SMART SOLAR HYPOCHLORITE LIGHT INTEGRATED WITH PHOTOVOLTAIC SYSTEM : A SOLUTION FOR LOW ECONOMIC SOCIETY

Pencahayaan telah menjadi kebutuhan esensial dalam kehidupan. Selain dibutuhkan di malam hari, pencahayaan juga dibutuhkan di siang hari khususnya untuk menerangi ruangan yang tidak terjangkau oleh sinar matahari. Sarana pencahayaan yang umum digunakan adalah lampu listrik yang tersebar di berbagai tempat seperti rumah hunian, tempat usaha, pabrik, dan lain-lain.

Perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan modern mengakibatkan kebutuhan akan listrik turut meningkat dimana lampu penerangan menjadi penyumbang kebutuhan listrik tertinggi dalam rumah tangga. Penggunaan  lampu yang  kurang  efisien  menimbulkan  pemborosan  listrik yang  mengakibatkan  tagihan  listrik  meningkat. Hal tersebut diperburuk dengan fakta penggunaan bahan bakar fosil  sebagai sumber pembangkit energi listrik. Sehingga seiring berjalannya waktu tingginya penggunaan listrik akan berdampak  pada  menurunnya jumlah  sumber  daya  alam  tak  terbarukan.

Untuk memenuhi kebutuhan di masyarakat, dilaksanakanlah penelitian untuk menciptakan lampu zero electricity energy (lampu bebas listrik). Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dari penelitian yang sudah ada sebelumnya. Pengembangan dalam penelitian ini dilaksanakan dengan cara peneliti memadukan dua sistem lampu yakni lampu hipoklorit dengan lampu konvensional dengan bantuan sistem fotovoltaik untuk memaksimalkan output berupa pencahayaan.

Hasil inovasi yang telah dilaksanakan yakni terciptanya sistem lampu yakni lampu hipoklorit dengan lampu konvensional dengan bantuan sistem fotovoltaik untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan di siang dan malam hari. Lampu konvensional yang digunakan telah terintergrasi dengan sistem panel surya sehingga menciptakan lampu zero electricity energy atau lampu bebas listrik. Peneliti menggunakan sistem sensor cahaya otomatis yang memungkinkan lampu konvensional yang terhubung dengan sistem panel surya menyala otomatis apabila sistem lampu hipoklorit belum dapat memenuhi kebutuhan pencahayaan sehingga tercipta efisiensi energi.

Perkembangan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan modern mengakibatkan kebutuhan akan listrik turut meningkat dimana lampu penerangan menjadi penyumbang kebutuhan listrik tertinggi dalam rumah tangga. Penggunaan  lampu yang  kurang  efisien  menimbulkan  pemborosan  listrik yang  mengakibatkan  tagihan  listrik  meningkat.

Smart sollar light atau lampu pintar merupakan sistem penerangan yang terkontrol oleh sensor cahaya. Dengan bantuan sensor cahaya memungkinkan lampu dapat menyala otomatis sesuai kebutuhan seperti ketika hari sedang mendung, ketika malam tiba, atau ketika akses terhadap cahaya matahari tidak tersedia dan kembali padam ketika kebutuhan akan cahaya sudah terpenuhi oleh cahaya matahari.

Hypochlorite light atau lampu hipoklorit merupakan alternatif pengganti lampu konvensional bertenaga listrik yang dapat digunakan di siang hari dengan cara memanfaatkan botol plastik bekas dengan larutan pemutih yang mampu menghasilkan flourosense menjadi sumber pencahayaan. Botol bekas yang diisi air bening yang dicampur dengan pemutih untuk menghasilkan sumber penerangan pengganti lampu yang terang cahayanya seperti daya lampu 50 watt.

Akan tetapi, kebutuhan pencahayaan di malam hari belum bisa terpenuhi dengan hypochlorite light sehingga diperlukan pengintegrasian dengan sistem panel surya dimana panel surya akan menyerap dan menyimpan energi matahari di siang hari dan energi tersebut akan digunakan sebagai sumber energi lampu di malam hari. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik melaksanakan penelitian dengan judul “Smart Solar Hypochlorite Light Integrated with Photovoltaic System : a Solution for Low Economic Society”.

Keunggulan dan Perbedaan Inovasi Dibandingkan dengan Penemuan Sebelumnya yang Sejenis

  1. Menggunakan sistem solar panel sebagai penyedia sumber utama listrik yang diperlukan oleh lampu, sehingga dapat bekerja mandiri tanpa memerlukan pasokan listrik konvensional (ketika malam hari).
  2. Memanfaatkan prinsip pembiasan cahaya berbasis fluida hipoklorit untuk meningkatkan intensitas cahaya yang relatif kecil menjadi besar.
  3. Saat sistem ini bekerja pada siang hari, pembiasan cahaya matahari dapat terjadi dengan sangat efektif di ruangan gelap, dan juga tanpa memerlukan listrik sedikit pun.
  4. Setiap 2 liter fluida hipoklorit, dapat menghasilkan cahaya setara lampu 50–55 watt di ruangan gelap tertutup pada siang hari.
  5. Dapat digunakan sebagai pencahayaan di ruangan gelap tanpa khawatir pemborosan listrik.

Nama : Ramaditya Ilhami Pasha
Alamat : Sanggrahan, RT/RW 05/02, Sanggrahan, Prambanan, Klaten
No. Telepon : 089610995559