Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran Biologi berbasis Health in Our Hands (HiOH) dengan metode See, Think, Wonder (STW) yang terintegrasi Deep Learning guna meningkatkan keterampilan observasi dan berpikir kritis peserta didik. Penelitian menggunakan model pengembangan ADD (Analyze, Design, Develop) yang melibatkan peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Balapulang, Kabupaten Tegal. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes keterampilan berpikir kritis serta observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran HiOH dengan metode STW terintegrasi Deep Learning dinilai sangat layak berdasarkan validasi ahli materi, media, dan pembelajaran. Implementasi model ini mampu meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik serta memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan observasi dan berpikir kritis. Peningkatan tersebut terlihat dari perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest setelah penerapan model. Dengan demikian, pengembangan model pembelajaran ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran Biologi berbasis teknologi yang berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills).
Keyword: HiOH; STW; Deep Learning; keterampilan observasi; berpikir kritis; pembelajaran Biologi.
Dengan memahami pola pemikiran dan kebutuhan belajar peserta didik sistem berbasis AI dapat menawarkan saran dan rekomendasi yang sesuai untuk setiap individu. Umpan balik yang relevan dan tepat waktu dapat mendorong peserta didik untuk memahami kesalahan, memperbaiki strategi belajar, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai tujuan akademis peserta didik
Rendahnya keterampilan observasi dan berpikir kritis didukung data PISA 2022 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa usia 15 tahun di Indonesia hanya menguasai keterampilan dasar, dengan kurang dari 20–35?% mencapai minimum HOTS (level 2). Berikut ini adalah grafik tren skor PISA Indonesia (2000–2022) berdasarkan data OECD dan sumber terkait
keterampilan observasi dan berpikir kritis peserta didik rendah dapat dilihat dari hasil nilai ulangan harian (tes formatif) yang diperoleh peserta didik. Jumlah peserta didik Kelas XI 4 SMA Negeri 1 Balapulang semester Gasal tahun pelajaran 2024/2025 adalah 35 peserta didik, nilai tertinggi 86 dan terendah 50 dan nilai rata-rata 70,91. Padahal KKM mata pelajaran Biologi untuk SMA Negeri 1 Balapulang adalah 70, maka nilai rata-rata peserta didik tersebut belum mencapai KKM yang telah ditetapkan oleh sekolah. Kondisi rendahnya kemampuan pemahaman peserta didik dalam materi biologi khususnya materi anatomi fisiologi manusia atau anfisman menunjukkan adanya kesenjangan karena belum tercapainya ketuntasan klasikal yang diharapkan.
Skore PISA Indonesia pada 2022 turun signifikan, menjadi Matematika 368, Membaca 358, dan Sains 376, sementara pada 2018 skor matematika mencapai 437. Penurunan ini menandai bahwa keterampilan berpikir kritis dan penerapan konsep oleh siswa Indonesia semakin melemah karena PISA menekankan penerapan konsep nyata. Hanya sebagian kecil siswa kurang dari 35%yang mencapai 2+, yaitu tingkat literasi dasar yang mencakup kemampuan analisis jauh dibawah rata - rata OECD. Skor turun tajam di semua bidang, lebih terlihat pada membaca (–36 poin), menunjukkan siswa makin kesulitan dalam memahami teks kompleks, berpikir kritis, dan evaluasi.
Kebaruan Penelitian (Novelty)
1. Integrasi Model HiOH dengan Pendekatan STW
Penelitian ini merupakan inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan model HiOH (Health in Our Hands) dengan pendekatan STW (See–Think–Wonder). Penelitian sebelumnya umumnya menggunakan model pembelajaran secara terpisah, sedangkan penelitian ini menggabungkan kedua pendekatan sehingga pembelajaran menjadi lebih sistematis mulai dari kegiatan mengamati, menganalisis, hingga merumuskan pertanyaan.
2. Fokus pada Dua Keterampilan Sekaligus
Penelitian ini tidak hanya meneliti satu keterampilan saja, tetapi mengembangkan keterampilan observasi dan keterampilan berpikir kritis secara bersamaan. Hal ini menjadi nilai kebaruan karena sebagian penelitian sebelumnya hanya berfokus pada hasil belajar atau satu keterampilan saja.
3. Penerapan Model HiOH pada Pembelajaran Biologi SMA
Model Health in Our Hands (HiOH) masih jarang diterapkan pada pembelajaran biologi di tingkat SMA. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam penerapan model HiOH sebagai model pembelajaran biologi berbasis kesehatan.
4. Penggunaan Pendekatan STW untuk Mengembangkan Observasi
Pendekatan See–Think–Wonder (STW) biasanya digunakan untuk meningkatkan keaktifan siswa, tetapi dalam penelitian ini STW digunakan secara khusus untuk meningkatkan keterampilan observasi dan berpikir kritis pada pembelajaran biologi.
5. Pembelajaran Berbasis Masalah Kesehatan Nyata
Penelitian ini menggunakan fenomena kesehatan yang dekat dengan kehidupan peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual. Pendekatan ini membantu peserta didik memahami konsep biologi melalui pengalaman nyata.
6. Penerapan pada Kondisi Nyata Sekolah
Penelitian ini dilaksanakan pada kondisi nyata pembelajaran biologi di SMA N 1 Balapulang sehingga hasil penelitian dapat langsung diterapkan oleh guru sebagai alternatif model pembelajaran. Siswa dapat lebih berprestasi karena siswa meningkat kegiatan literasinya
| Nama | : | Sadiyati Siti Kasanah, S.Pd |
| Alamat | : | Jalan Raya Banjaranyar, Desa Banjaranyar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal |
| No. Telepon | : | 081911582749 |