Perawatan benih ikan mas koi (Cyprinus rubrofuscus) memerlukan kondisi suhu air yang stabil agar pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan tetap optimal. Namun, pemantauan suhu kolam secara manual sering kali kurang efisien dan bergantung pada ketersediaan listrik konvensional. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancang bangun sistem otomasi perawatan benih ikan mas koi berbasis sensor suhu yang terintegrasi dengan sumber energi terbarukan serta system pemantauan jarak jauh. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2026 di SMA Negeri 3 Salatiga, Laboratorium Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), serta rumah peneliti dan pembimbing. Metode penelitian meliputi tahap perancangan, perakitan, dan pengujian alat dengan memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi utama yang terhubung dengan scholar charge controller dan aki 12V. Sistem dilengkapi dengan thermostat STC-1000 sebagai sensor suhu, heater dan aerator sebagai pengatur kondisi air. Data suhu dan kinerja sistem dicatat secara berkala kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan grafik untuk mengetahui efektivitas sistem otomasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga kestabilan suhu air kolam pada kisaran optimal 24-28°C. Sensor thermostat STC-1000 dapat merespons perubahan suhu secara otomatis dengan mengaktifkan heater dan aerator sesuai kebutuhan. Panel surya juga mampu menyediakan sumber energi yang stabil untuk mengoperasikan sistem. Dengan demikian, sistem otomasi ini dapat meningkatkan efisiensi pemantauan, menjaga kondisi kolam tetap optimal, serta mengurangi ketergantungan pada energi listrik konvensional.
Kata kunci: Sistem otomasi, ikan mas koi (Cyprinus rubrofuscus), sensor suhu, energi surya, Internet of Things (IoT)
Kebutuhan energi Listrik terus mengalami peningkatan seiring dengan perkembangan teknologi dan aktivitas manusia di berbagai sektor. Namun peningkatan tersebut juga memiliki efek negatif seperti pada pembangkit Listrik dari energi yang tak terbarukan, contohnya pembangkit Listrik batu bara dan pembangkit Listrik tenaga diesel yang menyebabkan penumpukan emisi gas karbon berlebih. Ketergantungan dunia terhadap energi fosil menjadi masalah yang mendesak untuk segera diatasi(Dwisari, Sudarti, and Yushardi 2023). Maka dari itu kita membutuhkan alternatif energi terbarukan yang bisa menggantikan bahan energi tersebut. Energi surya menjadi salah satu alternatif utama. Ada berbagai cara untuk memanfaatkan energi matahari. Konsep "tenaga surya" mengacu pada proses mengonversi sinar matahari secara langsung menjadi panas atau energi listrik untuk keperluan manusia. (Subarjo et al., 2020). Pada pemanfaatan energi Listrik terbarukan dibuatlah panel surya sebagai penyimpan Cadangan energi untuk mengurangi ketergantungan pada energi tak terbarukan
Integrasi panel surya dengan sistem Internet of Things (IoT) sebagai pasokan energi merupakan solusi inovatif dalam menciptakan sistem otomatis yang berkelanjutan. Energi Listrik yang disimpan oleh panel surya digunakan untuk menyuplai daya kepada perangkat IoT. Dengan memanfaatkan panel surya, IoT dapat bekerja tanpa bergantung pada Listrik konvensional sehingga lebih ramah lingkungan dan hemat daya. Kombinasi ini memungkinkan perangkat monitoring dan kontrol jarak jauh bekerja secara stabil selama 24 jam, termasuk saat terjadi pemadaman listrik, sehingga mendukung terciptanya sistem cerdas yang efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Selain penggabungan panel surya yang digabungkan dengan sistem IoT, penelitian ini juga menggabungkan sensor yang ada di termostad stc 1000. Thermostat dapat mengontrol pemanas atau pendingin, thermostat memiliki suatu komponen sensor yang digunakan untuk pengukuran suhu, sehingga hasil dari pengukuran sensor dapat digunakan untuk mengendalikan pemanasan atau pendinginan suatu sistem tersebut juga jadwal kemunduran statis yang digunakan oleh thermostat yang dapat diprogram (Lu et al., 2010).
Penetasan telur ikan mas (Cyprinus rubrofuscus) terjadi karena adanya kerja mekanik dari telur yang diakibatkan oleh embrio yang sering mengubah posisinya. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat menghambat proses penetasan, bahkan suhu yang terlalu ekstrim atau berubah secara mendadak dapat menyebabkan kematian embrio dan kegagalan penetasan (Andriyanto et al., 2013). Maka dari itu suhu yang disarankan Adalah di kisaran 24°C – 28°C. Agar pertumbuhan embrio lebih optimal dibutuhkan suhu yang sesuai, kita dapat memanfaatkan teknologi sensor suhu dari alat thermostat yang menghubungkan kinerja water heater dan aerator pada perawatan benih ikan agar sirkulasi pada kolam tetap stabil
Maka dalam membantu perawatan pembenihan Ikan Mas Koi (Cyprinus rubrofuscus) Pengunaan energi terbarukan panel surya dipadukan dengan Internet of Things (IoT). Untuk memantau dari jarak jauh dan menghilangkan ketergantungan pada energi konvensional agar bisa memberikan informasi real time mengenai data suhu yang diberikan oleh sensor suhu dari thermostat sct 1000 melalui situs web pada gawai.
Keunggulan dari inovasi KOIGUARDIA:
1. Pengaturan suhu air kolam secara otomatis
Sistem akan mendeteksi perubahan suhu air melalui thermostat SCT-1000. Ketika suhu turun, maka heater akan aktif untuk menaikan suhu. Apabila suhu naik diatas batas optimal, cooler akan bekerja untuk menstabilkan suhu air. Sehingga diperoleh suhu ideal secara real-time.
2. Efisiensi energi melalui penggunaan panel surya
Sistem memanfaatkan energi matahari sebagai sumber listrik utama, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional dan lebih hemat biaya operasional.
3. Meningkatkan efisensi pekerja peternak
Peternak tidak perlu melakukan pengecekan suhu dan pengaturan alat secara manual. Karena seluruh sistem bekerja otomatis bahkan saat ditinggal dalam waktu yang lama.
4. Langkah lingkungan dan berkelanjutan
Penggunaan energi terbarukan menjadikan sistem pada alat KOIGUARDIA lebih ramah lingkungan karena mendukung pengurangan emisi karbon.
Perbedaaan antara inovasi KOIGUARDIA dengan produk yang sudah ada:
1. Integrasi energi terbarukan
Sistem konvensional umumnya bergantung pada listrik PLN, sedangkan inovasi kami menggunakan panel surya sebagai sumber energi utama.
2. Sistem otomatis berbasis suhu
Produk yang sudah ada banyak menggunakan pengaturan manual, sedangkan KOIGUARDIA menggunakan thermostat SCT-1000 yang mampu mengontrol suhu air secara otomatis.
3. Fokus pada kebutuhan utama budidaya
Sistem ini dirancang khusus untuk menjaga kestabilan suhu air yang menjadi faktor paling krusial dalam pembenihan ikan koi, sehingga lebih efektif disbanding alat umum.
4. Kombinasi otomatisasi dan energi mandiri
Produk lain biasanya memiliki salah satu keunggulan saja, sedangkan sistem kami menggabungkan keduanya (otomatisasi + energi alternatif) dalam satu sistem yang terintegrasi.
| Nama | : | Najma Zulaif Falha |
| Alamat | : | Jl. Kartini No.34 Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga |
| No. Telepon | : | 085727962461 |