Gerakan Asesmen Bakat, Identifikasi Style Belajar, dan Aksi Anti-Bullying GABISA

Inovasi GABISA (Gerakan Asesmen Bakat, Identifikasi Style Belajar, dan Aksi
Anti-Bullying) merupakan sistem terintegrasi berbasis teknologi informasi yang
dirancang untuk mendukung peran Guru Wali sebagaimana diamanatkan dalam
Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025. Sistem ini mengintegrasikan enam
pendekatan psikologis dan pedagogis secara simultan, yaitu: identifikasi gaya belajar
VAK (Visual, Auditori, Kinestetik), pemetaan minat dan bakat melalui model RIASEC,
pemetaan kepribadian dengan instrumen DISC, identifikasi peran perundungan
berdasarkan Teori Salmivalli, analisis lingkungan belajar menurut Teori Dunn, serta
pengukuran kesehatan mental melalui Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ)
dan Self Report Questionnaire (SRQ). 
GABISA hadir sebagai respons terhadap kesenjangan yang terjadi dalam praktik
pendidikan di Indonesia, di mana asesmen terhadap siswa masih bersifat parsial, tidak
tersistem, dan  belum terintegrasi terutama dalam upaya pencegahan perundungan.
Melalui platform digital yang dapat diakses oleh Guru Wali, guru BP dan Orang tua
Siswa, sistem ini menghasilkan profil komprehensif siswa yang mencakup dimensi
kognitif, afektif, sosial, dan psikologis. Dengan GABISA pembelajaran berdiferensiasi
dan bimbingan yang personal dapat diwujudkan secara nyata. Implementasi GABISA
di SMAN 1 Boyolali, SMAN 1 Banyudono dan SMKN 1 Sawit pada umunya diharapkan
bisa menjadi model inovasi yang dapat direplikasi secara nasional dalam kerangka
transformasi pendidikan Indonesia. 
Kata kunci: GABISA, gaya belajar VAK, RIASEC, DISC, teori Salmivalli, Dunn, SDQ, SRQ, pembelajaran 
berdiferensiasi, anti-bullying, Guru Wali,  

Pendidikan berkualitas pada hakikatnya adalah pendidikan yang mampu
melihat, memahami, dan merespons keunikan setiap individu peserta didik. Namun
dalam praktiknya, sistem pendidikan di Indonesia masih sering memperlakukan siswa
secara seragam tanpa memperhatikan perbedaan gaya belajar, bakat, minat,
karakter, maupun kondisi psikologis masing-masing individu. Guru Wali membawa
paradigma baru dalam pengelolaan peserta didik di satuan pendidikan. Peraturan 

tersebut secara eksplisit menegaskan bahwa Guru Wali memiliki peran strategis yang
tidak sekadar sebagai pengelola administrasi kelas, melainkan sebagai pendamping
holistik yang bertanggung jawab terhadap perkembangan akademik, sosialemosional,

dan psikologis setiap siswa dalam bimbingannya. Namun demikian, di
lapangan, Guru Wali kerap menghadapi berbagai tantangan, antara lain: (1) tidak
adanya alat asesmen terpadu yang dapat mengidentifikasi profil siswa secara
menyeluruh; (2) data hasil asesmen yang terpisah-pisah dan sulit dianalisis secara
terpadu; (3) minimnya dukungan teknologi untuk pengolahan data siswa dalam
jumlah besar; serta (4) keterbatasan kapasitas dan waktu guru untuk melakukan
asesmen individual secara mendalam. 
Di sisi lain, fenomena perundungan (bullying) di lingkungan sekolah tetap
menjadi persoalan serius yang belum terselesaikan. Data KPAI menunjukkan bahwa
kasus bullying di lingkungan sekolah menempati posisi yang konsisten tinggi dalam
laporan pengaduan setiap tahunnya.  Kondisi tersebut diatas mendorong lahirnya
GABISA sebagai solusi komprehensif yang mengintegrasikan asesmen multidimensi
sekaligus upaya pencegahan perundungan dalam satu sistem yang terintegrasi,
mudah digunakan, dan dapat diakses oleh guru wali, guru BP, orang tua siswa. 

GABISA memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dari pendekatan
asesmen siswa yang ada selama ini: 

• Fleksibilitas GABISA dirancang sebagai sistem yang fleksibel dan adaptif
terhadap berbagai kondisi satuan pendidikan, melalui berbagai perangkat
(komputer maupun gawai). 
• Efisiensi dan Akurasi Melalui integrasi dengan data Dapodik sekolah, GABISA
mampu mengurangi proses input data berulang (redundansi), mempercepat
pengolahan hasil asesmen, serta meminimalkan kesalahan manusia (human 
error). Hasil analisis disajikan secara otomatis dan real-time dalam bentuk profil
komprehensif siswa. 
• Integrasi Komunikasi GABISA tidak hanya berfungsi sebagai alat asesmen,
tetapi juga sebagai media komunikasi terintegrasi antara guru, tenaga
Bimbingan dan Konseling, kepala sekolah, dan orang tua/wali. 

Nama : Hari Cristianto
Alamat : Perumahan Ngaru-aru Indah Blok U No 3, Ngaru-aru Banyudono, Jawa Tengah
No. Telepon : 085228474757