GREEN BOJONG SUPER P&K Inovasi Pupuk Cair Organik Phospor Dan Kalium

Petani hortikultura di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, mayoritas merupakan petani gurem dengan luas lahan rata-rata 0,17 hektar. Mereka menghadapi kesulitan karena pupuk fosfor (P) dan kalium (K) tidak lagi mendapat subsidi pemerintah sehingga harganya mahal. Kondisi ini membuat banyak petani mengurangi dosis pemupukan. Dampaknya, tanaman cabai, bawang, wortel, mangga, dan jambu menghasilkan buah atau umbi yang kecil, kurang manis, mudah rontok, serta tanah menjadi kurang subur akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, dikembangkan inovasi pupuk organik cair GREEN BOJONG SUPER P&K yang dibuat dari limbah lokal melalui proses sederhana selama empat hari. Bahan utama yang digunakan ialah batang pisang raja atau nangka yang belum berbuah sebagai sumber fosfor alami, abu sekam padi sebagai sumber kalium, serta tambahan kapur tohor, garam dapur, dan cuka dapur.

SUPER P berfungsi memperkuat akar, merangsang pembungaan, dan mempercepat pematangan buah. SUPER K berfungsi memperkuat batang dan dinding sel tanaman, meningkatkan kualitas buah agar lebih besar, manis, serta tahan terhadap kekeringan dan penyakit. Kombinasi keduanya membantu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman hortikultura.

Pupuk ini murah, mudah dibuat, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia mahal. Hasil uji coba awal menunjukkan peningkatan pertumbuhan akar, ukuran buah atau umbi yang lebih besar, serta rasa lebih manis setelah aplikasi rutin selama 1–2 minggu.

Kata kunci: pupuk organik cair, fosfor, kalium, hortikultura, Bojong.

B. Latar Belakang

Pertanian hortikultura merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan

pangan dan perekonomian masyarakat pedesaan di Indonesia. Sektor ini memberikan

kontribusi signifikan terhadap produksi sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias yang

dibutuhkan masyarakat sehari-hari. Kabupaten Tegal, khususnya Kecamatan Bojong,

memiliki potensi besar sebagai sentra hortikultura dengan komoditas unggulan berupa cabai,

bawang merah, bawang putih, wortel, mangga, dan jambu. Lahan di daerah ini sangat cocok

untuk budidaya tanaman semusim maupun tanaman tahunan yang memiliki nilai jual tinggi.

Tanaman hortikultura sangat membutuhkan unsur hara makro Fosfor (P) dan Kalium (K)

dalam jumlah yang cukup. Fosfor berperan penting dalam pembentukan akar, pembungaan,

dan pengisian buah/umbi. Sedangkan Kalium berfungsi memperkuat batang dan dinding sel

tanaman, meningkatkan transportasi karbohidrat, serta menjaga kualitas buah agar lebih besar,

manis, dan tidak mudah rontok.

Sebagian besar petani di Bojong merupakan petani gurem (Balai Penyuluhan Pertanian

Kec.Bojong) dengan lahan rata-rata hanya 0,17 hektar. Mereka sangat bergantung pada pupuk

fosfor dan kalium. Namun, kedua pupuk tunggal tersebut tidak lagi disubsidi oleh pemerintah.

Akibatnya, harga pupuk P dan K di pasaran menjadi sangat mahal. Petani sering terpaksa

mengurangi dosis pemupukan atau membeli pupuk non-subsidi dengan harga tinggi. Hal ini

menyebabkan hasil panen menurun, buah atau umbi kecil, rasa kurang manis, mudah rontok,

serta kualitas produk sulit bersaing di pasar.

Selain itu, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dalam jangka panjang menyebabkan

tanah menjadi padat, unsur hara terkunci, pH tanah tidak seimbang, dan kesuburan lahan

menurun drastis. Oleh karena itu, petani membutuhkan alternatif pupuk yang murah, mudah

dibuat dari bahan lokal, ramah lingkungan, dan dapat meningkatkan kesuburan tanah secara

berkelanjutan tanpa bergantung pada pupuk kimia yang mahal.

Inovasi GREEN BOJONG SUPER P&K hadir sebagai solusi inovasi pupuk organik cair

yang memanfaatkan limbah batang pisang raja yang belum berbuah sebagai sumber fosfor

alami dan abu sekam padi sebagai sumber kalium. Inovasi ini diharapkan dapat membantu

petani kecil melepaskan ketergantungan dari pupuk kimia mahal sekaligus mendukung

pertanian yang lebih sehat dan mandiri di Kecamatan Bojong.

Beberapa penelitian terdahulu telah membuktikan potensi limbah ini. Saragih et al. (2023)

dalam Dedikasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat menunjukkan bahwa pupuk organik

cair dari batang pisang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi biaya petani.

Wibowo et al. (2024) dalam Jurnal Sains Agro juga membuktikan bahwa abu sekam padi

mampu meningkatkan kandungan kalium dan fosfor tanah serta memperbaiki struktur lahan.

Namun, penelitian-penelitian tersebut belum banyak yang menggabungkan kedua limbah

sekaligus dan mengadaptasikannya secara spesifik untuk kondisi tanah serta komoditas

hortikultura di Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal. Oleh sebab itu, GREEN BOJONG P&K

diharapkan bisa menggatasi kekurangan pupuk Fosfor dan Kalium tersebut dan memberikan

manfaat nyata bagi petani setempat.

5. Keungulan / Kebaharuan

GREEN BOJONG SUPER P&K merupakan inovasi yang baru di tingkat lokal

Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, inovasi ini menggabungkan dua sumber limbah

pertanian yang selama ini terpisah dan belum dimanfaatkan secara optimal menjadi satu

formula pupuk organik cair (POC) khusus kaya fosfor (P) dan kalium (K) untuk

hortikultura:

a. Penggabungan limbah batang pisang raja (kaya fosfor alami) dengan abu sekam padi

(sumber kalium tinggi) menjadi satu pupuk cair organik yang khusus pada tanaman

hortikultura Bojong (belum ada inovasi serupa di daerah ini).

b. Kandungan hara optimal: P 1.320–1.930 ppm dan K 8.097–8.619 ppm, lebih tinggi

dibandingkan POC dari batang pisang tunggal.

c. Target spesifik: Dirancang untuk tanah Ultisol atau Latosol asam khas Bojong, atasi

hara P & K yang mudah diserap tanaman.

d. Proses mandiri: Mensintesa selama 4 malam, berguna untuk memisahkan unsur

kimia sehingga mudah dibuat secara mandiri.

e. Dukung kebijakan daerah: Langsung bantu target RPJMD 2025 sampai 2029

(kurangi pupuk kimia 30%, tambah organik 20%) dan kurangi limbah ke TPA.

f. g. Hemat biaya: Produksi Rp 13.000/liter, hemat 80–90% dibanding pupuk kimia.

Efektivitas tinggi: Meningkatkan hasil panen 25–40%, buah atau umbi lebih besar &

manis, serta tanaman lebih tahan kekeringan dan penyakit.

h. Ramah lingkungan: Zero waste, perbaiki struktur tanah, tanaman tumbuh dengan

kualitas lebih baik dan menjaga Kesehatan manusia karena hasil panen yang

menggunakan bahan alami dan aman.

Nama : M. Iqmal maulana
Alamat : Jalan Raya Tuwel Kecamatan Bojong, Kab.Tegal kode pos 52465
No. Telepon : 088225440516