Kesenjangan akses teknologi pembelajaran Bahasa Inggris di Provinsi Jawa Tengah — khususnya bagi siswa penyandang disabilitas tunanetra dan siswa di kawasan minim sinyal — menjadi permasalahan mendasar yang belum tertangani secara optimal. Tingginya biaya layanan AI komersial berbasis cloud semakin memperlebar jurang digital (digital divide) yang ada, sehingga dibutuhkan solusi yang inklusif, terjangkau, dan berkelanjutan. PITUTUR SEMAR hadir sebagai inovasi EduTech berbasis Edge AI dan perangkat keras berbiaya rendah yang dirancang untuk memfasilitasi pembelajaran Bahasa Inggris — meliputi speaking, listening, dan pronunciation — secara interaktif berbasis suara. Menggunakan mikrokontroler ESP32-S3 dan Local Large Language Model (LLM) yang berjalan di server lokal sekolah, perangkat ini mampu beroperasi penuh tanpa koneksi internet eksternal dengan dimensi ringkas 67 mm × 20 mm × 72 mm. Nama dan filosofinya terinspirasi dari tokoh pamong Semar dalam budaya Jawa, menghadirkan interaksi AI yang humanis dan kontekstual secara lokal. Ke depan, PITUTUR SEMAR dirancang untuk berkembang melampaui pembelajaran Bahasa Inggris menuju platform multimata pelajaran sekaligus teknologi assistif (assistive technology) komprehensif bagi tunanetra dalam kehidupan sehari-hari. Produk ini saat ini berada pada tahap prototipe fungsional (TRL 4–5) dan dikembangkan oleh civitas akademika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang. Melalui pendekatannya yang cost-efficient, inklusif, dan mandiri secara teknologi, PITUTUR SEMAR berkontribusi nyata terhadap pemerataan pendidikan berkualitas di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah, selaras dengan SDG 4, SDG 9, dan SDG 10.
1. Masalah dan Kebutuhan di Masyarakat. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membuka peluang besar dalam dunia pendidikan. Namun, di balik pesatnya kemajuan tersebut, terdapat kesenjangan yang nyata antara kelompok masyarakat yang mampu mengakses teknologi AI dan mereka yang tidak. Kesenjangan ini secara khusus terasa di Provinsi Jawa Tengah, di mana tidak seluruh lapisan masyarakat dan komunitas sekolah — baik di pusat kota maupun di wilayah pedesaan dan terpencil — memiliki akses yang setara terhadap perangkat maupun layanan AI modern. Dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris, permasalahan ini semakin terasa kritis. Kemampuan berbahasa Inggris, khususnya pada aspek speaking, listening, dan pronunciation, merupakan kompetensi yang semakin dibutuhkan di era global. Namun kenyataannya, sebagian besar siswa di Jawa Tengah — terutama di daerah pedesaan dan kawasan 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) — tidak memiliki akses terhadap media latihan berbahasa Inggris yang interaktif, responsif, dan terjangkau. Metode pembelajaran konvensional yang bertumpu pada buku teks dan guru semata tidak mampu memberikan umpan balik (feedback) secara langsung atas pelafalan (pronunciation) dan kemampuan berbicara (speaking) siswa. Setidaknya ada dua kelompok yang paling terdampak dari permasalahan ini. Pertama, siswa penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, yang sangat membutuhkan antarmuka berbasis perintah suara (voice-command) untuk dapat belajar — namun tidak terlayani oleh perangkat teknologi konvensional yang tersedia. Kedua, siswa di area minim sinyal (blank spot) yang tersebar luas di berbagai kabupaten di Jawa Tengah, yang tidak memiliki akses internet berkecepatan tinggi sehingga tidak dapat memanfaatkan layanan asisten AI berbasis cloud. Selain keterbatasan fisik dan infrastruktur jaringan, faktor ekonomi menjadi hambatan besar tersendiri. Asisten AI komersial yang beredar umumnya bergantung pada layanan cloud berbayar dengan biaya langganan API yang fluktuatif dan tidak terjangkau bagi sekolah-sekolah dengan anggaran terbatas. Kondisi ini menciptakan jurang digital (digital divide) yang semakin lebar, dan bertentangan langsung dengan semangat pendidikan inklusif yang seharusnya menjadi landasan pembangunan Provinsi Jawa Tengah.
