TAPI - OK ( Tani Pintar Otomatis dan terKendali) : Inovasi Sistem Aquaponik Berbasis Internet Of Things sebagai Solusi Ketahanan Pangan Berkelanjutan.

Sektor pertanian merupakan tulang punggung ketahanan pangan, namun sekarang adalah era di mana lahan pertanian makin menyempit, harga pangan makin naik, dan generasi muda makin jauh dari dunia pertanian. Di Indonesia, ketahanan pangan masih menjadi tantangan besar. Pupuk kimia makin mahal, dan tidak semua orang punya waktu bertani dan beternak.

Dan dari latar belakang itulah kami membuat inovasi TAPI-OK : Tani Pintar Otomatis dan Terkendali. Sistem aquaponik cerdas berbasis IoT yang bisa ditempatkan di mana saja.

Di bagian bawah aquaponik adalah kolam lele. Kotoran lele akan dijadikan pupuk untuk tanaman yang ada diatasnya. Jika dibandingkan hidroponik biasa yang butuh pupuk kimia, aquaponik ini mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan. Lebih hemat, lebih alami, lebih sehat dan lebih ramah lingkungan. Bahan untuk membuat sistem aquaponic adalah dari barang bekas yang mudah didapatkan.

TAPI-OK dilengkapi sensor pintar untuk memantau kondisi suhu udara dan kelembaban lingkungan. Semua terbaca langsung di HP kita. Dengan TAPI-OK kita bisa setting waktu pemberian pakan ikan, kita juga bisa mengatur pompa air On dan Off. TAPI-OK akan bekerja sendiri secara otomatis setiap hari. Kita juga bisa mengendalikan sistem secara secara langsung lewat aplikasi TAPI-OK di HP kita. Hasil dari TAPI-OK dua produk sekaligus, yaitu sayuran organik dan ikan lele siap panen.

Hasil penelitian menunjukkan dampak positif produk inovasi ini berupa penurunan biaya konsumsi sayuran dan ikan hingga 50%. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi ekonomi bagi petani dan peternak di Kabupaten Tegal, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Ketahanan pangan merupakan pilar krusial bagi kedaulatan, stabilitas nasional, dan keberlanjutan hidup suatu bangsa. Pangan adalah kebutuhan fisiologis paling mendasar yang tidak dapat ditunda pemenuhannya. Tanpa ketahanan pangan yang kuat, sebuah negara akan rentan terhadap gejolak sosial, ekonomi, hingga gangguan kesehatan generasi masa depan seperti stunting. Sektor pertanian selama ini menjadi tulang punggung utama dalam menyokong ketersediaan pangan tersebut. Namun, saat ini sektor vital ini sedang menghadapi ancaman serius dari berbagai arah yang menuntut adanya perubahan paradigma dan inovasi nyata.

Tantangan terbesar yang dihadapi dunia pertanian saat ini adalah laju alih fungsi lahan yang masif. Era modernisasi mendorong perluasan kawasan industri dan pemukiman yang menggerus lahan-lahan produktif. Akibatnya, lahan pertanian semakin menyempit dari tahun ke tahun. Ironisnya, di tengah keterbatasan lahan ini, terjadi krisis regenerasi petani. Generasi muda cenderung menjauh dari dunia pertanian karena menganggap sektor ini tidak menjanjikan secara finansial, identik dengan kemiskinan, kotor, dan kuno. Pada kenyataannya, tidak semua orang tertarik dengan dunia pertanian. Jikalaupun ada masyarakat urban atau individu yang memiliki ketertarikan untuk bercocok tanam, keterbatasan waktu menjadi penghalang utama. Mobilitas yang tinggi membuat mereka tidak memiliki waktu luang untuk merawat tanaman setiap hari.

Padahal, urusan ketahanan pangan bukanlah tanggung jawab eksklusif para petani di desa saja, melainkan urusan kolektif kita semua sebagai konsumen. Masalah ini sangat terasa di wilayah perkotaan, di mana lebih dari 60% kebutuhan sayur harian masyarakat kota masih sangat bergantung pada pasokan dari luar kota atau daerah pedesaan. Ketergantungan ini menciptakan risiko tinggi terhadap stabilitas harga dan kesegaran bahan pangan akibat rantai distribusi yang panjang.

Di sisi lain, petani tradisional yang bertahan pun kian terimpit. Biaya operasional, terutama harga pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya, terus mengalami kenaikan yang signifikan sehingga menekan kesejahteraan petani. Penggunaan bahan kimia pada pupuk dan pestisida sintetis secara masif dalam jangka panjang juga terbukti merusak ekosistem tanah dan mencemari lingkungan.

Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara konvensional untuk menghadapi situasi yang kian kompleks ini. Diperlukan sebuah lompatan teknologi yang adaptif.

Paparan di atas merupakan hal yang melatarbelakangi peneliti untuk membuat sebuah Inovasi Sistem Pertanian Cerdas “TAPI - OK ( Tani Pintar Otomatis dan terKendali) : Inovasi Sistem Aquaponik Berbasis Internet Of Things sebagai Solusi Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”

TAPI-OK adalah Tani Pintar Berbasis IoT, Otomatisasi Terkendali. Sistem aquaponik cerdas yang bisa dipasang di mana saja - halaman rumah, rooftop, garasi, bahkan dalam ruangan sekalipun. Sistemnya sederhana. Di bagian bawah, adalah kolam lele. Kotoran lele akan dijadikan pupuk untuk tanaman yang ada diatasnya.

Jika dibandingkan hidroponik biasa yang butuh pupuk kimia dari luar, aquaponik ini mendapatkan nutrisi dari kotoran ikan. Lebih hemat, lebih organik, lebij alami, lebih sehat dan lebih ramah lingkungan. Bahan atau materialnya bebas, bisa dari pipa bekas, botol plastik, ember, besi. TAPI-OK fleksibel, menyesuaikan ruang dan budget yang kamu punya.

TAPI-OK dilengkapi sensor pintar yang memantau kondisi sistem secara real-time dari suhu udara dan kelembaban lingkungan. Semua terbaca langsung di HP kita, dari mana saja, kapan saja.

Yang paling powerful dari TAPI-OK adalah sistem otomatisasinya. Kita tinggal setting sekali: mau kasih makan lele jam berapa, berapa kali sehari, berapa takarannya. Mau mengatur pompa air On berapa lama, TAPI-OK akan bekerja sendiri secara otomatis setiap hari. Tanpa perlu kita ingat-ingat lagi.

Jika kita menghendaki mengambil kendali secara langsung, cukup kiya buka aplikasi, tekan tombol, dan sistem langsung merespons secara manual. Kontrol otomatis dan manual berjalan terpisah, jadi kita bebas pilih kapan mau intervensi dan kapan kita biarkan sistem bekerja sendiri secara otomatis.

Hasil dari TAPI-OK dua produk sekaligus dari satu sistem, yaitu sayuran organik segar dan ikan lele siap panen. Hemat tempat, hemat biaya pupuk, dan jauh lebih produktif.

Nama : Asyik
Alamat : Jl. Wijaya Kusuma 21, Kel. Kudaile, RT 07 RW 05, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal.
No. Telepon : 08179595178 dan 087880049416