CABAI BUBUK FERMENTASI “ INOVASI PENGAWETAN CABAI PADA MASA PANEN RAYA BERBASIS FERMENTASI ASAM LAKTAT DAN PENEPUNGAN GUNA MEMPERPANJANG MASA SIMPAN CABAI DALAM RANGKA MENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN PEMERINTAH ”

Penelitian ini didasari dari melimpahnya produksi cabai saat panen raya di desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Pada masa panen raya  harga jual cabai mengalami penurunan yang sangat signifikan. Penurunan harga  ini menyebabkan para petani mengalami kerugian yang sangat besar. Kerugian tersebut disebabkan karena nilai jual cabai pada musim panen raya tidak sebanding dengan biaya operasional.

Kondisi tersebut menyebabkan banyak  para petani  membiarkan cabai tidak di panen.  Sebagian lagi  dijual dengan harga yang sangat rendah. Sehingga para petani banyak yang mengalami kerugian.

Kelompok Tani Alfata  Desa Jatirejo melakukan ujicoba penanganan permasalahan dengan Pengawetan Cabai berbasis Fermentasi Asam Laktat dan Penepungan guna memperpanjang masa simpan cabai. Fermentasi asam laktat memiliki fungsi sebagai penekan bakteri pathogen yang menyebabkan kerusakan pada jaringan cabai dan penepungan adalah cara penyimpanan tradisional.  Proses fermetasi  asam laktat adalah proses fermentasi yang di bantu oleh bakteri baik. Bakteri baik tersebut menekan pertumbuhan  bakteri pathogen dan bakteri perusak jaringan.  Hal ini dapat menjaga kesetabilan bahan supaya awet dan bertahan lama  . Proses penepungan menghasilkan  bubuk cabai kering dapat disimpan dengan praktis.

Melalui kedua proses tersebut cabai bubuk ini dapat bertahan 2 sampai 3 tahun lebih lama jika di bandingkan dengan pengeringan biasa. Cabai bubuk dapat di jual menyesuaikan harga pasar.  Dengan  proses ini para petani dapat membuat olahan  komoditi baru yang memiliki nilai jual yang meningkat, Sehingga  Inovasi ini dapat bermanfaat bagi Para Petani dan Juga dapat Mendukung Program Ketahanan Pangan Pemerintah.

Latar Belakang

 

Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang terletak ditengah jantung kota Kecamatan Suruh, berjarak sekitar 1 km dari kantor Kecamatan Suruh. Secara administratif letak geografis Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang dibatasi oleh 4 desa pada sisi-sisinya. Di sisi barat wilayah Desa Jatirejo berbatasan dengan wilayah administrasi Desa Kebowan, di sisi selatan berbatasan dengan Desa Beji Lor, I sementara di sisi timur wilayah Desa Jatirejo berbatasan dengan Wilayah Desa Dersansari dan sebelah utara berbatasan dengan Desa Suruh.

Desa  Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang memiliki luas secara keseluruhan sebesar 230.625 ha, secara administratif terdiri 6 dusun, 6 RW dan 23 RT. Ketinggian wilayah Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang berada pada kisaran 300 – 400 m di atas permukaan laut (dpl), dengan ketinggian terendah berada di Dusun Klewonan dan tertinggi di Dusun Dukuh . Berdasarkan tingkat kelandaiannya wilayah Desa Jatirejo termasuk wilayah yang datar. Tanah di Desa Jatirejo merupakan tanah yang subur, kurang Lebih 65 % adalah wilayah desa Jatirejo terdiri dari lahan petanian. Mayoritas penduduk desa Jatirejo berprofesi sebagai petani. Terdiri dari petani padi dan tanaman sayur.

 

Program Pertanian merupakan kegiatan yang menjadi program prioritas  dalam Program ketahanan Pangan Pemerintah Pusat. Pertanian adalah kegiatan sektor pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi lainya, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya.

