dan pengurangan limbah. Dengan demikian, BioFresh Stone berpotensi menjadi inovasi sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas udara pada toilet.
1. Masalah/kebutuhan di masyarakat/instansi yang ingin diselesaikan
Bau tidak sedap pada toilet merupakan permasalahan yang sering ditemukan di berbagai tempat, seperti sekolah, kantor, dan fasilitas umum. Bau tersebut umumnya berasal dari proses penguraian limbah organik oleh mikroorganisme yang menghasilkan gas seperti amonia, hidrogen sulfida, dan senyawa organik volatil.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, masyarakat biasanya menggunakan pengharum toilet berbahan kimia dalam bentuk cair, gel, atau semprot. Namun, produk tersebut pada umumnya hanya menutupi bau dengan aroma sintetis tanpa menghilangkan sumber bau. Selain itu, penggunaan bahan kimia secara terus-menerus berpotensi menurunkan kualitas udara di dalam ruangan dan dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan bagi sebagian pengguna.
Di sisi lain, lingkungan sekitar masyarakat memiliki potensi limbah pertanian yang cukup besar, seperti sekam padi dan bonggol jagung. Limbah tersebut sering kali dibuang atau dibakar sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Padahal, jika diolah melalui proses yang tepat, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi biochar yang memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap gas dan bau.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan suatu inovasi yang mampu mengatasi bau toilet secara efektif sekaligus memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai guna. Oleh karena itu, dikembangkanlah BioFresh Stone, yaitu batu penyerap bau berbahan biochar sekam padi dan bonggol jagung yang dikombinasikan dengan eco-enzyme sebagai pengurai senyawa penyebab bau.
2. Kondisi sebelum dan yang diharapkan setelah ada inovasi.
a. Kondisi Sebelum Inovasi
Kondisi Sebelum Inovasi Sebelum hadirnya inovasi produk BioFresh Stone , pengelolaan bau toilet masih tergantung dari pengharum toilet bahan kimia itu sendiri, yang paling umum digunakan dalam bentuk cair, gel, atau semprot untuk mengeluarkan aroma wangi yang dapat menutup dahulu, bau baku alaminya dari bau gas ammonia, hidrogen sulfida, serta senyawa organik volatil masih tetap ada.
Kualitas udara di dalam toilet pada kondisi ini masih rendah karena tercampur dengan senyawa kimia volatil dari pengharum. Pengguna toilet akan menghirup campuran aroma limbah dan aroma sintetis yang dapat memicu rasa perih pada mata,
iritasi hidung, pusing-pusing, dan gangguan pernapasan, khususnya untuk anak-anak dan pengguna yang sensitif.
Dilihat dari aspek lingkungan, keberadaan penggunaan pengharum kimia akan mencemarkan lingkungan dengan limbah plastik yang berasal dari penggunaan kemasan perkala pertama dan campuran senyawa kimia yang mampu menyebabkan pencemaran air dan tanah. Dilihat dari aspek ekonomis, untuk memiliki pengharum akan memerlukan biaya yang relatif untuk membeli pengharum ruangan baru setiap minggu atau setiap beberapa hari sekali.
Selain itu, potensi sumber limbah sekitarnya, seperti sekam padi atau bonggol jagung belum digunakan dan bahkan cenderung dibuang atau dibakar, sehingga tidak menciptakan nilai tambah segala hal dari sumber pencemaran lingkungan tersebut.
3. Kondisi yang Diharapkan
Setelah penerapan inovasi BioFresh Stone, diharapkan kondisi toilet di sekolah maupun di rumah mengalami perubahan yang signifikan. Bau tidak sedap yang sebelumnya berasal dari gas amonia, hidrogen sulfida, dan senyawa organik volatil dapat dikurangi secara nyata karena BioFresh Stone bekerja dengan menyerap dan menetralkan sumber bau tersebut, bukan sekadar menutupinya dengan aroma.
