Degradasi kualitas tanah di Indonesia telah menurunkan kapasitas penyerapan air di berbagai wilayah perkotaan dan agraris. Kondisi ini berkontribusi terhadap meningkatnya risiko banjir limpasan saat musim hujan serta berkurangnya ketersediaan air tanah saat musim kemarau. Salah satu upaya yang umum digunakan adalah lubang resapan biopori (LRB), namun penggunaan isian sampah organik secara langsung memiliki beberapa kendala seperti penyusutan material akibat pembusukan dan potensi penyumbatan pada media tanah.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi HydroSorp, yaitu blok berpori berbasis limbah lignoselulosa yang tersusun dari bonggol jagung, sekam padi, serat kelapa, dan kayu jati dengan perekat maizena. Penelitian dilakukan melalui proses formulasi bahan, pencetakan blok, dan pengujian karakteristik hidrologis menggunakan metode perendaman (Soak Test) selama 1 jam dalam media air.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa HydroSorp mampu menyerap air hingga 188,89% dari massa awal blok. Selain itu, material menunjukkan kemampuan menyerap air dengan laju rata-rata sebesar 0,00472 ml/s per unit blok selama pengujian laboratorium. Bentuk blok yang padat juga membantu mempertahankan struktur isian biopori selama proses pengujian.
HydroSorp berpotensi menjadi alternatif material pendukung biopori berbasis limbah biomassa yang dapat membantu retensi air tanah sekaligus memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang lebih bernilai guna.
Kata Kunci: Biopori, HydroSorp, Biomassa, Retensi Air, Daya Serap Air.
Air merupakan sumber daya penting bagi keberlangsungan ekosistem serta aktivitas domestik dan agraris (UN-Water, 2021). Namun, urbanisasi di wilayah perkotaan seperti Kota Semarang telah menyebabkan alih fungsi lahan menjadi permukaan kedap air sehingga menurunkan kapasitas infiltrasi tanah (Kamaludin et al., 2018). Kondisi tersebut dapat meningkatkan limpasan permukaan saat musim hujan serta mengurangi ketersediaan air tanah pada musim kemarau.
Upaya mitigasi melalui lubang resapan biopori (LRB) masih memiliki beberapa keterbatasan. Isian sampah organik pada LRB dapat mengalami dekomposisi sehingga menyebabkan penyusutan volume material. Selain itu, pembusukan material organik juga berpotensi mengurangi efektivitas infiltrasi pada penggunaan jangka panjang. Di sisi lain, sektor agraris dan industri pengolahan kayu menghasilkan limbah lignoselulosa dalam jumlah besar, seperti bonggol jagung, sekam padi, sabut kelapa, dan serutan kayu jati, yang sebagian masih dibakar secara terbuka dan secara umum dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca (FAO, 2020). Oleh karena itu, diperlukan material pendukung biopori yang mampu membantu retensi air sekaligus memanfaatkan limbah biomassa secara lebih bernilai guna.
Penelitian ini mengembangkan HydroSorp, yaitu blok berpori berbasis limbah lignoselulosa. Berbeda dengan isian biopori konvensional, HydroSorp dibuat dalam bentuk blok padat berpori yang berfungsi sebagai media penyerap air sekaligus isian padat pada biopori. Bentuk blok yang padat diharapkan dapat membantu mempertahankan susunan isian biopori selama penggunaan.
HydroSorp memanfaatkan sifat penyerapan air dari material lignoselulosa seperti selulosa dan lignin (Rowell et al., 2012). Dengan struktur berpori, HydroSorp mampu menyerap air hingga 188,89% dari massa keringnya dan menunjukkan laju penyerapan air rata-rata sebesar 0,00472 ml/s per unit blok selama pengujian. Penggunaan perekat berbasis maizena juga membuat material ini lebih ramah lingkungan dan memiliki bentuk yang lebih stabil dibandingkan dengan sampah organik lepas.
Keunggulan utama HydroSorp terletak pada penggunaan blok berpori berbasis limbah biomassa lignoselulosa yang mampu menyerap dan menahan air lebih optimal dibanding media isian biopori konvensional. Berbeda dengan penggunaan sampah organik biasa yang mudah membusuk, menyusut, dan berpotensi menyumbat tanah, HydroSorp memiliki bentuk blok yang lebih stabil sehingga dapat mempertahankan struktur media resapan lebih lama. Selain itu, HydroSorp memanfaatkan bahan lokal seperti bonggol jagung, sekam padi, serat kelapa, dan kayu jati sehingga lebih ramah lingkungan, bernilai ekonomis, dan mendukung pengolahan limbah biomassa menjadi produk yang lebih bermanfaat.
| Nama | : | Naufal Labib Aflah |
| Alamat | : | Jl. Sendangguwo Baru I No.1, Gemah, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50191 |
| No. Telepon | : | 088227631214 |