Pengembangan ECOBIN (Electronic Collection Bin for Plastic Waste) Berbasis Sensor Berat

Permasalahan sampah plastik masih menjadi tantangan besar di lingkungan sekolah akibat rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan. Kurangnya kebiasaan membuang sampah pada tempatnya menyebabkan sampah plastik sering berserakan di berbagai area sekolah. Selain itu, keterbatasan sarana pengelolaan sampah turut memperburuk kondisi lingkungan sekolah. Permasalahan tersebut perlu ditangani melalui inovasi yang mampu meningkatkan kepeduliaan siswa terhadap pengelolaan sampah plastik secara efektif dan berkelanjutan.

ECOBIN merupakan tempat sampah pintar berbasis sensor berat (load cell) yang dirancang sebagai media edukasi pengelolaan sampah plastik di sekolah. Sistem ini dilengkapi fitur identifikasi pengguna menggunakan Nomor Induk Siswa (NIS). Sampah plastik yang dimasukkan akan dideteksi beratnya dan dikonversi menjadi poin sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi siswa.

Metode yang digunakan dalam pengembangan inovasi ini meliputi studi literatur, perancangan sistem, dan pembuatan prototipe sederhana serta mudah dioperasikan. ECOBIN dikembangkan untuk membantu pemantauan partisipasi siswa dalam pengelolaan sampah secara lebih terukur dan terorganisasi.

Hasil pengembangan menunjukkan bahwa ECOBIN mampu mendukung pengelolaan sampah melalui sistem pemberian poin dan reward yang dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam menjaga lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil tersebut, ECOBIN diharapkan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi yang aplikatif, edukatif, dan berkelanjutan serta dapat diterapkan di berbagai sekolah.

Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan lingkungan terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2025, timbunan sampah nasional mencapai 27,86 juta ton dan baru sekitar 34,18% yang berhasil terkelola dengan baik. Kondisi tersebut menyebabkan pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, serta menurunkan kualitas lingkungan hidup.

Di lingkungan sekolah, permasalahan sampah plastik juga masih sering ditemukan akibat rendahnya kesadaran siswa dalam membuang dan memilah sampah. Sampah plastik yang berserakan tidak hanya mengganggu kebersihan sekolah, tetapi juga mencerminkan kurangnya budaya peduli lingkungan pada peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang mampu meningkatkan partisipasi siswa secara aktif dan berkelanjutan.

Upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi sebenarnya telah banyak dikembangkan, seperti reverse vending machine dan tempat sampah pintar otomatis. Namun, sebagian besar inovasi sebelumnya masih berfokus pada fungsi pengumpulan sampah dan belum memiliki sistem edukasi berbasis partisipasi pengguna secara langsung. Selain itu, beberapa inovasi hanya menghitung jumlah botol plastik tanpa memperhatikan berat sampah sehingga kurang fleksibel untuk berbagai jenis sampah plastik.

Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengembang menghadirkan ECOBIN (Electronic Collection Bin for Plastic Waste) sebagai pengembangan dari inovasi tempat sampah pintar sebelumnya. ECOBIN menggunakan sensor berat (load cell) untuk mengukur berat sampah plastik sehingga data yang dihasilkan lebih akurat dibanding sistem berbasis jumlah. Selain itu, ECOBIN dilengkapi sistem identifikasi pengguna menggunakan Nomor Induk Siswa (NIS), pencatatan data otomatis, serta sistem poin dan reward yang dapat meningkatkan motivasi siswa dalam memilah sampah plastik.

Inovasi ini dikembangkan sebagai media edukasi interaktif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat sampah, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter peduli lingkungan di sekolah. Dengan penerapan ECOBIN, diharapkan tercipta budaya pengelolaan sampah plastik yang lebih baik, terukur, dan berkelanjutan terutama di lingkungan sekolah.

1. Pengukuran Berbasis Berat yang Lebih Akurat

Berbeda dengan inovasi sebelumnya yang umumnya menghitung jumlah plastik, ECOBIN menggunakan sensor load cell mengukur berat sampah plastik secara otomatis. Sistem ini memungkinkan pengelolaan berbagai jenis sampah plastik dengan hasil yang lebih akurat dan fleksibel.

2. Sistem Identifikasi Pengguna Menggunakan NIS

ECOBIN dilengkapi fitur input Nomor Induk Siswa (NIS) sehingga setiap aktivitas pembuangan sampah dapat tercatat berdasarkan identitas pengguna. Fitur ini belum banyak diterapkan pada tempat sampah pintar sederhana di lingkungan sekolah.

3. Pencatatan Data Terintegrasi

Data berat sampah dan identitas pengguna secara otomatis tersimpan pada sistem berbasis ESP32 dan database sederhana. Hal ini mempermudah pemantauan partisipasi siswa dan evaluasi pengelolaan sampah di sekolah.

4. Sistem Poin dan Reward untuk Meningkatkan Motivasi

Setiap sampah plastik yang disetorkan akan dikonversi menjadi poin yang dapat ditukarkan dengan alat tulis atau kebutuhan sekolah lainnya. Sistem reward ini menjadi pembeda utama karena mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa secara berkelanjutan.

5. Media Edukasi Interaktif

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat sampah, ECOBIN juga menjadi media pembelajaran interaktif tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan kepeduliaan lingkungan.

4. Desain sederhana dan Mudah Diterapkan

ECOBIN dirancang menggunakan komponen yang mudah diperoleh serta waktu produksi yang relatif cepat sehingga berpotensi dapat diterapkan secara luas di berbagai sekolah.

Nama : Fika Indriani
Alamat : Jl. Mayor Jend. Sungkono No.34, Selabaya, Kec. Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53371
No. Telepon : 082329127275