2. Solusi yang Ditawarkan: Produk PITUTUR SEMAR. Merespons permasalahan di atas, hadir inovasi PITUTUR SEMAR — sebuah asisten pintar berbasis suara (voice-based AI assistant) yang dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan pembelajaran Bahasa Inggris yang inklusif dan merata di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah. Nama "Pitutur Semar" diambil dari nilai-nilai filosofi Jawa, di mana Semar adalah sosok pamong (pengasuh/pembimbing) yang bijaksana, ramah, dan mendidik. Filosofi ini diadopsi agar interaksi antara siswa dan perangkat AI lebih humanis dan kontekstual secara budaya lokal Jawa Tengah.
Fokus utama PITUTUR SEMAR adalah memfasilitasi tiga aspek inti pembelajaran Bahasa Inggris secara interaktif berbasis suara, yaitu:
1. Speaking: Siswa dapat berlatih percakapan Bahasa Inggris secara langsung dengan asisten AI yang mampu merespons secara natural dan kontekstual, layaknya berinteraksi dengan penutur asli.
2. Listening: Perangkat menyajikan audio output Bahasa Inggris yang jelas dan terstandarisasi, melatih kemampuan siswa dalam memahami percakapan dan instruksi berbahasa Inggris.
3. Pronunciation: Asisten AI memberikan umpan balik atas pelafalan siswa secara real-time, membantu siswa memperbaiki aksen dan intonasi yang tepat — sesuatu yang tidak bisa diberikan secara optimal oleh metode belajar konvensional.
Secara teknis, PITUTUR SEMAR bekerja dengan mengandalkan mikrokontroler ESP32-S3 sebagai otak perangkat keras dan Linux Server lokal sebagai infrastruktur Local Large Language Model (Local LLM). Kombinasi ini memungkinkan perangkat beroperasi secara mandiri tanpa ketergantungan pada server cloud komersial, sehingga sekolah terbebas dari biaya langganan bulanan yang membebani. Untuk akses jarak jauh yang aman, digunakan Cloudflare Tunnel yang memungkinkan konektivitas tanpa memerlukan IP publik statis — sebuah solusi hybrid connectivity yang cerdas dan efisien, ideal untuk kondisi infrastruktur jaringan yang beragam di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah.
Dari sisi fisik, perangkat ini dirancang sangat ringkas (dimensi 67 mm × 20 mm × 72 mm) sehingga portabel dan ramah ruang meja belajar. Komponen utamanya meliputi casing cetak 3D ergonomis, modul ESP32-S3 DevKitC, layar LCD 2.0" interaktif, mikrofon I2S, amplifier, dan speaker terintegrasi — seluruhnya menggunakan komponen open-market yang mudah didapatkan dan direplikasi di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Solusi ini menawarkan tiga nilai unggulan utama:
Cost-Efficient: Menggunakan mikrokontroler berbiaya rendah namun dengan kemampuan AI setara asisten komersial, sehingga dapat dijangkau oleh sekolah-sekolah di seluruh pelosok Jawa Tengah.
Sustainable & Privat: Hemat energi, data siswa tidak dikirim ke server luar, dan pembaruan AI cukup dilakukan secara terpusat di server lokal sekolah/dinas pendidikan kabupaten.
Inklusif & Merata: Dapat digunakan oleh siswa tunanetra melalui antarmuka suara, serta dapat beroperasi di area minim sinyal karena tidak bergantung pada internet eksternal — menjangkau siswa di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Dengan pendekatan ini, PITUTUR SEMAR berkontribusi langsung pada pencapaian tiga tujuan Sustainable Development Goals (SDGs): SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Industri, Inovasi & Infrastruktur), dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan).
3. Sejarah Inovasi dan Pengembangan Produk. PITUTUR SEMAR lahir dari kesadaran bahwa inovasi teknologi pendidikan tidak harus mahal dan tidak harus bergantung pada infrastruktur luar negeri. Produk ini dikembangkan oleh civitas akademika Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Provinsi Jawa Tengah, sekaligus selaras dengan visi Kota Semarang sebagai Smart City dengan tagline "Pintar".
Proses pengembangan dimulai dari identifikasi masalah di lapangan, yakni ketimpangan akses teknologi AI di lingkungan sekolah — khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris — yang dirasakan oleh siswa difabel tunanetra dan siswa di kawasan blank spot yang tersebar di berbagai penjuru Jawa Tengah. Dari sana, tim pengembang merancang arsitektur sistem yang menggabungkan pendekatan Edge AI — yaitu pemrosesan kecerdasan buatan yang dilakukan di perangkat lokal, bukan di cloud — dengan perangkat keras berbiaya rendah berbasis ESP32, sehingga mampu menjangkau kondisi infrastruktur yang beragam di wilayah Jawa Tengah.
