Inovasi CARIVOOBALM (Carica Vanila Balm) Pelembap Bibir Antioksidan dari Ekstrak Biji Carica (Carica pubescens) dengan Pendekatan Studi DPPH dan Molecular Docking Tertarget ROS serta Tyrosinase

Lip balm dibutuhkan untuk menjaga kelembapan bibir, namun masih banyak produk yang masih mengandung bahan kimia berisiko. Sementara itu, carica yang merupakan buah khas dari Kabupaten Banjarnegara produksinya sangat melimpah dan juga mengandung antioksidan alami termasuk flavonoid, triterpenoid, saponin, dan alkaloid yang bermanfaat sebagai pelembap bibir dan pelindung radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan biji carica menjadi inovasi lip balm yang memiliki aktivitas antioksidan. Metode penelitian yaitu ekstraksi biji carica dengan etanol 95%,  formulasi CARIVOOBALM, uji fisikokimia CARIVOOBALM, uji iritasi patch test, uji hedonik, uji GC-MS, uji antioksidan DPPH, dan uji molecular docking dengan target ROS (PDB ID: 3ZBF) dan juga tyrosinase (PDB ID: 5M8P). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula CARIVOOBALM memiliki stabilitas organoleptik yang baik, bersifat homogen, dan berada dalam rentang pH netral, kecuali F1 pada minggu kedua mengalami penurunan kestabilan pH (6,6) selama pengujian 4 pekan. Formulasi optimum diperoleh pada F3 dengan presentase 6% ekstrak biji carica yang menunjukkan kestabilan fisik dan pH paling baik. Sedangkan uji hedonik menunjukkan F1 memiliki tingkat kesukaan dari panelis tertinggi (78%) dan keseluruhan formula tidak menimbulkan reaksi iritasi pada panelis (15 panelis). Hasil dari uji aktivitas antioksidan (regresi y = 43,735x + 3,3609; R² 0,9978) diperoleh  IC ekstrak 1,066 mg/mL dan formula dengan aktivitas antioksidan terbaik adalah F3 yaitu 81,643±8,118%. Hasil uji molecular docking pada target 3ZBF diperoleh senyawa dengan binding affinity  terbaik adalah Cholesta-4,6-dien-3-ol (ΔG=-9.43 kkal/mol), sedangkan target 5M8P senyawa terbaik adalah Lupeol (ΔG=-7.92 kkal/mol). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu CARIVOOBALM memiliki stabilitas fisikokimia dan aktivitas antioksidan yang baik. 

 

Overekspresi radikal bebas seperti paparan sinar UV mengaktivasi mekanisme seluler antioksidan dan enzim tyrosinase sehingga memberikan dampak negatif pada kesehatan organ luar tubuh, khususnya area bibir (Fais, dkk, 2009). Bibir termasuk salah satu komponen wajah yang memiliki sensitivitas tinggi, hal ini terjadi karena bibir memiliki melanin yang lebih sedikit dibandingkan bagian tubuh lainnya (Fadila, dkk., 2024). Kondisi tersebut mengakibatkan, bibir menjadi sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan yang bisa menyebabkan kerusakan pada bibir seperti: bibir kering dan pecah-pecah (Hidayah dan Erwiyani, 2022). Selain faktor pengaruh lingkungan terdapat banyak faktor lain yang menyebabkan kerusakan pada bibir seperti: kebiasaan menjilat bibir, dehidrasi, serta kesalahan pemilihan produk perawatan bibir (Ambari, 2020). Di daerah tropis dengan intensitas paparan radiasi UV yang tinggi dapat memicu produksi berlebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dan tyrosinase. Reactive Oxygen Species (ROS) adalah radikal bebas yang dapat diperoleh melalui paparan sinar UV, toksin, atau zat kimia lain, yang dapat memicu mutasi gen, penuaan kulit lebih cepat, dan kanker kulit. (Veronica, dkk, 2021). Sementara itu tyrosinase adalah enzim yang berperan pada reaksi pembentukan melanin, dimana paparan sinar ultraviolet dari matahari meningkatkan aktivitas tyrosinase pada proses biosintesis melanin dan membuat bibir menjadi gelap (Chang, 2012). Oleh karena itu dibutuhkan perawatan bibir yang tepat agar bibir tetap terjaga secara optimal. 