Mayoritas petani sayur dalam kelompok tani Alfata Desa Jatirejo Kecamatan Suruh mengandalkan dari penanaman Cabai. Cabai merupakan komoditi andalan bagi petani karena daya jualnya lumayan tinggi. Akan tetapi apabila musim panen raya tiba, permasalahan muncul dikala  hasil produksi yang melimpah sehingga harga cabai di pasaran anjlok. Dalam kondisi seperti ini mengakibatkan para petani mengalami kerugian dikarenakan sifat cabai yang tidak bisa di simpan lama. Jika di simpan dalam jangka waktu lama maka akan membusuk dan tidak laku di jual. 

  Dari permasalahan tersebut kelompok tani Alfata Desa Jatirejo Kecamatan Suruh melakukan inovasi untuk pengawetan cabai supaya dapat bertahan lama dan dapat disimpan dengan tidak mengurangi kualitas cabai tersebut. Sehingga hasil panen tersebut dapat di jual menunggu harga cabai stabil. Berdasarkan permasalahan tersebut Kami menciptakan inovasi yang kami rangkumkan dalam Karya tulis kami yang berjudul

 

CABAI BUBUK FERMENTASI

“INOVASI PENGAWETAN CABAI  PADA MASA PANEN RAYA BERBASIS FERMENTASI ASAM LAKTAT DAN PENEPUNGAN  GUNA MEMPERPANJANG MASA SIMPAN CABAI DALAM  RANGKA MENDUKUNG PROGRAM KETAHANAN PANGAN PEMERINTAH

 

Karya Tulis ini kami rangkum dalam rangka untuk mengikuti Lomba Kreasi dan Inovasi ( Krenova ) Kabupaten Semarang tahun 2025 kategori Masyarakat Umum dan juga guna mengikuti Lomba Krenova tingkat provinsi Jawa Tengah tahun 2026 bidang fokus inovasi Pertanian dan Pangan .

 

Keunggulan Inovasi

     

 

Keunggulan Produk Cabai Bubuk Frmentasi melalui metode pengawetan cabai dengan cara Fermentasi Asam Laktat dan penepungan , adalah :

  1. Metode Fermentasi Asam Laktat pada produk pertanian dengan bakteri asam laktat (BAL) memiliki banyak manfaat, terutama dalam pengawetan, peningkatan kualitas produk, dan peningkatan kesehatan. BAL menghasilkan asam laktat yang menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan mikro organisme phatogen sehingga  memperpanjang masa simpan produk, serta meningkatkan rasa dan tekstur dan juga menetralkan ph dalam makanan.

Sumber : ( https://foodreview.co.id/blog-56213-Peran-Bakteri-Asam-Laktat-dalam-Proses-Fermentasi.html.)

 

  1. Penepungan merupakan salah satu cara pengawetan cabai yang sudah dikeringkan kemudian digiling menjadi bubuk atau tepung membantu mengurangi kadar air dalam cabai, sehingga menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur yang menyebabkan pembusukan. Dengan demikian, cabai bubuk dapat disimpan lebih lama dan tetap awet untuk di konsumsi.

Sumber : (https://istanaumkm.pom.go.id/storage/app/media/Modul%20TTG/25% 20CABAI%20BUBUK_FIX.pdf )

  1. Dengan kombinasi dua metode pengawetan tersebut, yaitu metode fermentasi asam laktat dan penepungan,  cabai akan bertahan dua kali lipat lebih lama jika di bandingkan dengan metode pengeringan saja. Tentunya cabai tepung cabai tersebut diawetkan secara alami tanpa bahan pengawet sehingga lebih aman dan tetap terjaga kandunganya.

Nama : WISNU AMINUDIN
Alamat : Dusun Noloprayan RT 1 RW 2 Desa Jatirejo Kecamatan Suruh Kab. Semarang Kode Pos 50776
No. Telepon : 085640806488