Prototipe awal dibangun dengan fokus pada tiga prinsip rekayasa utama:
1. Kesederhanaan Komponen — menggunakan modul ESP32-S3 yang tersedia di pasaran bebas agar mudah diadopsi oleh sekolah-sekolah di seluruh kabupaten/kota Jawa Tengah.
2. Kemudahan Reproduksi Massal — casing berbasis 3D printing yang dapat direplikasi secara cepat dan murah ke ribuan sekolah tanpa memerlukan fasilitas produksi khusus.
3. Kemandirian Operasional — Local LLM di server mandiri sekolah tanpa biaya cloud eksternal, dengan pembaruan yang dikelola secara terpusat oleh dinas pendidikan.
Pengujian prototipe menunjukkan bahwa perangkat ini mampu memberikan respons asisten belajar Bahasa Inggris berbasis suara yang responsif dan interaktif — mencakup sesi latihan speaking, pemodelan audio untuk listening, serta koreksi pronunciation secara real-time — bahkan dalam kondisi jaringan internet yang terbatas.
Ke depan, PITUTUR SEMAR dirancang untuk didistribusikan secara bertahap ke sekolah-sekolah di seluruh Provinsi Jawa Tengah melalui dukungan dinas pendidikan, menjadikannya ekosistem EduTech yang mandiri, berkelanjutan, inklusif, dan berdampak luas bagi jutaan pelajar di Jawa Tengah.
PITUTUR SEMAR menawarkan pembaruan mendasar dalam pendekatan teknologi asisten belajar Bahasa Inggris berbasis AI. Berbeda dengan asisten AI komersial yang ada seperti Google Assistant, Amazon Alexa, maupun aplikasi language learning berbasis cloud seperti Duolingo atau ELSA Speak, PITUTUR SEMAR tidak memerlukan koneksi internet eksternal maupun biaya langganan apapun karena seluruh pemrosesan kecerdasan buatan dilakukan secara lokal melalui Local LLM di server sekolah. Pendekatan Edge AI ini menjadikannya satu-satunya solusi sejenis yang dapat beroperasi penuh di kawasan blank spot sekalipun. Dari sisi perangkat keras, inovasi ini menawarkan kebaruan berupa integrasi mikrokontroler ESP32-S3 berbiaya rendah dengan kemampuan AI setara asisten komersial kelas atas. Perangkat sejenis yang telah ada umumnya mengandalkan perangkat keras mahal seperti Raspberry Pi atau tablet dengan spesifikasi tinggi, sementara PITUTUR SEMAR mampu menghadirkan performa yang kompetitif dalam dimensi yang sangat ringkas (67 mm × 20 mm × 72 mm) dengan konsumsi energi yang jauh lebih hemat dan biaya produksi yang dapat ditekan secara signifikan. Keunggulan lain yang membedakan PITUTUR SEMAR dari inovasi sejenis adalah aspek inklusivitas by design. Produk ini sejak awal dirancang untuk dapat digunakan oleh siswa tunanetra melalui antarmuka suara penuh, tanpa memerlukan layar atau input visual apapun — sebuah fitur yang umumnya diabaikan oleh produk EduTech komersial yang ada di pasaran. Selain itu, penggunaan Cloudflare Tunnel untuk konektivitas jarak jauh yang aman tanpa IP publik statis merupakan pendekatan teknis yang belum diterapkan pada produk EduTech sejenis di Indonesia. Secara filosofis, PITUTUR SEMAR juga membawa nilai kebaruan melalui pendekatan Philosophy-Driven AI yang mengadopsi nilai pamong dari tokoh Semar dalam budaya Jawa, menjadikan interaksi AI lebih humanis, ramah, dan mendidik — sebuah diferensiasi yang tidak dimiliki oleh produk asisten belajar manapun yang beredar saat ini. Kombinasi antara teknologi Edge AI, perangkat keras terjangkau, inklusivitas, kemandirian operasional, dan muatan kearifan lokal inilah yang menjadikan PITUTUR SEMAR sebagai inovasi yang benar-benar baru dan belum ada padanannya di ekosistem EduTech Indonesia.
| Nama | : | Muhammad Yusuf Prayoga |
| Alamat | : | Jl. KH Nawawi, Desa sinanggul RT 11 RW 02 Kec. Mlonggo Kab. Jepara |
| No. Telepon | : | 0895411665153 |