CHRYMO: Inovasi Bubuk Tabur Berbahan Baku Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan Keong Emas (Pomacea Caniculata) untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Model Tikus Putih

Survei Kesehatan Indonesia 2023 melaporkan prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun sebesar 15,5%, remaja putri sebesar 18%, dan remaja pria 14,4%. Produk bubuk tabur menjadi pilihan yang efisien untuk suplementasi mikronutrien karena kemudahan penggunaannya dicampurkan langsung ke makanan sehari-hari tanpa mengubah rasa atau tekstur. Keong mas dan Daun kelor kaya akan zat besi, vitamin C, dan B12 yang berperan dalam proses pembentukan hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) pembuatan bubuk tabur; 2) kandungan zat besi, vitamin C dan B12; 3) efektivitas bubuk tabur terhadap penderita anemia. Adapun metode yang digunakan berupa eksperimen, analisis, serta kepustakaan. Tahapan penelitian meliputi: 1) persiapan alat dan bahan; 2) pembuatan komposisi sampel; 3) pembuatan simplisia daun kelor dan keong mas; 4) pengujian laboratorium kandungan zat besi, vitamin C, dan B12; 5) pengujian kadar hemoglobin pada tikus putih dan penderita anemia. Alat dan bahan yang digunakan: daun kelor, keong mas, oven, garpu, sarung tangan, loyang, panci, blender, pisau, ayakan 40 mesh, timbangan, kompor. Dalam penelitian ini menggunakan 5 sampel dengan perbandingan komposisi daun kelor- keong mas: sampel A1: 80 g – 20 g; sampel A2: 20 g – 80 g; sampel A3: 35 g – 65 g; sampel A4: 65 g – 35 g; sampel A5: 50 g – 50 g. Didapatkan sampel terbaik yaitu A2 dengan kandungan zat besi 86,36 mg/kg, vitamin B12 20,10 ppm, vitamin C 11,7 mg/kg per 100 gram, kadar air 1,94% b/b dan timbal 0,0109 mg/100 gram. Hasil uji pada tikus putih terjadi peningkatan kadar hemoglobin sebesar 20,8 g/dl.

Anemia adalah keadaan yang ditandai dengan berkurangnya hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi yang digunakan untuk sintesis hemoglobin (Hb) (Özdemir, N. 2015). Bubuk tabur sangat efisien karena dapat dengan mudah ditambahkan ke makanan sehari-hari tanpa mengubah rasa atau tekstur makanan, sehingga meningkatkan kepatuhan penggunaan di kalangan anak-anak dan keluarga (Nguyen et al., 2021). 
Hasil riset ilmiah modern membuktikan bahwa daun kelor adalah salah satu sumber pangan nabati yang kaya akan kandungan gizi. Kandungan unsur gizi dalam daun kelor adalah 7 kali vitamin C dalam buah jeruk , 4 kali vitamin A dalam wortel , 4 kali kalsium dalam susu , 3 kali kalium dalam pisang, 3 kali zat besi dalam bayam dan 2 kali protein yang terdapat dalam yoghurt atau protein dalam sebutir telur (Gopalakrishnan L, Doriya K., 2016). Sampai saat ini, keong mas telah dimanfaatkan menjadi sumber pakan dan pangan. Keong mas memiliki kandungan mineral yang tinggi terutama zat besi yaitu sebesar 44,16 mg/100 gr (bk) (Dewiningtias, dkk. 2013). Menurut Putri et al. (2024), zat besi yang terserap akan diikat oleh transferin dan diangkut menuju sumsum tulang, tempat berlangsungnya sintesis hemoglobin. Ion Fe²? dalam heme memungkinkan hemoglobin mengikat oksigen dan mendistribusikannya ke seluruh jaringan tubuh. Keberadaan vitamin B12 memperkuat proses pembentukan sel darah merah dengan cara mendukung replikasi DNA selama fase S eritroblas. Tanpa vitamin B12, eritroblas tidak mampu berkembang dengan baik, menyebabkan eritropoiesis tidak efektif (Koury & Ponka, 2004). 
Maka dari itu peneliti memiliki inovasi untuk memanfaatkan ketersediaan daun kelor dan keong emas di lingkungan sekitar dengan kandungan Zat besi,  vitamin B12, vitamin C yang tinggi sebagai solusi alternatif yang berpotensi untuk meningkatkan kadar hemoglobin.

  1. Berbahan baku alami yang mengoptimalkan pemanfaatan daun kelor dan keong mas yang ketersediaannya melimpah namun belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai produk intervensi gizi.
  2. Mengandung kombinasi zat besi, vitamin B12, dan vitamin C yang berperan dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin, sehingga berpotensi sebagai alternatif pencegahan dan penanganan anemia.
  3. Produk berbentuk bubuk tabur sehingga praktis dikonsumsi dan dapat ditambahkan pada berbagai jenis makanan tanpa mengubah cita rasa secara signifikan.
  4. Memiliki potensi sebagai alternatif pangan fungsional yang lebih terjangkau dibandingkan suplemen zat besi sintetis, serta berasal dari bahan pangan lokal. Sebelumnya telah terdapat penelitian mengenai pemanfaatan daun kelor sebagai sumber zat besi atau pengolahan keong mas sebagai sumber protein hewani. Namun, dalam penelitian ini digunakan kombinasi daun kelor dan keong mas dalam bentuk bubuk tabur chrymo untuk mengoptimalkan kandungan zat besi heme dan non-heme serta vitamin B12 yang berperan dalam proses eritropoiesis. Kombinasi kedua bahan tersebut diharapkan memberikan efek sinergis dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan menjadikannya berbeda dari penelitian sebelumnya yang hanya menggunakan satu bahan baku saja.

Nama : Azzahra Yuridha Putri Hidayat
Alamat : Jl. Raya Sawalan, Nolokerto, Kec. Kaliwungu, Kab. Kendal
No. Telepon : 085741873577