SIMPAH (Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Sampah) merupakan platform digital berbasis cloud yang dirancang secara komprehensif untuk mentransformasi tata kelola data persampahan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Platform ini mengatasi keterbatasan sistem konvensional dengan menghadirkan mekanisme pencatatan data yang granular, mulai dari tingkat wilayah (Desa/Kecamatan) hingga tingkat pengambil keputusan di Kabupaten/Provinsi. Tidak hanya mengelola sampah domestik rumah tangga secara periodik, SIMPAH secara khusus mengintegrasikan pemantauan timbulan sampah non-domestik yang bersumber dari berbagai Fasilitas Umum (Fasum) seperti destinasi wisata, perhotelan, kawasan industri, hingga fasilitas publik lainnya. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (GIS) dan dashboard analitik interaktif, SIMPAH menyajikan visualisasi real-time perbandingan estimasi potensi timbulan sampah dengan volume sampah yang berhasil dikelola. Keandalan operasional sistem didukung oleh arsitektur keamanan Role-Based Access Control (RBAC) yang membagi wewenang akses pengguna (Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan, Kader Lapangan, dan Pengelola Fasum) secara presisi guna mencegah tumpang tindih data. SIMPAH juga mengusung pendekatan sosial lewat modul pemantauan kinerja kader persampahan. Fitur ini merekam kontribusi aktif kader secara objektif, menjadi landasan bagi pemerintah daerah dalam memberikan insentif berbasis data untuk meningkatkan motivasi partisipasi masyarakat secara berkesinambungan. Melalui data valid yang diperbarui secara real-time di database Supabase dan aplikasi web Vercel yang responsif, SIMPAH berfungsi sebagai decision support system untuk membantu merumuskan kebijakan alokasi armada, mengantisipasi overload Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta mempercepat target zero-waste. Inovasi ini didesain ramah pengguna bagi kader di lapangan, serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk diadaptasi oleh berbagai pemerintah kota maupun kabupaten di seluruh wilayah Indonesia guna mendorong percepatan program sirkular ekonomi daerah tersebut.
Tata kelola sampah perkotaan dan daerah sering kali terbentur pada masalah klasik berupa fragmentasi data, lambatnya pelaporan, serta sistem pencatatan yang masih mengandalkan cara-cara manual. Dinas Lingkungan Hidup di berbagai wilayah kerap kali kesulitan merumuskan kebijakan taktis dan tepat sasaran karena tidak memiliki akses langsung terhadap data timbulan sampah secara aktual, real-time, dan granular. Selama ini, data persampahan dikumpulkan secara periodik menggunakan spreadsheet konvensional atau dokumen fisik berlapis. Metode tersebut rentan terhadap manipulasi, lambat didistribusikan untuk analisis instan, dan gagal memetakan detail sumber sampah di wilayah masing-masing. Masalah pelaporan ini diperparah oleh minimnya pengawasan terhadap kontribusi sampah non-domestik yang dihasilkan dari sektor Fasilitas Umum (Fasum) seperti destinasi wisata, industri lokal, dan perhotelan, yang volumenya sangat tinggi namun jarang terdokumentasi secara tertib. Sementara itu, program pelibatan masyarakat melalui kader-kader lingkungan di tingkat desa kerap kali bersifat temporer dan mudah kehilangan konsistensi karena tidak adanya instrumen apresiasi yang terukur. Tanpa adanya sistem perekaman jejak kinerja (track record) yang transparan, kontribusi nyata para kader di lapangan tidak dapat terpantau dengan objektif oleh dinas terkait, sehingga menghambat pemberian insentif yang proporsional. Kondisi ketimpangan informasi, inefisiensi birokrasi, dan lemahnya keterlibatan kader inilah yang melatarbelakangi pengembangan platform SIMPAH. Sebagai solusi digital terintegrasi, SIMPAH hadir memotong birokrasi pelaporan manual menjadi paperless, menyatukan seluruh pelaku ekosistem sampah mulai dari pengelola Fasum, kader desa, hingga dinas kebersihan dalam satu basis data cloud terpusat. Dengan dashboard pemetaan GIS interaktif dan sistem pelacakan kinerja kader, SIMPAH memastikan setiap data sampah terverifikasi demi terwujudnya tata kelola lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Sistem ini juga memberikan ruang kolaborasi yang lebih transparan antara instansi pemerintah dengan swasta dalam rangka mewujudkan program tanggung jawab sosial lingkungan (CSR) yang terarah. Melalui digitalisasi ini, disparitas pelaporan data lapangan dapat ditekan hingga tingkat minimal, mendukung percepatan smart city, intervensi kebijakan tepat sasaran di daerah khususnya kabupaten Banjarnegara.
Dibandingkan dengan sistem pelaporan yang ada (seperti SIPSN nasional), SIMPAH memiliki keunggulan berupa granularitas data yang lebih dalam, yakni mencakup pemetaan level wilayah/desa dan Fasum (industri/wisata) secara spesifik. Selain itu, terdapat fitur gamifikasi dan pemantauan kinerja untuk para kader pengelola sampah, yang mendorong partisipasi aktif masyarakat secara berkelanjutan. SIMPAH juga telah menggunakan infrastruktur cloud modern dengan akses responsif.
| Nama | : | SINGGIH HAMDANI MA'RUF |
| Alamat | : | RT.3/RW.3, Sokayasa, Banjarnegara, Central Java 53412 |
| No. Telepon | : | 085156351221 |