Peningkatan konsumsi ikan dan jagung di masyarakat menyebabkan bertambahnya limbah organik, khususnya tepung tulang ikan dan bonggol jagung. Limbah tersebut umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi menimbulkapencemaran lingkungan serta gangguan kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan upaya inovatif untuk mengolah limbah menjadi produk yang bernilai guna. Penelitian ini bertujuan menghasilkan pupuk organik ramah lingkungan berbahan dasar tepung tulang ikan dan bonggol jagung yang dinamakan CORFIBONE.
Tepung tulang ikan mengandung fosfor, kalsium, dan kolagen yang berperan penting dalam pertumbuhan serta penguatan jaringan tanaman. Sementara itu, bonggol jagung mengandung serat, silika, dan nitrogen yang bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Kombinasi kedua bahan tersebut berpotensi menghasilkan pupuk organik yang efektif dan berkualitas.
Proses pembuatan pupuk CORFIBONE meliputi beberapa tahapan, yaitu penghalusan bahan utama, pencampuran dengan kotoran hewan, penambahan larutan EM4 dan gula merah untuk merangsang aktivitas mikroorganisme dan mengurangi bau. Campuran tersebut kemudian difermentasi dalam kondisi tertutup dengan kelembapan terkontrol. Setelah proses fermentasi selesai, bahan dikeringkan di bawah sinar matahari, dihaluskan kembali, ditambahkan bahan pengikat, dan dicetak menggunakan alat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk CORFIBONE memiliki tekstur padat, tidak berbau menyengat, daya simpan yang baik. Produk ini dapat menjadi solusi dalam pengelolaan limbah sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan. Selain itu, penggunaan pupuk ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen, menjaga keseimbangan ekosistem tanah, serta menjadi alternatif yang ekonomis dan mudah diaplikasikan oleh petani dalam kegiatan budidaya tanaman sehari-hari. Penggunaan ini juga dapat berpotensi mendukung praktik pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan.
Kata kunci: pupuk organik, limbah ikan, bonggol jagung, CORFIBONE
Indonesia merupakan negara agraris dengan lahan pertanian yang sangat luas dan menjadi sektor penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Namun, produktivitas tanaman di berbagai wilayah masih sering mengalami kendala, terutama akibat penurunan kualitas tanah. Hal ini banyak disebabkan oleh penggunaan pupuk kimia anorganik secara berlebihan dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk tersebut memang mampu meningkatkan hasil panen dalam waktu singkat, tetapi dampak negatifnya adalah tanah menjadi semakin keras, tingkat keasaman meningkat, serta kandungan unsur hara alami di dalam tanah berkurang secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan struktur tanah rusak dan tidak lagi optimal untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, permasalahan lain yang dihadapi petani adalah harga pupuk kimia anorganik yang semakin mahal dan tidak stabil, sehingga petani kecil sering kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pemupukan secara berkelanjutan.
Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan solusi inovatif yang ramah lingkungan, ekonomis, mampu memperbaiki kualitas tanah secara alami. Pupuk organik CORFIBONE hadir sebagai salah satu alternatif yang memanfaatkan potensi limbah yang belum dimanfaatkan secara optimal di Indonesia, khususnya limbah bonggol jagung (Zea mays L.) dan limbah tulang ikan (Pisces). Bonggol jagung yang dihasilkan dari panen jagung dalam jumlah besar setiap tahun memiliki kandungan karbon, kalium, serta bahan organik yang tinggi yang bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah. Sementara itu, tulang ikan yang berasal dari industri pengolahan ikan, pasar, maupun rumah tangga mengandung fosfor dan kalsium yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan akar dan kekuatan tanaman. Kombinasi kedua bahan ini diolah menjadi pupuk tablet organik yang memiliki keunggulan berupa pelepasan nutrisi secara perlahan (slow release), sehingga unsur hara tidak mudah hilang akibat air hujan dan dapat diserap tanaman secara lebih efisien. Bentuk tablet juga membuat aplikasi pupuk menjadi lebih praktis, terukur, dan mengurangi pemborosan penggunaan pupuk di lahan pertanian.
Inovasi pupuk CORFIBONE ini berawal dari pemikiran untuk mengatasi permasalahan limbah organik yang melimpah sekaligus menjawab kebutuhan petani akan pupuk yang lebih murah dan berkelanjutan. Melalui proses pengembangan dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai guna, pupuk ini diharapkan mampu menjadi solusi pertanian berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kesuburan tanah, tetapi juga mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
| Nama | : | Dhiya Kaffah Paramastri |
| Alamat | : | Jalan Ababil No.21, RT. 007 RW. 006. Kelurahan Randugunting, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal |
| No. Telepon | : | 088290166578 |