SIMFONI (Sinergi Magnetik dan Filter Optimal Nanoplastik Inovatif): Cara Ampuh Menjerat “Debu Plastik” Menjadi Air Murni

Pencemaran mikroplastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan global yang semakin meningkat dan berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Mikroplastik adalah partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang sulit terdeteksi secara kasat mata serta dapat masuk ke dalam rantai makanan hingga jaringan organ manusia. Negara Indonesia adalah salah satu negara yang belum optimal pada pengurangan mikroplastik dalam air masih menghadapi kendala karena sistem filtrasi konvensional belum mampu secara efektif menyaring partikel mikroplastik berukuran mikro hingga nano. Penelitian ini bertujuan mengembangkan SIMFONI sebagai sistem filtrasi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pemisahan mikroplastik dari air. Sistem ini dirancang menggunakan pendekatan filtrasi berdasarkan sifat non-polar mikroplastik menggunakan ferrofluid. Pengembangan sistem dilakukan melalui perancangan prototipe filtrasi dan pengujian kinerja penyaringan terhadap air yang terkontaminasi mikroplastik. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sistem SIMFONI memiliki potensi meningkatkan efisiensi penyaringan mikroplastik dibandingkan metode filtrasi konvensional. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif teknologi filtrasi yang lebih efektif dalam mengurangi kontaminasi mikroplastik pada air serta mendukung upaya perlindungan kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

Pencemaran plastik saat ini menjadi salah satu permasalahan lingkungan global yang semakin serius. Seiring meningkatnya produksi dan penggunaan plastik, jumlah limbah plastik terus bertambah. Limbah plastik yang terurai dalam jangka waktu lama dapat berubah menjadi partikel yang sangat kecil yang dikenal sebagai mikroplastik atau sering disebut juga “Debu Plastik”. Partikel ini memiliki ukuran kurang dari 5 mm sehingga sulit dideteksi dan mudah tersebar di berbagai lingkungan seperti air, tanah, dan udara. Permasalahan sampah plastik kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Berdasarkan data penelitian yang dilakukan di wilayah Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, mengungkapkan fakta bahwa Air Minum Isi Ulang (AMIU) yang banyak dikonsumsi masyarakat telah terpapar partikel mikroplastik berkisar antara 139–190 partikel per liter. Selain itu studi yang dilakukan oleh Napper dan Thompson (2016) di Plymouth, inggris, satu siklus pencucian pakaian sintesis dapat melepaskan hingga 700.000 serat mikroplastik ke saluran air. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan tidak hanya pada ekosistem lingkungan tetapi juga berdampak bagi kesehatan pada manusia. Keberadaan mikroplastik di lingkungan perairan menjadi permasalahan serius karena ukurannya yang sangat kecil membuatnya sulit dipisahkan dari air dengan metode filtrasi konvensional. Penelitian yang dilakukan oleh Leslie dkk. (2022) di Amsterdam, Belanda, 2 membuktikan bahwa partikel mikroplastik dapat tersebar luas dalam medium cair hingga masuk ke dalam sistem biologis manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa mikroplastik sulit dipisahkan dengan metode penyaringan biasa. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang mampu mengikat dan memisahkan partikel mikroplastik secara efektif. Sebagai upaya untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan inovasi SIMFONI (Sinergi Magnetik dan Filter Oksidasi-Netralisasi Inovatif). Inovasi ini merupakan sistem filtrasi air yang memanfaatkan kombinasi mekanisme penangkapan partikel secara magnetik dengan proses oksidasi dan netralisasi untuk menjebak serta mengendapkan “debu plastik” dalam air. Melalui sistem ini, partikel mikroplastik dapat ditangkap secara lebih efektif sehingga diharapkan mampu menghasilkan air yang lebih bersih dan aman. Dengan demikian, inovasi SIMFONI berpotensi menjadi solusi alternatif dalam mengurangi pencemaran mikroplastik serta mendukung upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas sumber daya air.

Keunggulan dan kebaruan dari SIMFONI terletak pada pemanfaatan mekanisme penarikan partikel mikroplastik menggunakan ferrofluid yang dikombinasikan dengan sistem filtrasi dalam satu rangkaian alat. Berbeda dengan sistem filtrasi konvensional yang hanya mengandalkan ukuran pori media penyaring, SIMFONI memanfaatkan sifat hidrofobik ferrofluid yang mampu berikatan dengan mikroplastik sehingga partikel tersebut lebih mudah dipisahkan dari air. Integrasi antara proses penarikan partikel dan filtrasi ini memungkinkan proses penyaringan mikroplastik berlangsung lebih efektif. Selain itu, desain sistem yang terintegrasi dalam satu alat menjadikan proses pemumian air lebih efisien dan berpotensi meningkatkan kemampuan penyaringan mikroplastik dibandingkan metode filtrasi konvensional.

Nama : Muh.Aditya Farkhan
Alamat : Jl. Garuda, No. 1a Bongkok, Kec. Kramat, Kab. Tegal, Jawa Tengah 52181
No. Telepon : 085701457867