SALTOPIA (Salatiga Learning Through Traditional Play Arena) merupakan inovasi media pembelajaran berbasis permainan tradisional sunda manda yang dikembangkan untuk meningkatkan literasi budaya lokal pada siswa sekolah dasar. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh menurunnya minat anak terhadap permainan tradisional akibat dominasi teknologi digital serta rendahnya pemahaman siswa mengenai budaya lokal Kota Salatiga. Berdasarkan hasil observasi di beberapa sekolah dasar, sebagian besar siswa lebih sering bermain game digital dibanding permainan tradisional dan memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai sejarah, tokoh, wisata, dan kuliner daerah.
SALTOPIA dirancang dengan konsep phygital (physical dan digital) melalui penggunaan matras puzzle, kartu literasi budaya, dan QR code yang terhubung dengan konten interaktif. Permainan ini menggabungkan aktivitas fisik, diskusi kelompok, serta literasi budaya sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan kontekstual. Produk dapat digunakan di sekolah maupun ruang publik sebagai media edukasi budaya dan rekreasi interaktif.
Hasil uji coba pada 50 siswa di SD Negeri Cebongan 02 dan SD Negeri Tegalrejo 05 menunjukkan peningkatan literasi budaya lokal dengan nilai N-Gain sebesar 0,80 kategori tinggi. Selain itu, hasil validasi guru memperoleh persentase kelayakan sebesar 88,1% dengan kategori sangat baik. Siswa juga menunjukkan respons positif terhadap permainan karena dianggap menarik, mudah digunakan, dan mampu meningkatkan interaksi sosial.
Dengan demikian, SALTOPIA berpotensi menjadi media pembelajaran inovatif yang mendukung pelestarian budaya lokal, penguatan karakter, serta implementasi pembelajaran berbasis budaya pada era transformasi digital.
Permainan tradisional merupakan bagian penting dari warisan budaya yang memiliki nilai edukatif, sosial, dan pembentukan karakter bagi anak-anak. Namun, perkembangan teknologi digital dan perubahan pola bermain menyebabkan permainan tradisional semakin jarang dimainkan serta kurang dikenal oleh generasi muda. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya literasi budaya lokal di kalangan siswa sekolah dasar. Hasil observasi di beberapa sekolah dasar Kota Salatiga menunjukkan bahwa sebagian besar siswa lebih sering bermain game digital dibanding permainan tradisional. Selain itu, banyak siswa belum mampu mengenali permainan daerah maupun unsur budaya lokal di lingkungannya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, dikembangkan inovasi SALTOPIA (Salatiga Learning Through Traditional Play Arena), yaitu media pembelajaran berbasis permainan tradisional sunda manda yang dipadukan dengan teknologi digital. Inovasi ini dirancang menggunakan matras puzzle, kartu literasi budaya, dan QR code yang terhubung dengan konten interaktif mengenai sejarah, tokoh, wisata, dan kuliner khas Kota Salatiga. Melalui aktivitas bermain sambil belajar, siswa dapat bergerak aktif, berdiskusi, serta mengenal budaya daerah dengan cara yang menyenangkan.
SALTOPIA hadir sebagai solusi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan unsur fisik, sosial, dan digital secara seimbang. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan literasi budaya lokal, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah, serta menghidupkan kembali permainan tradisional di kalangan anak-anak. Selain dapat digunakan di sekolah, SALTOPIA juga berpotensi diterapkan pada ruang publik sebagai sarana edukasi budaya dan rekreasi interaktif bagi masyarakat.
Pengembangan SALTOPIA juga didukung oleh kebutuhan sekolah terhadap media pembelajaran yang lebih inovatif, aktif, dan kolaboratif sesuai Kurikulum Merdeka. Permainan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan budaya, tetapi juga melatih kerja sama, komunikasi, sportivitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Penggunaan QR code menjadi sarana pemanfaatan teknologi secara positif sehingga anak tidak hanya menggunakan gawai untuk hiburan, tetapi juga untuk kegiatan edukatif. Dengan konsep phygital yang memadukan permainan fisik dan digital, SALTOPIA memiliki peluang untuk direplikasi di berbagai daerah dengan menyesuaikan konten budaya lokal masing-masing setempat.
a. Permainan Tradisional Berbasis Literasi Kota
Sunda manda dikembangkan menjadi media pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan sejarah, tokoh, wisata, dan kuliner khas Salatiga secara sistematis dan menyenangkan.
b. Teknologi sebagai Media Pelestarian Budaya
QR code menghubungkan pemain pada konten digital yang informatif dan terkurasi, sehingga teknologi dimanfaatkan untuk memperkuat nilai budaya lokal.
c. Konten Dinamis & Tidak Membosankan
Setiap kategori (Sejarah, Tokoh, Wisata, Kuliner) memiliki sistem konten acak, sehingga pengalaman bermain selalu berbeda dan mendorong eksplorasi ulang.
d. Desain Tahan Lama untuk Ruang Publik
Tidak menggunakan kartu lepas, sehingga minim risiko hilang atau rusak. Cocok untuk taman kota, sekolah, maupun event daerah.
e. Mendukung Pembelajaran Kontekstual
Dapat diintegrasikan dengan pembelajaran IPS, Bahasa Indonesia, maupun proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila.
f. Model Replikatif
Konsep dapat diadaptasi di kota lain dengan mengganti konten sesuai budaya lokal masing-masing.
| Nama | : | Nanda Ramadani |
| Alamat | : | Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jl. Diponegoro No. 52-60, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga |
| No. Telepon | : | 087736168334 |