RESIC (Reneawable Extract Sereh Innovation Carpet) Metode Peningkatan Produk Ternak Berbasis Karpet Filtrasi Ekstrak Akar Sereh Sebagai Solusi Penyerapan Limbah Urine Hewan untuk Menjaga Ketahanan Pangan

Setiap negara berupaya memenuhi kebutuhan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh penduduknya (Tono et al., 2023). Sektor peternakan berperan dalam menyediakan protein hewani, namun masih menghadapi berbagai kendala di lapangan. Salah satunya adalah pengelolaan limbah urin ternak yang kurang optimal sehingga menimbulkan bau menyengat dan menurunkan kenyamanan kerja peternak. Kondisi serupa ditemukan pada peternakan kambing di Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, di mana genangan urin memengaruhi kebersihan kandang serta aktivitas pemeliharaan ternak.

Penelitian ini menghadirkan inovasi RESIC (Renewable Extract Sereh Innovation Carpet), yaitu karpet filtrasi berbahan alami yang memanfaatkan serat kelapa, sekam padi, bubuk kayu, biochar, EM4, dan ekstrak akar sereh (Cymbopogon nardus). Produk ini dirancang untuk membantu menyerap cairan urine sekaligus menekan munculnya bau melalui sistem filtrasi berbasis bahan organik. Penelitian menggunakan pendekatan eksperimen dengan variasi komposisi ekstrak akar sereh dan EM4 pada lapisan inti untuk melihat efektivitas penyerapan dan pengolahan limbah.

Keunikan RESIC terletak pada pemanfaatan bahan lokal yang mudah diperoleh serta sistem lapisan yang memungkinkan cairan terserap tanpa menimbulkan genangan. Selain itu, material yang digunakan bersifat biodegradable dan berpotensi menghasilkan pupuk organik melalui proses fermentasi alami. Karpet filtrasi ini juga dirancang praktis sehingga dapat digunakan langsung pada bagian bawah kandang ternak

Hasil penerapan selama 21 hari pada peternakan mitra menunjukkan perubahan kondisi lingkungan kandang yang lebih nyaman serta pengelolaan limbah yang lebih terkontrol. Indikator pengamatan yang sebelumnya berada pada kategori rendah mengalami peningkatan setelah penggunaan RESIC.

Setiap negara berupaya memenuhi kebutuhan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh penduduknya karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan menjadi bagian dari hak asasi setiap orang (Tono et al., 2023) 

Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri peternakan kambing. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tegal, terdapat 14.514 peternakan kambing yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tegal (Statistik, 2024). Berdasarkan data yang diperoleh, tim peneliti mengunjungi salah satu peternakan di Kecamatan Pangkah dengan tujuan menganalisis pengaruh kenyamanan peternak dalam melakukan kegiatan beternak serta kenyamanan masyarakat di sekitar peternakan terhadap limbah yang dihasilkan. Dari hasil analisis dan wawancara yang dilakukan, peneliti menemukan bahwa faktor utama yang dapat mengurangi kenyamanan peternak dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar adalah bau urine yang menyengat serta ketidakoptimalan pengolahan limbah oleh peternak. Urine merupakan salah satu jenis limbah hewan. Limbah hewan yang tidak dikelola dengan baik dapat berkontribusi terhadap masalah lingkungan. Limbah tersebut mengandung nitrogen, fosfat, patogen, dan bahan organik yang dapat menimbulkan bau menyengat hingga risiko infeksi (Adi Ratriyanto, 2017).

Mengingat besarnya dampak pada sektor peternakan akibat bau menyengat urine serta ketidakoptimalan pengelolaannya, peneliti berupaya menciptakan solusi inovatif dengan memanfaatkan bahan organik yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu akar sereh. Dikutip dari jurnal Mandala Pharmacon Indonesia, akar sereh wangi memiliki kandungan senyawa kimia sitronelal sebesar 32–45% (Suarantika et al., 2023). Senyawa sitronelal berfungsi sebagai antibakteri pada produk RESIC, terutama pada campuran lapisan kedua. Kandungan sitronelal pada akar sereh tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk berinovasi mengembangkan Renewable Extract Sereh Innovation Carpet (RESIC), yang diharapkan mampu mengurangi bau menyengat urine sekaligus mengolahnya menjadi pupuk organik setelah melalui tahap pengembangan lebih lanjut.

Paparan di atas merupakan latar belakang yang mendorong peneliti menyusun proposal berjudul RESIC: (Renewable Extract Sereh Inovation Carpet) Metode Peningkatan Produk Ternak Berbasis Karpet Filtrasi Ekstrak Akar Sereh Sebagai Solusi Penyerapan Limbah Urine Hewan untuk Menjaga Ketahanan Pangan

1.Ketersediaan Bahan

Resic terbuat dari Serat kelapa dan ekstrak akar sereh untuk mengurangi bau urine yang ketersediaannya melimpah di Kabupaten Tegal. Bahan-bahan ini sebelumnya belum teroptimalisasi secara maksimal, sehingga menghadirkan nilai tambah bagi sumber daya di Kabupaten Tegal.

2. Tekstur

Resic adalah sebuah produk yang memiliki tekstur lembut dan berserat. Sehingga tekstur lembut dan berserat yang dimiliki Resic dapat memberikan ruang alir bagi urine agar tidak tergenang sehingga menyebabkan bau tak sedap. Melainkan, teralir pada lapisan kedua untuk mengurangi bau tak sedap.

3. Ramah Lingkungan

Produk Resic bersifat biodegradable, artinya setelah masa pakai selama 21 hari, produk dapat terurai secara alami tanpa menimbulkan limbah berbahaya karena bahan yang digunakan adalah bahan organik. Selain itu, hasil dari proses fermentasi urine dengan campuran pada lapisan kedua akan menghasilkan pupuk organik sehingga produk tetap bermanfaat setelah masa pakai selesai.

4. Harga

Bahan dasar untuk membuat produk Resic memiliki harga yang terjangkau dan mudah ditemukan karena menggunakan bahan ekstrak akar sereh dan serat kelapa yang merupakan limbah pertanian di Kabupaten Tegal.

5. Daya simpan

Karpet RESIC memiliki daya tahan yang baik untuk penggunaan di kandang terutama pada penyerapan urine hewan, dapat digunakan berulang kali selama kapasitas urine masih bisa tertampung sebelum diganti atau diolah kembali menjadi pupuk organik.

6. Kepraktisan

RESIC tidak hanya berfungsi sebagai penyerap bau, Selain itu, RESIC dapat menghasilkan pupuk organik ketika urine terfermentasi dengan campuran pada lapisan kedua yang nantinya dapat dipakai setelah masa pemakaian sebagai penyerap urine selama 21 hari telah selesai.

Nama : Radit Fernanda Prasetya
Alamat : Jl. Cut Nyak Dhien, Desa Kalisapu. Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal
No. Telepon : +62 858 6666 1231