Smart Drone Fishing

    Smart Drone Fishing adalah pelepas umpan pancing jarak jauh untuk efisinsi nelayan tradisional dan pemancing pesisir dengan
memanfaatkan teknologi drone (UAV) dengan fitur sistem AIR DROP untuk melepaskan umpan pancing. Drone ini dibangun dengan cara custom atau bisa dibilang Drone rakitan dengan bahan rangka lokal yang bisa dengan mudah didapatkan di sekitar kita. Drone fishing custom atau rakitan dibuat karena lebih murah dan fleksibel dibanding Drone Fishing pabrikan yang harganya bisa terpaut jauh diatasnya.

    Drone, secara teknis dikenal sebagai Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA), adalah kendaraan udara yang beroperasi tanpa pilot di dalam pesawat. Drone dapat beroperasi secara otomatis (otonom) menggunakan perangkat lunak dan waypoint yang diprogram, atau dikendalikan dari jarak jauh (remote control). Dalam konteks hukum, istilah lain yang sering digunakan adalah Unmanned Aircraft Systems (UAS) yang merujuk pada kesatuan drone dan sistem kontrolnya.

    Sebuah drone terdiri dari beberapa komponen esensial yang memungkinkan fungsionalitas terbang:

1. Frame: Badan drone yang terbuat dari bahan ringan dan kuat seperti carbon fiber, aluminium, atau plastik.

2. Flight Controller (FC): "Otak" drone yang dilengkapi sensor (giroskop, akselerometer, barometer) untuk menjaga stabilitas terbang.

3. Motor dan Propeller: Penggerak utama. Pada jenis multirotor, motor mengubah energi listrik menjadi daya angkat.

4. Electronic Speed Controller (ESC): Mengatur kecepatan putaran motor berdasarkan perintah dari FC.

5. Baterai: Umumnya menggunakan Lithium Polymer (LiPo) sebagai sumber daya utama.

6. Sistem Komunikasi (Radio Receiver/Wi-Fi): Menghubungkan drone dengan ground control station.

7. Sensor: Kamera, GPS, LiDAR, atau sensor termal yang disesuaikan dengan kebutuhan misi.

    Nelayan tradisional dan pemancing di pesisir sering menghadapi keterbatasan jarak lempar umpan (casting) yang hanya berkisar
20-50 meter dari bibir pantai. Padahal, potensi ikan besar seperti ikan Giant travely, Pompano, Pari dan Kakap sering berada di area "drop-off" yang jauhnya
mencapai 300-500 meter dari bibir pantai. Penggunaan perahu kecil untuk mengantar umpan ke titik tersebut berisiko tinggi karena
hempasan ombak besar dan biaya bahan bakar yang mahal.


    Untuk menjawab permasalahan tersebut maka kita mencoba hadirkan sebuah inovasi yang kita beri nama "Smart Drone Fishing"yang hadir sebagai solusi teknologi untuk mengantarkan umpan pancing ke titik presisi tanpa adanya risiko keselamatan yang tinggi ketika memancing menggunakan perahu kecil di laut. Cara kerja Smart Drone Fishing yaitu dengan cara membawa umpan pancing yang dikaitkan pada sistem pelepasan udara atau bisa disebut AIR DROP SYSTEM. Selanjutnya setelah umpan terkait maka Drone siap diterbangkan jauh  ke tengah laut dengan jarak 300 sampai 500 meter dari bibir pantai. Pada jarak itu umpan di lepaskan atau di release dengan cara menekan tombol AIR DROP di remot kontrol (RC). Setelah umpan selesai dilepas maka Smart Drone Fishing bisa diperintah pulang otomatis ke tempat semula dimana pertama kali melakukan Take Off. Disini saat proses RTH (return to Home) Smart drone fishing terbang secara auto pilot dengan pemandu koordinat dari GPS.


    Awal mula munculnya ide inovasi Smart Drone Fishing dimulai ketika saya sebagi praktisi pembuat atau perakit pesawat udara tanpa awak (PUTA) diantaranya yaitu pesawat sayap tetap (aero modeling) dan pesawat dengan sayap berputar (Quad copter maupun Hexacopter) sejak tahun 2017. Untuk sampai saat ini kita sudah melakukan pengembangan Smart Drone Fishing yaitu Quadcopter Versi 1, Quadcopter Versi 2.0, Quadcopter Versi 3, Hexacopter versi 4 STD dan untuk saat ini sudah sampai pengembangan type Hexacopter versi 4 Pro. Dari kempat type Smart Drone Fishing itu menggunakan pemandu sensor berbasis Global Positioning System (GPS) untuk terbang stabil dan presisi sesuai input dari remot.

1. Efisiensi Biaya:
        Menghilangkan biaya sewa perahu atau bahan bakar solar untuk menjangkau titik tengah laut.
    Harga Smart drone Fishing versi standar tanpa sistem kamera adalah Rp 7.860.000 atau Rp 10.500.000 dengan versi
    kamera jauh lebih murah dari Drone fishing merek Swellpro yang harganya Rp 38.000.000
    Harga komponen Smart Drone Fishing lebh murah dibanding Done fishing pabrikan.


2. Peningkatan Pendapatan:
        Memungkinkan penangkapan ikan bernilai ekonomi tinggi ( ikan karang besar seperti Giant Travely, kakap, pompano, bawal
    bintang,pari ) yang tidak bisa dijangkau dengan pancingan biasa dari tepi pantai.


3. Keamanan:
        Mengurangi risiko kecelakaan nelayan akibat menerjang ombak tinggi dengan perahu kecil.


4. Multi-fungsi:
        Dapat digunakan untuk bantuan darurat (melepas pelampung) bagi korban hanyut di pantai dan juga mengantar logistic ringan ke
    daerah bencana serta sebagai penarik kabel Fiber Optik jaringan internet.


5. Banyak Varian
        Smart Drone Fishing ini memiliki banyak variant diantaranya yaitu:
    * Versi 1 adalah type Drone fishing Quadcopter basic tanpa menggunakan data telemetry dan tidak adanya fitur lipat rangka
      pada tipe ini
    * Versi ke 2 adalah Quadcopter versi basic menggunaklan jenis transmitter ELRS dan tidak menggunakan fitur kamera FPV
      serta sudah menggunakan rangka tipe lipat sehingga tidak memakan tempat.
    * Versi ke 3 adalah pengembangan dari versi ke 2 yaitu dengan penambahan kamera FPV.
    * Versi ke 4 adalah type Hexacopter untuk heavy lift kurang lebih 1 sampai 3 kg tanpa fitur kamera fpv dan rangka dengan
      sistem lipat atau foldable.

Nama : Wakhid Hasim
Alamat : Tepakyang, Rt02, Rw02, Gang Kaum, Adimulyo, Kebumen, Jawa Tegah, Kode Pos 54363
No. Telepon : 0819674415