Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia, namun bagi penyandang tunawicara, perbedaan cara berkomunikasi seringkali menjadi pembatas dalam berinteraksi dengan masyarakat luas. Sign Language Glove hadir sebagai perangkat bantu inovatif yang dirancang untuk menerjemahkan bahasa isyarat menjadi teks secara otomatis, guna menciptakan komunikasi yang lebih inklusif dan efektif.
Perangkat ini memanfaatkan sensor flex yang terpasang pada jari-jari sarung tangan untuk mendeteksi kelengkukan gestur, dengan ESP sebagai mikrokontroler utama. Keunggulan teknis perangkat ini terletak pada penggunaan protokol komunikasi UDP (User Datagram Protocol) untuk mengirimkan data sensor ke aplikasi. Protokol ini dipilih karena kemampuannya dalam mentransmisikan data secara cepat dengan latency yang sangat rendah, sehingga proses penerjemahan gestur terasa instan. Sistem ini bekerja berdasarkan dataset gestur yang telah direkam dan dilatih sebelumnya; ketika model mengenali pola gerakan tertentu, hasil terjemahan akan langsung ditampilkan dalam bentuk teks pada layar aplikasi.
Sign Language Glove telah melalui tahap pengujian validasi yang melibatkan berbagai pihak, di antaranya guru Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pakar bahasa isyarat, tenaga pendidik, serta masyarakat awam untuk menguji tingkat keterbacaan alat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perangkat mampu mengenali gestur dan responsif. Dengan pengembangan lebih lanjut pada keragaman dataset, perangkat ini berpotensi besar untuk menjadi alat bantu komunikasi universal dalam mendukung aksesibilitas di berbagai sektor publik.
Komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam membangun hubungan sosial. Mulai dari menyampaikan informasi, menyambung pembicaraan, hingga menciptakan pemahaman antarindividu. Melalui komunikasi, seseorang dapat mengekspresikan pikiran, perasaan, dan kebutuhan kepada orang yang saat itu menjadi partner pembicaraan dengan lebih efektif. Namun, proses komunikasi tidak selalu berjalan dengan cara yang sama. Bagi beberapa orang, interaksi antara dua atau lebih orang tersebut tidak selalu berjalan dengan mudah, terutama bagi penyandang tunawicara yang menggunakan bahasa isyarat sebagai media utama dalam berinteraksi. Perbedaan cara komunikasi antara pengguna bahasa isyarat dan masyarakat umum sering kali menimbulkan kesalahpahaman dalam hal penyampaian pesan, sehingga diperlukan solusi yang mampu menjadi jembatan perbedaan tersebut secara lebih praktis dan efisien.
Permasalahan komunikasi tersebut masih sering ditemukan di berbagai ruang publik dan lingkungan sosial, banyak individu yang tidak menguasai bahasa isyarat, sehingga pesan yang ingin disampaikan oleh teman tuli seringkali tidak tertangkap dengan akurat. Keterbatasan ini menciptakan tembok pembatas yang menghambat aksesibilitas, baik dalam bidang pendidikan, pelayanan kesehatan, maupun aktivitas sosial sehari-hari. Upaya komunikasi manual, seperti penggunaan tulisan atau bahasa tubuh sederhana, sering kali dirasa tidak praktis dan memakan waktu lama, sehingga diperlukan sebuah sistem yang mampu menjembatani perbedaan bahasa ini secara instan dan mandiri.
Sign Language Glove hadir sebagai inovasi teknologi untuk menjawab permasalahan kesenjangan komunikasi tersebut secara efektif. Berbeda dengan metode konvensional yang sangat bergantung pada kehadiran penerjemah manusia, perangkat ini memungkinkan penerjemahan gestur bahasa isyarat menjadi teks secara otomatis dan real-time.
Melalui teknologi ini, pengguna bahasa isyarat dapat berkomunikasi dengan lebih percaya diri karena pesan mereka dapat langsung dipahami oleh lawan bicara melalui layar aplikasi. Implementasi perangkat ini tidak hanya bertujuan untuk memudahkan pertukaran informasi, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk didengar dan dimengerti tanpa terkendala oleh keterbatasan yang dimiliki.
Saat ini, sudah ada perangkat penerjemah bahasa isyarat yang dikembangkan tetapi masih menggunakan koneksi kabel fisik (wired) untuk terhubung ke perangkat pemroses atau laptop. Hal ini menjadi hambatan besar karena membatasi ruang gerak tangan pengguna dan menyebabkan penggunaan alat menjadi tidak praktis serta berisiko mengalami kerusakan kabel akibat gerakan yang repetitif. Sign Language Glove membawa pembaruan dengan menerapkan sistem nirkabel (wireless) yang memberikan kebebasan gerak penuh kepada penggunanya.
Sign Language Glove memiliki beberapa keunggulan utama yang menjadi alasan mengapa perangkat ini lebih efektif dibandingkan solusi yang sudah ada, antara lain:
1. Kebebasan Gerak (Wireless System): Dengan menghilangkan ketergantungan pada kabel fisik, pengguna dapat membentuk gestur bahasa isyarat secara alami dan leluasa. Data dari sensor dikirimkan melalui jaringan nirkabel, sehingga meminimalisir hambatan mekanis saat berkomunikasi.
2. Dataset Berbasis Pengujian Lapangan: Pengembangan dataset pada perangkat ini melibatkan perekaman gestur yang telah divalidasi oleh pakar dari SLB. Hal ini menjamin bahwa model yang dibangun memiliki tingkat akurasi yang relevan dengan penggunaan bahasa isyarat di dunia nyata.
3. Desain Ringkas dan Ergonomis: Tanpa untaian kabel yang rumit, sarung tangan ini lebih ringan dan nyaman digunakan. Integrasi komponen mikrokontroler ESP yang kompak pada sarung tangan memastikan perangkat tetap fungsional namun tidak mengganggu mobilitas tangan pengguna.
| Nama | : | Andrew Chrystian |
| Alamat | : | Jl. Parikesit, Dukuh, Kec. Sidomukti, Kota Salatiga |
| No. Telepon | : | 081779077319 |