Kecelakaan lalu lintas masih menjadi permasalahan serius di wilayah Subosukawonosraten, khususnya pada ruas Tol Solo–Ngawi yang merupakan bagian dari jalur Trans-Jawa dengan tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi. Tingginya intensitas kendaraan, terutama kendaraan logistik dan transportasi umum, menyebabkan risiko kecelakaan meningkat setiap tahunnya. kecelakaan fatal terjadi diakibatkan dari kelelahan pengemudi, microsleep, dan distraksi saat berkendara. Kondisi ini semakin berbahaya ketika perjalanan dilakukan pada malam hari dan saat cuaca buruk yang dapat mengurangi kewaspadaan pengemudi.
Selain faktor human error, rendahnya penggunaan teknologi keselamatan pada kendaraan lama turut meningkatkan risiko kecelakaan. Banyak kendaraan konvensional belum memiliki sistem pemantauan kondisi pengemudi secara realtime sehingga tanda kelelahan sering tidak terdeteksi lebih awal. Kondisi tersebut membuat pengemudi tetap melanjutkan perjalanan meskipun konsentrasi dan kondisi fisiknya menurun. Oleh karena itu, diperlukan sistem keselamatan yang otomatis, akurat, dan mudah diterapkan pada berbagai jenis kendaraan tanpa perlu memodifikasi sistem utama kendaraan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan sistem keamanan pengemudi portable berbasis kecerdasan buatan dengan pendekatan multimodal. Sistem memanfaatkan parameter Eye Aspect Ratio, PERCLOS, deteksi microsleep, serta teknologi remote Photoplethysmography non-kontak untuk memantau kondisi pengemudi secara real-time. Selain itu, perangkat juga dilengkapi fitur night vision, deteksi distraksi, serta identifikasi risiko aquaplaning untuk meningkatkan keamanan berkendara pada berbagai kondisi jalan.
Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu bekerja secara real-time dan stabil dalam mendeteksi kondisi pengemudi serta potensi bahaya selama perjalanan. Dengan dukungan teknologi AI dan konsep retrofit portable, perangkat ini berpotensi menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan keselamatan berkendara dan menekan angka kecelakaan di wilayah Soloraya.
1) Masalah / Kebutuhan di Masyarakat yang Ingin Diselesaikan Keselamatan lalu lintas di koridor Subosukawonosraten, khususnya jalan arteri perkotaan Solo-Semarang dan jalur pedesaan BoyolaliKaranganyar sebagai urat nadi logistik Jawa Tengah, kini menjadi isu mendesak. Pada 2024, Boyolali mencatat 1.298 kecelakaan di jalan kota dengan 128 korban jiwa, sementara Karanganyar memiliki data serupa dari Satu Data Indonesia. Karakteristik jalan lurus panjang dengan lalu lintas padat—seperti ruas Colomadu-Sragen—sering memicu hypnotic driving dan microsleep akibat kejenuhan pengemudi, ditambah titik rawan arteri Boyolali seperti Penggung dan Kenteng.
Di sisi lain, curah hujan tinggi di wilayah penyangga meningkatkan risiko aquaplaning pada titik rawan genangan air. Mobilitas tinggi kendaraan pribadi dan angkutan barang di koridor Subosukawonosraten menekankan keterbatasan sistem monitoring pengemudi canggih yang ada saat ini, yang bersifat reaktif dan hanya memberi peringatan setelah kelelahan parah terjadi. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi sistem deteksi dini yang non-invasif, mudah digunakan, dan universal untuk berbagai kendaraan. Implementasi di Subosukawonosraten dapat menjadi proyek percontohan keselamatan berkendara adaptif terhadap kondisi lokal, guna menekan angka kecelakaan di titik krusial koridor ini.
2) Solusi yang Ditawarkan dari Produk Inovasi yang Diajukan Penelitian ini menghasilkan produk berupa sistem keamanan pengemudi berbasis AI dalam bentuk perangkat portable yang dapat dipasang pada berbagai kendaraan. Perangkat ini bekerja secara real-time dengan pendekatan multimodal, menggabungkan kamera dengan night vision untuk analisis visual (EAR, PERCLOS, pola kedipan, dan microsleep) serta rPPG non-kontak untuk memantau detak jantung dan HRV. Sistem juga dilengkapi fitur deteksi distraksi berbasis arah pandangan dan identifikasi risiko aquaplaning. Seluruh data diproses secara otomatis untuk menghasilkan peringatan dini kepada pengemudi sebelum kondisi menjadi kritis, sehingga berfungsi sebagai produk keselamatan berkendara yang praktis dan siap digunakan.
3) Sejarah Inovasi dan Pengembangan Produk Inovasi Inovasi ini memanfaatkan computer vision untuk memantau kondisi mata pengemudi sebagai indikator kelelahan, awalnya menggunakan Eye Aspect Ratio (EAR). Selanjutnya, ditambahkan PERCLOS dan deteksi microsleep untuk akurasi lebih tinggi, serta integrasi rPPG untuk memperoleh data fisiologis non-kontak. Sistem dikembangkan dengan multi-ROI dan fusi sinyal berbobot SNR, plus fitur deteksi distraksi dan risiko aquaplaning. Saat ini, prototipe real-time telah siap diuji lapangan dan berpotensi dikomersialisasikan.
1) Keunggulan Inovasi Inovasi ini menawarkan sistem monitoring pengemudi berbasis multimodal yang menggabungkan analisis visual dan fisiologis untuk meningkatkan akurasi deteksi kelelahan. Sistem dirancang portable dan universal sehingga dapat diterapkan pada berbagai jenis kendaraan, termasuk kendaraan lama tanpa Advanced Driver Assistance System (ADAS). Keunggulan utama meliputi dukungan kamera night vision, deteksi dini berbasis PERCLOS, pola kedipan, dan Heart Rate Variability (HRV), serta penggunaan teknologi remote Photoplethysmography (rPPG) nonkontak. Selain itu, penerapan multi-ROI dan fusi sinyal berbobot SNR meningkatkan stabilitas pengukuran. Sistem juga dilengkapi fitur deteksi distraksi dan risiko aquaplaning sehingga mampu memberikan perlindungan berkendara yang lebih komprehensif.
2) Perbedaan dengan Penemuan Sebelumnya yang Sejenis. Produk fatigue detector di marketplace seperti MR688UB Driver Fatigue Camera umumnya masih bersifat reaktif, yaitu memberikan peringatan ketika pengemudi sudah menunjukkan gejala kantuk seperti mata tertutup, menguap, atau kepala menunduk. Sedangkan Retrofit AI Driver dikembangkan dengan pendekatan predictive AI berbasis multimodal sensor fusion. Sistem tidak hanya mendeteksi kondisi saat pengemudi sudah mengantuk, tetapi juga menganalisis pola menuju microsleep melalui kombinasi computer vision, analisis fisiologis non-kontak (rPPG), serta sensor kendaraan secara realtime. Selain deteksi fatigue dan distraksi, sistem juga memiliki fitur tambahan seperti analisis arah pandangan, monitoring kondisi sekitar kendaraan, hingga estimasi risiko aquaplaning. Dengan pendekatan ini, Retrofit AI Driver tidak hanya berfungsi sebagai fatigue detector, tetapi sebagai platform keselamatan berkendara berbasis AI yang lebih komprehensif, proaktif, dan adaptif untuk kendaraan universal.
| Nama | : | Imtiyaz Majid Rianto |
| Alamat | : | Kampung Sewu RT 1 RW 5 Jebres Surakarta |
| No. Telepon | : | 085865803281 |