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan produk perawatan bibir sudah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat, khususnya kaum hawa (Afaf, 2023). Namun, tingginya angka penggunaan produk perawatan bibir tidak disertai dengan pemahaman yang cukup mengenai keamanan bahan aktif yang digunakan (BPOM, 2023). Salah satu produk perawatan bibir yang efektif yaitu lip balm (Miranti dan Astuti, 2025). Produk lip balm yang beredar di pasaran sebagian besar masih mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi orang-orang yang memiliki kulit bibir yang sensitif (Ramadhina, dkk., 2023). Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan lip balm yang digunakan. Lip balm yang baik mengandung bahan pelembab yang dapat membentuk lapisan lemak di permukaan kulit, sehingga dapat melenturkan lapisan kulit yang kering dan kasar serta mengurangi penguapan air di kulit, bahan pelembab yang baik diantaranya antioksidan, vitamin C, dan vitamin A (Herawan dkk., 2022). Antioksidan dapat  ditemukan pada buah-buahan yang memiliki warna cerah, seperti carica (Arif, dkk., 2021). 

Carica adalah salah satu kearifan lokal Dataran Tinggi Dieng Kabupaten Banjarnegara. Carica merupakan buah lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi industri dengan skala besar karena banyak produk yang dapat dihasilkan (Ngumriana dan Rina., 2015). Carica masih jarang ditemukan di daerah lain di Indonesia, tetapi tumbuh subur di dataran tinggi Dieng (Atmanto, dkk., 2020). Angka produksi carica mencapai angka 43.183,00 kwintal pada tahun 2016 dan 45.899,00 pada tahun 2018 (BPS, 2018). Di balik angka produksi dan panen yang memberikan kontribusi ekonomi yang besar, selama ini biji carica hanya menjadi limbah yang melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal (Larasati, 2011). Padahal, jika biji carica diolah dengan tepat, limbah biji carica bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti lip balm (Fivintari, dkk., 2024). Biji carica juga memiliki keistimewaan dalam kandungannya seperti triterpenoid, saponin, alkaloid dan flavonoid (Farikhah dkk., 2020). Senyawa triterpenoid khususnya cis-caryophyllene memiliki aktivitas antioksidan dan mekanisme anti-tyrosinase kuat (Rahman dkk, 2025). Selain itu, Senyawa flavonoid dikenal juga sebagai antioksidan yang dapat mencerahkan kulit dan sebagai pelembab alami kulit serta berfungsi mengatasi kulit kering (Herawan, dkk., 2022). Antioksidan berperan sebagai pelindung bibir dari paparan polusi dan sinar matahari yang menyebabkan radikal bebas (Sofyan, dkk., 2017).  

Penggunaan bahan alami pada pembuatan lip balm dapat menyebabkan bau kurang sedap karena lip balm yang dibuat tidak menggunakan zat penambah aroma (Oktaria, 2020). Salah satu zat penambah aroma yang aman dan sering digunakan dalam formulasi kosmetik alami seperti lip balm yaitu minyak vanila (Eduardo dan Lucia, 2021). Oleh karena itu, diperlukan inovasi formulasi CARIVOOBALM dari ekstrak biji carica (Carica pubescens) dengan minyak vanila.  

Carivoobalm merupakan lip balm antioksidan yang dibuat untuk menekan limbah biji carica, mengatasi bibir pecah pecah, menghitam, serta mencegah radikal bebas. Keunggulan inovasi antara lain:

1. Menggunakan bahan alami
CARIVOOBALM memanfaatkan biji carica yang sebelumnya masih dianggap sebagai limbah, padahal memiliki potensi antioksidan yang bernilai guna. Melalui inovasi ini, biji carica dapat dimanfaatkan lebih optimal sehingga meningkatkan nilai tambah bahan alam lokal sekaligus mengurangi limbah organik yang kurang dimanfaatkan.

2. Memiliki kandungan antioksidan
Ekstrak biji carica memiliki kandungan senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan untuk membantu menangkal radikal bebas yang dapat memengaruhi kesehatan kulit bibir.

3. Menggunakan analisis simulasi in silico
Penelitian ini tidak hanya berfokus pada pembuatan produk, tetapi juga kami uji menggunakan analisis molecular docking untuk mengetahui potensi interaksi senyawa aktif yang ada di biji carica.

4. Memiliki nilai inovasi kesehatan dan lingkungan
CARIVOOBALM tidak hanya menghasilkan produk lip balm alami, tetapi juga membantu mengurangi limbah organik dari biji carica yang sebelumnya kurang dimanfaatkan. Inovasi ini meningkatkan nilai guna biji carica melalui pemanfaatannya sebagai bahan alami yang lebih bernilai serta memiliki potensi manfaat kesehatan sebagai sumber antioksidan alami.

5. Relevan dengan kebutuhan masa kini
Paparan radikal bebas dari polusi, sinar UV, dan lingkungan menjadi masalah yang semakin meningkat hingga saat ini sehingga produk CARIVOOBALM antioksidan kami memiliki potensi pengembangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Nama : Farah Hafizhah
Alamat : Komplek Kalisemi Indah No 9-11, Kelurahan Parakancanggah Kecamatan Banjarnegara
No. Telepon : 08816735926