Dari sisi lingkungan, penggunaan BioFresh Stone mengurangi limbah plastik dan pencemaran kimia karena produk ini dapat digunakan berulang kali dan terbuat dari bahan alami. Selain itu, pemanfaatan sekam padi dan bonggol jagung sebagai bahan baku biochar mengubah limbah lokal menjadi produk bernilai guna, sehingga mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Kualitas udara di dalam toilet menjadi lebih bersih dan sehat karena tidak lagi tercemar oleh zat kimia volatil dari pengharum sintetis. Pengguna toilet, baik siswa, guru, maupun staff atau karyawan, dapat bernapas dengan lebih nyaman tanpa iritasi mata, hidung, atau saluran pernapasan. Lingkungan toilet menjadi lebih layak, bersih dan tidak menimbulkan rasa enggan untuk digunakan.
Secara ekonomi, biaya operasional untuk pembelian pengharum toilet menjadi jauh lebih rendah karena produk kami yaitu BioFresh Stone memiliki masa pakai lebih lama dan dapat digunakan kembali. Seseorang dapat menghemat anggaran pemeliharaan sekaligus memperoleh solusi yang lebih aman. Dengan demikian, pengembangan inovasi ini diharapkan mampu menciptakan sistem pengelolaan lingkungan sekitar yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
1. Keunggulan Inovasi
BioFresh Stone tidak hanya berfungsi menutupi bau, tetapi juga menyerap dan mengurangi sumber bau. Biochar yang digunakan memiliki beberapa pori-pori dan permukaannya yang tinggi sehingga mampu mengurangi dan menyerap gas penyebab bau. Eco-enzyme berfungsi sebagai pengurai senyawa penyebab bau menjadi bentuk yang lebih tidak berbahaya.
Keunggulan lainnya adalah :
a) Tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
b) Aman bagi pernapasan manusia.
c) Tidak menghasilkan bau menyengat atau residu toksik.
d) Dapat digunakan ulang (regeneratif).
e) Berbahan baku murah dan mudah ditemukan.
2. Kebaruan Inovasi
Kebaruan utama BioFresh Stone terletak pada :
a) Kombinasi arang dan eco-enzyme dalam bentuk batu padat, bukan cairan atau serbuk.
b) Pemanfaatan limbah sekitar (sekam padi dan bonggol jagung) sebagai arang yang mampu dirubah menjadi bahan yang lebih bermanfaat.
c) Aplikasi khusus untuk toilet sebagai penyerap bau.
d) Belum banyak inovasi yang menggabungkan dua bahan ini dalam satu produk padat yang praktis dan tahan lama.
3. Perbedaan Pengharum Toilet Kimia, Arang Biasa dan BioFresh Stone
Perbedaan antara pengharum toilet kimia, arang biasa, dan BioFresh Stone terletak pada cara kerja, bahan, dampak kesehatan, ramah lingkungan, daya pakai, dan bentuk produk. Pengharum toilet kimia hanya menutupi bau dengan aroma sintetis dan berpotensi menimbulkan iritasi. Arang biasa mampu menyerap sebagian bau namun kurang efektif. Sementara itu, BioFresh Stone bekerja lebih optimal karena mampu menyerap sekaligus menguraikan sumber bau menggunakan biochar aktif dan eco-enzyme. Selain itu, BioFresh Stone lebih aman, ramah lingkungan, dapat digunakan kembali, dan berbentuk batu padat higienis yang praktis digunakan.
4. Keunikan Produk Inovasi
BioFresh Stone adalah batu penyerap bau toilet berbahan dasar dari arang hasil limbah pertanian (sekam padi dan bonggol jagung) yang dipadukan dengan eco-enzyme. Keunikannya terletak pada bentuknya yang padat, tidak seperti pengharum cair atau gel. Produk ini bekerja dengan dua manfaat sekaligus yaitu, arang menyerap gas penyebab bau, sementara eco-enzyme membantu menguraikannya. BioFresh Stone juga dapat digunakan ulang, tidak menghasilkan bau menyengat, serta ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan.
| Nama | : | Dwika Arta Setyawan |
| Alamat | : | SMP Negeri 1 Banyudono, l. Kuwiran No.02, Dusun II, Kuwiran, Kec. Banyudono, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah 57373. |
| No. Telepon | : | 08895761598 |