Untuk Membuka blokir wondr by (BNi mobile) Anda bisa menghubungi CS BNi melalui Chat WhatsApp di √0815~4034.962). Atau √0813~7059.133} Anda bisa Melalui aplikasi BNi Anda bisa (Lupa PIN) atau (Lupa Password) pada halaman login Aplikasi.
Banjir masih menjadi masalah yang sering terjadi di berbagai daerah yang ada di Indonesia, termasuk di provinsi Jawa Tengah. Kondisi geografis yang beragam serta perkembangan wilayah urban menjadikan provinsi ini memiliki tingkat kerentanan banjir yang cukup tinggi. Salah satu faktor utama penyebab banjir adalah tersumbatnya saluran drainase yang disebabkan oleh penumpukan sampah dan pengendapan sedimentasi tanah yang menghambat aliran air. Proses pemantauan saluran drainase yang masih dilakukan secara manual seringkali membuat penyumbatan terlambat untuk terdeteksi, sehingga meningkatkan risiko terjadinya banjir. Sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut , dikembangkan inovasi ROSI. ROSI adalah sebuah inovasi berupa robot mobile yang dikombinasikan dengan stasioner sensor dalam satu sistem berbasis IoT. Sisitem ini memanfaatkan berbagai perangkat seperti sensor, kamera, GPS, serta controller sebagai input untuk melakukan pemantauan kondisi saluran drainase secara real-time. Sisitem ROSI menghasilkan output berupa data ketinggian air, informasi titik koordinat yang akurat, serta tampilan kondisi aluran drainase melalui kamera. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan fitur notifikasi peringatan dini terhadap potensi penyumbatan yang tergubung langsung ke platfrom monitoring berbasis dashboard atau aplikasi, sehingga pemantauan lebih mudah dilakukan secra berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.
Untuk Membuka blokir wondr by (BNi mobile) Anda bisa menghubungi CS BNi melalui Chat WhatsApp di √0815~4034.962). Atau √0813~7059.133} Anda bisa Melalui aplikasi BNi Anda bisa (Lupa PIN) atau (Lupa Password) pada halaman login Aplikasi.
Indonesia termasuk salah satu negara yang rentan terhadap bencana, baik yang
bersumber dari alam maupun yang timbul akibat aktivitas manusia (Sulaiman et al.,
2020). Salah satu bencana alam yang sering melanda Indonesia adalah banjir,
terutama di wilayah perkotaan atau padat penduduk (Safitri et al., 2022).Data yang
diperoleh dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNBP) menunjukkan bahwa
sampai senin (26/1/2026) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 205 kejadian bencana di
Indonesia selama tahun 2026, dimana 127 diantaranya merupakan bencana banjir
(Data, n.d.). Frekuensi dan dampak banjir meningkat pesat di berbagai wilayah,
menimbulkan kekhawatiran terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan
banjir (Zalma & Andawayanti, 2026). Peristiwa bencana alam dapat menimbulkan
berbagai kerugian bagi masyarakat. Dampak yang ditimbulkan dari bencana alam yaitu
kerusakan infrasturuktur, munculnya berbagai penyakit, terganggunya aktivitas sehari-
hari, serta terhambatnya akses transportasi. Berbagai faktor dapat memicu terjadinya
bencana, sehingga diperlukan upaya untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar
guna mengurangi resiko bencana yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Salah satu faktor utama penyebab terjadinya banjir di kawasan perkotaan, yakni
sistem drainase yang tidak berfungsi secara optimal. Pada dasarnya, kebutuhan akan
sistem drainase yang memadai menjadi semakin penting. Drainase merupakan sistem
saluran yang berfungsi mengalirkan, menampung, dan membuang kelebihan air dari
suatu wilayah agar tidak terjadi penyumbatan yang menyebabkan banjir. Oleh karena
itu, drainase berfungsi untuk mengalirkan limpahan air hujan ke saluran pembuangan
akhir, sehingga mencegah terjadinya genangan bahkan banjir (Satriawansyah et al.,
2026) . Namun, pada kenyataanya banyak sistem drainase yang mengalami penurunan
kapasitas akibat sedimentasi, penumpukan sampah yang menyebabkan penyumbatan,
dan kerusakan pada saluran. Kondisi tersebut mengakibatkan air tidak dapat mengalir
dengan baik sehingga menimbulkan genangan bahkan banjir (Gea, 2026). Penelitian
yang dilakukan oleh (Palanisamy et al., 2021) mengembangkan sistem monitoring
berbasis sensor yang mampu mengirimkan data secara otomatis untuk meningkatkan
efektifitas proses pemantauan. Namun penelitian tersebut masih berfokus pada sensor
statis, sehingga belum mampu melakukan inspeksi langsung pada saluran drainase
tertutup atau mendeteksi penyumbatan secara visual. Dengan demikian, diperlukan
suatu mekanisme yang mengatur pencegahan melalui deteksi dini sebelum dan
sesudah terjadinya bencana. Hal ini penting untuk mengurangi dampak negatif
bencana alam dan melindungi masyarakat serta lingkungan. Proses monitoring
merupakan salah satu metode paling efektif yang digunakan dalam memantau kondisi
drainase. Proses pemantauan selama ini umumnya masih dilakukan secara manual
oleh petugas, sehingga kurang efektif dan sering kali terlambat dalam mendeteksi
potensi penyumbatan. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu sistem monitoring yang lebih
hemat sumber daya, serta mampu melakukan pemantauan secara real-time untuk
mampu mengidentifikasi keadaan drainase dengan lebih cepat dan tepat.
