RANGGA : Sistem Monitoring Aliran Air pada Gorong-Gorong untuk Deteksi Sumbatan serta Penggunaan Insektisida Ramah Lingkungan.

Pengelolaan drainase yang baik sangat penting untuk menjaga aliran air dan mengurangi risiko banjir. Gorong-gorong, yang merupakan bagian penting dari sistem drainase, seringkali mengalami sedimentasi dan sumbatan. Sumbatan ini sulit dideteksi secara awal karena keterbatasan inspeksi manual dan kurangnya akses untuk memeriksa keadaan di dalam saluran. Hal ini menyebabkan keterlambatan dalam penanganan, yang bisa memicu genangan air dan meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk. Di sisi lain, perangkat yang bisa menggabungkan fungsi deteksi, pemantauan kondisi saluran secara langsung, dan penanganan awal dalam satu sistem praktis untuk ruang sempit masih jarang. Sebagai solusinya, dibuat alat monitoring yang berbasis mikrokontroler dengan sensor ultrasonik HC-SR04 untuk mendeteksi sumbatan secara real-time. Sistem indikator menggunakan lampu hijau, kuning, dan merah serta buzzer untuk memberi peringatan berdasarkan jarak sumbatan, yaitu kurang dari 20 cm dan 20 hingga 50 cm. Kondisi di dalam saluran dapat dipantau langsung menggunakan ESP32-CAM yang ditampilkan di layar TFT. Alat ini juga dilengkapi modul sprayer yang bisa diaktifkan melalui tombol untuk menyemprot insektisida secara otomatis. Seluruh sistem dirancang agar portabel sehingga mudah digunakan di area gorong-gorong yang susah dijangkau. Rancangan alat ini menunjukkan potensi untuk mempercepat proses inspeksi dan memudahkan identifikasi titik sumbatan dengan lebih tepat. Dengan begitu, alat ini dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan drainase perkotaan dan mengurangir isiko banjir serta penyebaran penyakit seperti demam berdarah dengue(DBD) dan malaria yang ditularkan oleh nyamuk.Kata kunci: monitoring, gorong-gorong, sumbatan, sensor ultrasonik

Pertumbuhan kawasan permukiman di kota-kota Indonesia menimbulkan tantangan serius terkait pengelolaan air hujan. Sistem drainase yang tidak optimal sering menyebabkan banjir, terutama saat curah hujan tinggi. Di Kotau Kdus, berdasarkan penuturan Harry Wibowo selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus yang dikutip dari Antara News (2025), pemerintah daerah telah membangun dan memperbaiki saluran drainase sepanjang 13.065 meter, namun fungsi gorong-gorong masih terganggu akibat sedimentasi dan sumbatan. Sumbatan tersebut menghambat aliran air sehingga genangan dapat terbentuk, meningkatkan risiko banjir serta menimbulkan dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, genangan air juga dapat menjadi tempat berkembangnya nyamuk yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti demam berdarah dengue( DBD) dan malaria (World Health Organization, 2024). Masalah ini diperparah karena metode pemantauan saluran saat ini masih bersifat manual, membutuhkan tenaga besar, dan sulit menjangkau bagian sempit gorong-gorong. Keterlambatan deteksi sumbatan membuat penanganan menjadi kurang efektif dan cenderung reaktif. Kondisi tersebut menuntut solusi inovatif berupa alat monitoring gorong-gorong yang mampu mendeteksi sumbatan, memantau kondisi saluran secara langsung, serta memberikan intervensi secara cepat dan efisien. Untuk itu,dikembangkan alat berbasis mikrokontroler dengan sensor ultrasonik untuk mengukur jarak sumbatan, kamera untuk melihat kondisi di dalam saluran, dan modul sprayer untuk penyemprotan insektisida. Alat ini bersifat portabel dan dapat digunakan oleh petugas di saluran sempit perkotaan, sehingga memungkinkan respons yang lebih cepat dibanding metode manual. Dengan mengintegrasikan fungsi deteksi, pemantauan, dan intervensi dalam satu perangkat, alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan  drainase serta mengurangi risiko banjir dan penyebaran penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria. Inovasi ini menawarkan pendekatan teknologi tepat guna yang aplikatif untuk perbaikan kualitas lingkungan perkotaan sekaligus mendukung pemeliharaan saluran air.

1. Desain RANGGA yang ramping dan ringan memudahkan penempatan dan dapat digunakan digorong-gorong yang berbeda dalam waktu singkat, sehingga menghemat tenaga dan waktu.

2. Pendeteksi Sumbatan yang dilengkapi dengan ESP32-CAM dan TFT screen untuk melihat kondisi goroong-gorong secara real time tanpa memasuki sehingga menghemat tenaga manusia dan meminimalkan resiko. RANGGA dilengkapi dengan sensor HC-SR04 dan indikator led yang menunjukan tidak/adanya sumbatan pada gorong-gorong dan jarak sumbatan pada alat sehingga memudahkan untuk mengetahui jarak sumbatan tanpa turun langsung ke gorong-gorong.

3. Membantu merawat gorong-gorong dari hama dan memberikan informasi tentang ada atau tidaknya sumbatan, serta memberikan jarak antara alat dan sumbatan berada.

4. Sistem terintegrasi dari deteksi, monitoring, dan penanganan awal sehingga dapat berfungsi secara efisien.

5. Mengurangi kebutuhan tenaga kerja karena sebagian alat berfungsi secara otomatis.

6. Dapat berfungsi sebagai langkah preventif pencegahan banjir dan penyebaran sumber penyakit

7. RANGGA memiliki potensi bisnis yang tinggi dalam memenuhi permintaan pasar dalam alat pencegahan banjir

Nama : Eryneta Nurul Hasanah
Alamat : Jl. AKBP Agil Kusumadya No.2, Cobowo, Ploso, Kec. Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59348
No. Telepon : 085800662540