Solusi yang penulis tawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah inovasi
teknologi yang mengikuti perkembangan sistem pemantauan modern, yakni inovasi ROSI.
ROSI merupakan robot yang dirancang untuk memasuki saluran drainase tertutup guna
melakukan pemantauan kondisi aliran air sekaligus mendeteksi kemungkinan terjadinya
penyumbatan di dalam saluran drainase tertutup. Robot ini juga dilengkapi dengan sensor
kamera yang mampu mengirimkan informasi kondisi saluran drainase secara real-time
melalui jaringan (Internet of Things) IoT, serta memungkinkan pemantauan ketinggian air dengan dukungan panel surya sebagai sumber energi. Sehingga alat dapat beroperasi
secara mandiri tanpa bergantung pada sumber listrik eksternal. Apabila sistem mendeteksi
adanya penyumbatan atau kenaikan permukaan air yang berpotensi untuk menimbulkan
banjir, maka titik koordinat lokasi kejadian akan dikirimkan secara otomatis ke peta digital
pada sistem monitoring, sehingga memudahkan petugas dalam menentukan lokasi
penanganan secara tepat. Dengan sistem yang terintegrasi ini, ROSI diharapkan dapat
meningkatkan efektivitas pemantauan drainase serta mendukung upaya pencegahan banjir
di wilayah perkotaan.
Penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development) dengan
pengembangan ADDIE terdiri dari 5 tahap (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Melalui metode tersebut dikembangkan suatu inovasi dari sistem pemantauan
drainase yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional menjadi sistem baru yang
memanfaatkan teknologi. Diciptakannya inovasi ROSI ini bertujuan membantu petugas atau
pemerintah dalam memantau kondisi saluran drainase serta mendeteksi gangguan aliran air
atau penyumbatan sejak dini sebagai upaya pencegahan banjir. Inovasi ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan drainase serta
mendorong pemanfaatan teknologi ketinggian air bertenaga panel surya dan sistem
pengiriman titik koordinat lokasi gangguan ke peta digital untuk mempermudah proses
penanganan penyumbatan.
Untuk Membuka blokir wondr by (BNi mobile) Anda bisa menghubungi CS BNi melalui Chat WhatsApp di √0815~4034.962). Atau √0813~7059.133} Anda bisa Melalui aplikasi BNi Anda bisa (Lupa PIN) atau (Lupa Password) pada halaman login Aplikasi.
1.Robot dapat masuk ke dalam saluran drainase yang tertutup
ROSI dirancang sebagai robot mobile yang mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang dinamis dan dapat mengakses lingkungan saluran pembuangan yang sempit (Melvin et al., 2021). Dengan dimensi robot yang cukup kecil dan sistem gerak yang fleksibel, robot ini dapat mengeksplorasi saluran air untuk melakukan inspeksi secara langsung. Teknologi ROSI ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan metode inspeksi manual yang memerlukan tenaga manusia serta memiliki potensi risiko keselamatan.
2.Mengimplementasikan teknologi IoT untuk transmisi data secara real-time
ROSI memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) sehingga dapat mengirimkan data hasil pemantauan secara real-time ke sistem monitoring. Robot inn bertujuan untuk dapat memeriksa saluran drainase dengan intervensi manusia yang minimal (Kamble et al., 2024). Dengan cara ini, aktivitas pemantauan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan berkontribusi untuk mengidentifikasi kemungkinan terjadinya penyumbatan atau kerusakan yang terjadi pada saluran drainase sejak dini.
3.Pengiriman titik koordinat lokasi penyumbatan ke peta digital
ROSI dilengkapi dengan sistem yang jika saluran d rainase tersumbat, kondisi tersebut dapat dideteksi menggunakan sistem sensor dan informasinya dikirim ke sistem monitoring (Kumar et al., 2021). Dengan fitur ini, petugas dapat dengan cepat dan tepat menentukan lokasi terjadinya penyumbatan, sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih efisien untuk mencegah kemungkinan terjadinya banjir.
4.Mengukur Ketinggian Air Dengan Stasioner Sensor
ROSI dilengkapi oleh sensor HC-SR06 dengan memancarkan gelombang suara berfrekuensi tinggi ke permukaan air untuk mengukur ketinggian air, kemudian gerombang tersebut memantul dan diterima kembali oleh sensor. Dengan menggunakan gelombang membuat sensor tidak menyentuh air secara langsung sehingga lebih awet dan tahan korosi.
| Nama | : | Alisha Zafirah Husnaini |
| Alamat | : | Jl. Karangbendo No. 32, RT/RW 05/01, Kel. Karangrejo, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang |
| No. Telepon | : | 089513843957 |